[Freelance] (Special) YOU ARE MY SUN

Ini buat umma ku dari fb yang ultah tanggal 11 kemarin. Semoga suka kado dariku.

Ff ini aku dapat inspirasi waktu dengar lagu u – kiss yang 0330, entah kenapa bagus banget melow-melow piano nya menyentuh hatiku. Aku juga menjadi suka sama Dongho sejak kibum dikeluarkan dari u – kiss beberapa waktu lalu*jadi sedih ingat kibum T__T.

 

Daripada dengerin ocehan autor mulu mending langsung baca aja ya!!!

Tolong jangan ngebashing disini!

 

************************************************************************************************************************************************************************************

 

Jin ae duduk termenung dibangku taman mengingat memorinya saat-saat indah bersama kyuhyun hingga kejadian yang tragis terjadi. Kyuhyun menikah dengan seorang gadis yang bermarga han saera.

 

#flashback bulan lalu.

Jin ae tak sengaja menjatuhkan sebuah undangan yang tergeletak dimeja belajar adik laki-lakinya sang mun ketika mengambil Laptop. Jin ae shock melihat nama yang ada diundangan itu ada nama namjachingunya  cho kyuhyun dan han saera. Air matanya jatuh begitu saja melihat undangan itu.

“Nuna.. apa yang kau lakukan dikamarku?” tanya sang mun sedikit tergagap melihat nunanya memegang sebuah undangan yang disembunyikan yoo eun nuna pertamanya yang sudah menikah dengan wooyoung.

Jin ae tidak menjawab masih menangis, sang mun mendekat dan memeluk nunanya. “Tenanglah nuna. Nuna pasti dapat pengganti yang lebih baik daripada kyuhyun hyung” sang mun menenangkan jin ae.

“Tapi dia sudah menjadi sebagian dari hidupku, aku tidak sanggup jika tanpanya chagy” ucap jin ae yang masih terisak dalam pelukan saengnya.

“Dulu yoo eun nuna juga begitu ketika jong woon hyung meninggalkannya dengan gadis lain tapi lihat sekarang dia bahagia dengan wooyoung hyung. Nuna pasti bisa dapat yang lebih baik?”

“Nuna akan berusaha tegar chagy!”

 

 

-Hari pernikahan kyuhyun-

Jin ae menyaksikan upacara pernikahan kyuhyun ditemani oleh eoninya kim yoo eun yang duduk dideretan bangku belakang didalam gereja megah.

“Saudara cho kyuhyun bersediakah anda menikah dengan han saera, menemaninya saat suka maupun duka”

“Ne, saya bersedia”.

“saudara han saera bersediakah anda menikah dengan cho kyuhyun dan menjadi istri yang patuh pada suami”

“Ne. Saya bersedia”

Semua tampak gembira saat kyuhyun dan saera memasangkan cincin yang akan mengikat keduanya. Dibelakang jin ae menangis dalam pelukan eoninya.

#Ending flashback.

 

 

“Jin ae kenapa pergi tanpa pamit? Semua sedang mencarimu” ucap yoo eun ketika menemukan adiknya melamun ditaman dekat rumah mereka.

“Aku hanya ingin mencari udara segar saja. Aku bosan dirumah?” tutur jin ae dengan tatapan kosong.

“Kau ini kenapa berubah semenjak ditinggalkan kyuhyun. Eoni tau apa yang kamu rasakan eoni dulu juga sama tapi eoni tidak mau terlarut begini”

“Aku terlalu mencintainya eoni. Dia sudah bagaikan nyawaku?”

“Oh iya. umma punya kenalan yang anaknya mau dijodohkan denganmu, apa kau mau?”

“Terserah umma. Jika umma senang aku juga senang dengan pilihannya”

“Ayo pulang. Kita beritau umma jika kau sudah setuju untuk bertemu dengan anak rekannya”

 

-Dirumah-

Jin ae dan yoo eun masuk ke dalam rumah saat umma mereka sedang memasak dan sang mun sedang duduk didepan TV bersama wooyoung dan Raeyoon putri kecil yoo eun dan wooyoung.

Jin ae dan yoo eun berjalan ke dapur untuk membantu ummanya.

“Umma jin ae setuju untuk bertemu dengan anak teman umma” ucap yoo eun ketika membantu memotong sayur sedangkan ummanya memasukan bawang bombay dan bumbu kedalam panci.

“Jinjja?”

“Ne. Aku yakin pilihan umma pasti yang terbaik, hidupku sudah hancur sejak hari itu” ucap jin ae tak semangat.

“Umma yakin Dongho adalah namja yang tepat untukmu. Dia juga namja yang penyayang dan sabar umma percaya dia mampu membahagiakanmu dan membuatmu lupa dengan kyuhyun” seru umma jin ae.

“Ne. Aku akan menuruti kemauan umma dan eoni karena hidupku sudah hancur sejak dulu”

“Sayang jangan ngomong begitu. Umma percaya kau bisa bahagia nanti dengan Dongho”

“Tapi aku tidak yakin mampu mencintainya umma”

“Cinta bisa datang dengan kebersamaan yang kalian lalui nanti. Eoni dulu juga begitu tapi sekarang eoni sangat bahagia bisa bertemu dengan wooyoung oppa”

“Terserah saja”

 

 

-seminggu kemudian-

Malam ini jin ae dipertemukan dengan Dongho diacara makan malam yang diadakan dirumah umma jin ae.

Jin ae didandani oleh yoo eun supaya terlihat anggun dan menawan malam ini, ditemani juga oleh Raeyoon yang sedari tadi duduk diranjang jin ae sambil membolak-balik buku yang dibawanya.

“Eoni kenapa aku harus didandani begini. Bukankah hanya makan malam biasa?” tanya jin ae saat yoo eun membubuhkan make up diwajah jin ae.

“Supaya kau terlihat menawan dan tidak terlihat murung. Lihat wajahmu sudah cantik?”

“Ne, wah eoni ternyata memang berbakat” ucap jin ae terkagum dengan polesan kakaknya.

“Tinggal memilih gaun yang cocok untukmu” ucap yoo eun mengobrak-abrik isi lemari jin ae. “Nah ini dia? Pakai ini” yoo eun menyodorkan gaun putih dengan pita besar dibagian perut yang hanya selutut itu.

Tanpa membantah jin ae masuk ke kamar mandi berganti gaun putih yang sudah dipilihkan kakaknya karena jin ae memang tidak pandai dalam memilih. Tak lama jin ae keluar dengan gaun tadi.

“Eottoke eoni?”

“Cantik. Raeyoon lihat adjuma!Dia cantikkan?”

Raeyoon menolehkan pandangannya kearah jin ae yang masih berdiri didepan kamar mandi.

“Adjuma cantik seperti putri dalam buku dongengku, wuah adjuma mau jadi putri untukku ya” ucap Raeyoon memuji jin ae dengan wajah kagum.

“Ne. Adjuma akan jadi putri untukmu”

“Ayo turun. Mereka pasti sudah menunggu” ajak yoo eun sambil menggendong Raeyoon dalam pelukannya.

“Ayo!”

Jin  ae dan eoninya menuruni tangga, Dongho yang sedang duduk sedikit terpesona melihat jin ae berjalan menghampiri kearahnya yang sedang duduk bersama keluarganya.

“Kenalkan ini putriku Jin ae” ucap umma jin ae memperkenalkan.

“Anyong haseyo..”

“Anyong..”

*adegan percakapan orangtuanya dipotong aja biar cepet selesai, hehehehe. Autornya bikin readers emosi.

Kini Dongho dan jin ae duduk berdua ditaman samping untuk lebih mengenal satu sama lain, keduanya canggung apalagi Dongho yang sudah menaruh perasaan pada jin ae dari awal melihat.

“Jin ae, kenapa kau mau dijodohkan denganku?”

“Aku menuruti keinginan umma karena hidupku sudah hancur sejak namjachinguku meninggalkanku dengan yeoja lain padahal aku sangat mencintainya. Aku sudah menyerahkan hatiku padanya hingga tidak ada yang tersisa”

“Tragis sekali hidupmu. Aku juga sama, kami bahkan sudah tunangan tapi ternyata seminggu sebelum menikah dia hamil dengan mantan kekasihnya”

“Kita sama. Tapi kau namja yang tegar sedangkan aku hidupku sudah hancur, mian jika nanti aku tidak bisa mencintaimu seperti suami istri kebanyakan?”

“Cinta bisa datang dengan sendirinya. Kita jalani saja dulu yang ada didepan kita, aku akan membantumu melupakannya sedikit demi sedikit”

“Gomawo oppa sudah mau mengerti keadaanku”

Dongho tidak mengerti dengan mulutnya yang tiba-tiba berkata sedemikian rupa, dia heran dengan perkataannya sendiri. Mendengarkan jin ae bercerita dia jadi semangat untuk melindungi gadis yang ada di depannya.

 

Sementara itu yoo eun dan wooyoung sedang memperhatikan keduanya dari balik tirai jendela.

“Sepertinya Dongho menyukai jin ae yeobo?” ucap wooyoung disamping istrinya.

“Ne. Ku harap ini membawa dampak baik untuk jin ae, kau tau sendiri semenjak kyuhyun meninggalkannya dia jadi seperti orang gila yang suka melamun dan menangis sendirian” tambah yoo eun.

“Dongho pasti namja yang tepat untuk saeng kita jin ae”

“Ne oppa”

 

Cinta hadir dengan ketidaksengajaan..

Dia menembus ruang cahaya gelap..

Memberi penerangan hangatkan jiwa..

Cinta hal yang murni..

Memberi tanpa meminta balasan..

Andai dia mampu berbicara..

Takkan ada hati yang terluka..

Andai dia seperti manusia..

Takkan pernah ada dusta yang menjawab..

 

Tibalah saat hari pernikahan jin ae dan Dongho, hanya kerabat yang datang menjadi undangan pernikahan. Walau terkesan sederhana karena tidak mau ada yang mengetahui tetntang pernikahan perjodohan tersebut.

Seusai pesta Dongho membawa jin ae ke sebuah rumah yang sudah dipersiapkan Dongho sebelumnya.

Rumah bergaya unik dan klasik ini sudah dirancang ketika Dongho akan menikahi mantan kekasihnya, tapi sekarang jin ae lah yang sudah menjadi istri sahnya.

Jin ae duduk melamun di tepi ranjang mereka ketika Dongho memasukan koper mereka kedalam kamar.

“Kau tidak nyaman kita tidur sekamar, kalau begitu biar aku tidur dikamar lain saja” ucap Dongho membuyarkan lamunan jin ae.

“Tidak usah oppa, kita kan sudah menikah jadi kita tidur disini saja. Aku tidak keberatan berbagi tempat tidur?” cegah jin ae.

“Ya sudah cepat mandi sana. Aku akan mencari makan malam kau pasti juga lapar, biar aku mandi dibawah nanti”

 

Jin ae menuruni tangga melihat Dongho menyiapkan makan malam dimeja. “Sini oppa biar aku saja” ucap jin ae.

“Kau duduk saja, dan nikmati makan malammu” sergah Dongho.

“Ne”

Jin ae menikmati makannya sewaktu Dongho tersenyum memandanginya, jin ae merasa agak risih tapi memilih untuk tetap diam.

“Kenapa oppa tidak makan?” seru jin ae mendongakkan kepalanya sedikit.

“Eh? Iya aku makan kok” ucap Dongho salah tingkah. Jin ae tersenyum melihat tingkah Dongho.

 

Jin ae memandang pemandangan luar saat Dongho masuk kedalam kamarnya. Dongho menyampirkan selimut dipundah jin ae yang langsung menoleh kearah Dongho.

“Diluar dingin! Pakailah selimut itu” ucap Dongho sebelum jin ae meminta penjelasan.

“Oppa! Rumah ini kapan kau membelinya?” tanya jin ae tanpa menoleh kearah Dongho.

“Ini rumah ini sebenarnya aku membelinya untuk ku tinggali dengan mantan kekasihku, tapi karena penghianatannya rumah ini jadinya ku tinggali denganmu” jawab Dongho.

“Kau masih memiliki perasaan cinta untuknya”

“Tidak. Dia sudah meninggalkanku jadi untuk apa aku mencintainya lagi? aku bahkan sudah membencinya. Sudah malam ayo tidur” Dongho mengajak jin ae masuk untuk tidur karena memang sudah malam.

 

Matahari keluar dari sarangnya ketika jam menunjukkan pukul 6 pagi. Jin ae terbangun ketika merasakan sesak dan ada tangan yang memeluknya, jin ae hampir berteriak tapi di urungkan saat melihat wajah Dongho yang masih tertidur dengan wajah imutnya dan nafas yang teratur.

“Oppa bangun sudah pagi? Apa kau tidak kerja” ucap Jin ae menepuk pipi Dongho pelan.

“Heeeeeeeeeeeemmmmmmmmmmm…” Dongho hanya menggeliat tapi tidak membuka matanya.

“Yah! Oppa bangun”

“Iya-iya aku bangun” ucap Dongho langsung duduk. “Kau tidak apa-apa ku tinggal sendiri di rumah”

“Ne. Aku baik-baik saja sendirian, kalau bosan aku bisa datang ke rumah eoni atau umma” ucap jin ae tersenyum.

 

Malam hari jin ae bosan hanya duduk menonton TV dan mengangti-ganti chanelnya tanpa minat dengan tayangan TV. “Ah aku bosan”

Ting tong…..

“Siapa yang datang, apa Dongho sudah pulang”

Dengan segera jin ae melangkah ke ruangan depan menuju pintu, dan terkejut melihat keluarganya datang berkunjung.

“Anyong nuna!!” seru Sungmin yang di depan pintu bersama yoo eun dan keluarga lainnya kecuali umma.

“Ayo masuk” ucap jin ae melebarkan pintu agar mereka dapat masuk.

“Wah rumahnya bagus dan juga besar. Apa adjuma tidak kesepian disini sendirian bersama adjushi” seru Raeyoon dengan wajah lucunya.

“ah Raeyoon kau ini bicara apa sih? Nanti kalau adjuma dan adjushi punya adik bayi rumahnya bakal rame” sergah Sungmin.

“Ah iya kalian mau minum apa?” tanya jin ae memotong pembicaraan.

“Apa saja boleh” seru yoo eun mewakili semuanya.

Jin ae membuatkan sirup dingin untuk mereka, yoo eun menyusul jin ae untuk membantunya menyiapkan minum.

“Apa Dongho tidak mengambil cuti untuk kalian bulan madu jin ae”

“Anio, kasihan appa kalau dia cuti eoni”

“EH? Apa kalian sudah melakukan itu?”

Jin ae langsung menunduk mendengar pertanyaan dari eoninya.

“Wae? Kalian belum melakukannya?”

“Jujur aku belum siap melakukan itu eoni, aku belum mencintai Dongho. Aku tidak yakin bisa mencintainya karena hidupku sudah dihancurkan kyuhyun? Aku masih mencintai kyuhyun eoni”

“Kau ini bodoh atau apa sih jin ae. Untuk apa kau mengharapkan namja brengsek itu lihatlah Dongho sangat mencintaimu jin ae, dia selalu berusaha melindungimu selama ini”

“Tapi kyuhyun sudah menjadi sebagian dari hidupku”

“Untuk apa kau memikirkannya dia bahkan tidak memikirkanmu sama sekali, dia juga sudah bahagia dengan istrinya jin ae. Belajarlah mencintainya dari sekarang jangan sampai dia berpaling darimu? Karena kau akan menyesal jika Dongho pergi darimu”

 

Kata-kata eoninya terus memenuhi isi otak jin ae sampai jin ae terisak dalam duduknya yang memeluk lututnya ditempat tidur.

Dongho merasa perasaannya tidak enak ketika pukup 11 KST memasuki rumahnya, dia lembur sampai harus pulang larut malam. Dia mendengar suara isakan dari arah kamarnya dengan langkah seribu dia berlari memasuki kamarnya. Dia melihat jin ae memeluk lututnya sambil menangis, Dongho mendekati jin ae dan menghapus air matanya membawanya kedalam pelukannya.

“Oppa! Mianhe aku tidak bisa jadi istri yang baik untukmu”

“Tenanglah! Oppa yang harusnya minta maaf karena meninggalkanmu sendiri seharian ini.” Dongho mengeratkan pelukannya.

“Oppa! Kenapa kau mencintai gadis yang hidupnya sudah hancur sepertiku”

“Cintaku begitu besar bahkan tidak bisa diukur dengan apapun, cintaku sederhana dan aku tidak memaksamu membalas cintaku cukup kau mau menyayangiku sebagai oppa itu sudah cukup membuatku bahagia. Bagiku kau adalah malaikat hidupku untuk saat ini dan seterusnya”

Dongho menunggu respon jin ae tapi hanya dengkuran halus yang dia dengar, Dongho tersenyum kecil melihat jin ae tertidur dalam pelukannya. Dengan perlahan Dongho meletakan jin ae dan menyibak poninya.

 

sore ini jin ae berbelanja ke supermarket karena persediaan dirumahnya sudah habis, jin ae memilih-milih beberapa makanan instan dan beberapa sayuran lainnya.

Saat keluar dari supermarket, ada sepasang tangan kekar yang menahannya hingga membuat jin ae menoleh dan terkejut.

“Kyu… lepaskan aku” ucap jin ae berontak.

“Jin ae dengarkan aku dulu. Aku kembali untuk memintamu kembali, aku dipaksa menikahinya karena dia sakit keras”

“Lepaskan aku…” berontak Jin ae.

“Jin ae aku tau kau masih mencintaiku. Ku mohon kembalilah padaku? Aku masih mencintaimu?”

“Lepaskan aku?”

Bugh!

Ada seseorang yang memukul kyuhyun hingga Kyuhyun jatuh dan terkapar ditanah.

“Kalau dia tidak mau kau tidak boleh memaksanya? Apa kau tidak lihat dijarinya bahwa dia sudah menikah dengan orang lain” ucap Dongho tegas dan menggandeng tangan jin ae untuk pergi.

“Jin ae aku tunggu kau di taman tempat biasa kita bertemu. Aku yakin kau pasti masih mencintaiku sama sepertiku?” ucap kyuhyun sebelum jin ae masuk kedalam mobil Dongho.

 

-Didalam mobil-

Jin ae terisak sewaktu Dongho menjalankan mobilnya, Dongho diam tanpa kata sejenak sebelum menghentikan mobilnya ditepi sungai han.

“Kalau kau masih mencintainya datanglah dan katakan padanya bahwa kau masih mencintainya” Ucap Dongho yang sebelumnya menghela nafas panjang.

“Lalu bagaimana denganmu?” tanya jin ae merasa bingung.

“Aku akan menceraikanmu. Aku rela melepaskanmu asal kau bisa bahagia! Jika dia berbuat yang tidak baik kau bisa kembali padaku. Aku sudah berjanji akan menjagamu jadi aku yang akan menyerahkanmu padanya, kau jangan khawatir denganku? Aku bisa menjalani hidupku sendiri dan nanti aku juga akan menjelaskan semua pada orangtua kita. Sekarang hapus air matamu aku akan mengantarmu bertemu dengannya?” ucap Dongho yang kemudian menjalankan mobilnya menuju tempat dimana kyuhyun sudah menunggu jin ae.

“Oppa..” ucap jin ae ragu saat sudah sampai ditaman.

“Pergilah! Aku tidak apa-apa” ucap Dongho tersenyum sendu.

Jin ae menatap punggung Dongho yang masuk ke dalam mobil dan meninggalkannya ditaman. Ada perasaan sakit menatap punggung Dongho, dengan berat hati jin ae melangkahkan kakinya kearah kyuhyun yang sudah menunggunya ditengah gerimisnya suasana.

“Kyu oppa” panggil jin ae yang langsung duduk disamping kyuhyun.

“Aku tau kau pasti datang karena kau masih mencintaiku?” ucap kyuhyun tersenyum.

“aku memang masih mencintaimu tapi Aku kesini karena aku ingin mengambil hatiku yang dulu kau bawa pergi. Aku sudah menikah dengan orang yang mau menungguku dan menjagaku sepenuh hati walau dia tau hatiku dibawa namja lain”

“Tapi jin ae kau masih mencintaiku bukan mencintainya”

“Yes oppa, but he is no prince charming, but there’s something in hin that i simply didn’t see. Dia tulus padaku maka aku akan berusaha mencintainya seperti dia mencintaiku. Dia pernah terluka jadi aku tidak mau semakin membuatnya terluka”

“Tapi……..”

“Ku mohon kyu jangan muncul dihidupku lagi, karena aku akan bimbang jika kau menggangguku. Kalau kau mencintaiku biarkan aku bahagia bersama suamiku. Dia orang yang baik mau menemani orang bodoh sepertiku” ucap jin ae  yang langsung meninggalkan kyuhyun yang masih terdiam ditengah hujan yang mulai turun mengguyur tubuhnya.

 

 

Dongho minum beberapa soju untuk menghilangkan kesedihannya saat ini di ruang tamu, hatinya terlalu sakit membiarkan wanita yang dicintainya kembali kesisi kekasihnya, sama seperti dia terluka dihianati oleh pacarnya yang di hamili teman baiknya.

 

Ting… tong..

Bel terus berbunyi tanpa henti membuat Dongho mau tidak mau berjalan kedepan pintu untuk membukanya.

“Oppa..” ucap jin ae yang langsung memeluk Dongho.

“Kenapa kau kesini” tanya Dongho tergagap.

“Inikan rumahku. Apa aku tidak boleh pulang kesini” jawab jin ae pura-pura marah.

“Anio. Lalu bagaimana dengan namja tadi bukankah kau mencintainya? Lalu kenapa kau kesini apa ingin langsung berkemas”

“Oppa tau. Aku tadi bertemu dia untuk mengambil hatiku yang sudah dibawa kyuhyun, supaya aku bisa memberikannya padamu. Saranghe oppa” ucap jin ae berjinjit mengecup bibir manis Dongho.

“Nado saranghe. Aku sangat bahagia kau kembali kesisi ku”

“Aku juga bahagia karena oppa adalah malaikat yang dikirimkan tuhan untukku”

 

Hati yang tulus dan ciuman manis..

Apa rasa ini tidak disadari..

Sangat manis dan pahit didalamnya..

Coklat yang lembut menghanyutkan..

Musim semi yang penuh warna..

Membawa kedamaian dalam jiwaku yang lara…

 

End.

Eottokke?!

Mianhe kalau ff ini jelek ya Hye jin umma. Tapi aku udah maksimal mungkin buatnya walau ngebut juga sih karena padat banget jadwal kuliah dengan tugas.

Tapi buat yang reques semuanya udah jadi tapi bingung mau ngepost yang mana dulu jadi aku undi sesuai dengan pilihan teman-temanku.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s