[Freelance] Love is sweet

LOVE IS SWEET

 

 

Hay! *lambai-lambai tangan.

Kali ini aku datang dengan ff requesan lagi yang pasti setelah menyelesaikan tugas-tugas kuliah sama requesan lain yang belum ke posted, hehehehe

Tapi tenang saja kalau sama aku pasti nanti ke posted semua tapi gantian.

 

Cinta itu memang manis…

Tapi tak semanis ketika dia buat kita menangis..

 

Kenalkan aku Raeyoon siswa SMA kelas 2 walaupun aku tidak mempunyai kelebihan apapun tapi aku merasa diriku lumayan cantik^^, Siang ini aku duduk dicafe bertemu dengan Heechul yang sudah menjadi kekasihnya selama satu bulan ini.

“Oppa tumben kau mengajakku jalan?” tanyaku yang duduk didepan heechul.

“Kita putus saja” jawab heechul dengan enteng.

“Apa yang kamu katakan?”

“Kita putus. Aku bosan jadi cowokmu! Aku tidak bisa melanjutkan hubungan kita lagi” ucap heechul lantang kemudian pergi.

Walaupun aku tidak pernah ditolak tapi masa pacarnku tidak pernah berlangsung lama. Aku tau alasannya? Hanya mengandalkan kecantikan saja.

Semua cowok menyebalkan sekali! Semua sama saja tidak bisa menerima sifat keras kepalaku. Tiap kali pacaran pasti tidak lebih dari 1 bulan. Apa nggak ada cowok yang bisa menerima sifatku ini, mungkin dari sebagian mereka ada yang egois.

Aku beranjak dari cafe menuju penjualan alat kosmetik karena aku ingin membeli cat kuku, disana aku mendengar suara yang familiar ditelingaku.

“Jin ae lihat..” ucap seseorang yang suaranya ku kenal, membuatku mencari sumber suaranya.

“Bagus sekali” seru gadis yang disamping cowok yang ku kenal suaranya.

“Betulkan! Aku paling suka warna soft”

Tunggu! Bukankah cowok itu lee sungmin. Aku menepuk punggungnya dari belakang. “Mian! Apa kamu lee sungmin”

Dia menoleh padaku. “Eh?”

“Ini aku Raeyoon. Ingat nggak?” ucapku.

“Eh? Kamu Raeyoon… bohong…” ucapnya sepertinya terkejut.

 

Kemudian sungmin menarikku pergi ke sebuah tempat makan sedangkan gadis yang bersama sungmin pamit pulang terlebih dahulu.

“Seperti dalam mimpi saja.. sudah lama sekali kita tidak ketemu” ucap sungmin sambil terus tertawa.

“Cewek tapi.. kenapa kau meninggalkannya begitu saja? Apa aku mengganggu acara Kalian?”

“Oh jin ae, dia lagi ada urusan. Nanti juga aku ketemu dia lagi”

“Begitu ya”

“Ternyata kamu masih ingat aku. Dulu kita sering bermain bersama ketika SD”

“Sungmin sepertinya kamu lebih mirip cewek sekarang?” ucapku ketika melihat kuku sungmin di cat warna pink.

“Jangan ngomong sembarangan, mana mungkin?” sangkalnya sambil memegang cngkir minumnya.

“Jari kelingkingmu kenapa begit? Sifat girly mu kenapa tidak berubah. Kamu ini apa tidak memiliki sifat cowok sedikitpun”

“Raeyoon boleh aku menanyai kamu satu pertanyaan!”

“Apa?”

“Kamu sudah punya cowok belum?”

“Ini tidak ada hubungannya denganmu! Kamu sudah punya cewek kenapa tanya lagi!” ketusku.

“Aish! Jin ae itu bukan pacarku dia Cuma temanku. Cewek yang dari dulu kusuka tidak pernah berubah”

“Benarkah! Tapi aku tidak akan pernah jadi cewekmu”

“Kenapa? Aku ingin jadi pacarmu”

“CUKUP! MENGGELIKAN SEKALI”

“Raeyoon bertambah cantik tapi sifatnya tidak mau berubah.”

“Aku pulang dulu” pamitku langsung beranjak keluar.

“Tunggu!” kejar sungmin mencengkram lenganku”Kasih aku nomer hp mu donk malam ini aku akan menghubungimu”

“Apaan sih! Kenapa harus memberitaumu”

“karena cewek yang ku suka itu kamu?” sungmin merebut hpku dan memasukan nomornya.

“Apa yang kamu lakukan?” gertakku merebut hpku.

“save nomerku”

Sungmin tidak boleh jadi cowokku, walau sifatnya lucu dan tidak pernah marah ketika aku kerjai, dia memang kriteriaku tapi dia terlalu girly.

 

-disekolah-

Raeyoon duduk bersama dengan 2 orang temannya, Raeyoon menceritakan tentang sungmin kepada kedua orang temannya.

“Coba saja dengan dia Rae-ah? Kelihatannya dia serius daripada kamu diputusin lagi..” saran hyori.

“Hei!”

“Penampilanmu memang ok tapi sifatmu tidak. Lagipula targetmu terlalu tinggi” tambah Kyuri.

“CEREWET!” bentak Raeyoon.

“Yang penting penampilan ok sudah cukup” ucap hyori.

“Hyori dimana pangeran kyuhyunmu?” tanya kyuri.

“Ah! Betul juga aku masih memiliki pangeran kyuhyun” jawab hyori santai.

“Anak dari SMA Teitan high school kan”

“Apa dia cakep?” tanya Raeyoon.

“Aku ada fotonya dihpku, mau lihat?” jawab hyori sambil menyodorkan hpnya.

“keren”

Tiba-tiba hp Raeyoon berbunyi menandakan ada telpon masuk dan itu dari sungmin.

“Yeoboseyo…”

“Ah Raeyoon akhirnya aku bisa menghubungimu, e-mailku tidak dibalas jadi aku telpon saja” ucap sungmin dari seberang.

“Eh sungmin kamu siswa Teitan ya”

“He’eh, waktu itu kamu tidak memperhatikan ya”

“Jinjja? Kita minggu pergi yuk”

“Yeah”

Aku tersenyum girang karena mungkin ada kesempatan dengan pangeran kyuhyun.

 

-Hari minggu-

Aku datang sedikit terlambat karena lama menunggu bis, ku lihat sungmin sudah berdiri ditaman untuk menungguku. Ternyata dia tipe laki-laki yang bisa diandalkan.

“Ah Raeyoon kau benar-benar datang, gomawo!” ucap sungmin tersipu malu. “Kau mau kita kemana?” tanya sungmin.

“Mau beli pakaian dalam” jawabku singkat.

“Eh? Pakaian dalam?”

“Iya. Bantu aku memilih”

Akhirnya mau tidak mau sungmin menemaniku membeli pakaian dalam, sepertinya sungmin tetap menyukai warna pink karena dia selalu menunjukkan warna pink kepadaku.

Setelah itu aku dan sungmin pergi ke taman untuk istirahat dan makan siang karena tadi sungmin membawa bekal untuk makan siang.

“Ayo Raeyoon duduk” ucap sungmin setelah membersihkan alas duduk. Aku melihat cat kuku nya menarik sehingga aku menanyakan.

“Sungmin ada apa dengan jari-jarimu” tanyaku.

“Oh ini? Manicure? Aku yang melakukannya sendiri” jawabnya sambil menunjukan kuku cantiknya padaku.

“Bohong. Hebat banget!”

“Kau mau? Raeyoon kuku mu tidak sehat. Apa kau tidak merawatnya dengan baik” ucap sungmin mencium tanganku.

“Cerewet sekali. Kamu kelainan ya suka hal beginian” bentakku.

“Bukan begitu. Aku Cuma suka dengan hal yang lucu. Tapi tetap saja kamu yang aku sukai”

Sungmin menganggapku yang terbaik padahal aku tidak sebaik yang dia fikirkan. Sungmin mendekatiku dan tiba-tiba saja memelukku dari belakang. “Hey! Apa yang kamu lakukan?”

“Aku ingin menciummu Raeyoon”

“Kita berdua tidak sedang kencan jadi tidak boleh melakukan hal begituan”

“Aku mau cuma sekali saja”

“Kalau begitu apa kamu bisa janji”

Sungmin langsung duduk didepanku. “Janji apa?”

“Disekolahmu apa anak yang bernama kyuhyun.”

“Kenapa bertanya seperti itu” ucap sungmin dengan ekspresi kecewa.

“Jangan cerewet. Jawab saja”

“Aku sekelas dengannya?”

“Benarkah? Temanku ada yang menyukainya. Sungmin kau tau cara menghubunginya? Apa dia sudah punya pacar”

“seharusnya belum.”

“Baguslah!”

“Benarkah! Bukan kamu sendiri yang suka kyuhyun”

“Kamu meragukanku sungmin”

“Aku mengerti banget sifatmu”

“Kamu tidak membohongiku kan?”

“Aku tidak membohongimu. Sudah berapa kali aku bilang aku tidak membohongimu” teriakku menutupi semua.

“Tapi kalau dia tidak mau jangan salahkan aku.” Ucap sungmin menarik daguku dan menciumku kilat.

“Kyaaaaaaaaaaaa…….” Teriakku ketika tersadar dicium sungmin.

“Hehehehe… aku suka padamu Raeyoon” ucapnya sambil terkekeh.

Ciuman sungmin seperti ciuman burung kecil tapi aku merasa jantungku berdetak cepat sekali.

 

****

Hari ini aku akan bertemu dengan pangeran Kyuhyun sesuai dengan rencanaku dan teman-teman. Aku melihat Kyuhyun duduk dibangku café dengan wajah cool.

“Kamu Kyuhyun kan?” sapaku.

“Kamu Raeyoon” balasnya.

“Eh? Anu cewek yang janjian denganmu tiba-tiba sakit jadi aku yang datang menggantikannya?”

“Benarkah?!” ucap Kyuhyun datar dan curiga. “Ayo jalan” ajaknya menarik tanganku.

“Kita mau kemana?” tanyaku yang ditarik-tarik  seperti kuda.

Aku merasa sikapnya benar-benar dingin sekali tidak sesuai dengan yang aku harapkan. Aku kira dia lebih terbuka. Hingga aku tersadar bahwa aku dibawa kesebuah tempat yaitu hotel.

Deg. Aku tidak menyangkanya. Aku sangat terkejut.

“Apa-apaan ini? Ini sudah terlalu cepat” teriakku kesal.

“Sedikitpun tidak terlalu cepat” ucapnya dingin.

“Aku tidak mengerti maksudmu”

 

Saat aku dan Kyuhyun bertengkar didepan hotel, tak jauh dari sana Sungmin bersama teman wanita menghampiri kami.

“Kalian” teriak Sungmin.

“Sungmin. Kenapa bisa ada disini” Tanya Raeyoon gelagapan.

“Aku sudah lama mengikuti kalian” jawab Sungmin garang.

“Kalian ini penguntit ya” ucap Raeyoon.

“Sudahlah Sungmin” ucap Seorang wanita yang bersama Sungmin berusaha menenangkan Sungmin.

“Tidak boleh dibiarkan begitu saja!”

“Dia yang menginginkan ini. Dia tidak keberatan berhubungan fisik denganku” ucap Kyuhyun sinis. “Aku pulang saja” ucap Kyuhyun melangkahkan kakinya menjauhi hotel itu dan teman Sungmin mengejar Kyuhyun.

“Sebenarnya apa yang terjadi” Tanya Sungmin tegas melirik Raeyoon.

“Mereka berdua pacaran ya?” Raeyoon berbalik Tanya tanpa menjawab pertanyaan Sungmin.

“Tidak juga”
“Lalu bagaimana denganku sekarang”

“Raeyoon kenapa kamu ada disini. Sebenarnya kamu kan yang menyukai Kyuhyun padahal aku sangat percaya padamu”

“Jadi kenapa? Sebenarnya kamu Cuma khawatir sama temanmu tadikan” teriakku.

“Bukan begitu. Jin ae itu sudah seperti adikku sendiri”

“Jangan bohongi aku lagi. Cowok yang ngejar aku nggak Cuma kamu lebih baik jangan dekati aku lagi” ucapku marah dan kemudian pergi dari tempat itu.

 

-Dikamar-

Aku berjalan memasuki kamar dan tak sengaja kakiku tersandung buku ku yang masih berserakah dilantai.

“Sakit..”

Aku menitikan airmataku sambil menatap foto ku dan Sungkin waktu SD yang terbuka dari salah satu bukuku. Perasaan ini sama dengan saat pertandingan waktu itu.

 

#flashback

Ibuku tidak bisa datang mengikuti pertandingan olah ragaku karena dia sedang sibuk kerja. Sungmin dan ibunya melambaikan tangan padaku.

“Ayo kita makan siang bersama” ajak Sungmin yang menghampiriku.

“Benar Raeyoon. Umma Raeyoon sudah berpesan agar Raeyoon makan bersama kita” tambah Umma Sungmin yang duduk dibawah pohon.

“Ayo cepat” ucap Sungmin menarik lenganku tapi aku membentaknya.

“Jangan urusi urusanku” bentakku.

“Tapi sendirian itu pasti akan sangat kesepian”

“Sendiri malah lebih asyik. Lebih bagus kalau umma tidak datang”

#Ending flashback.

 

Aku menangis karena kata-kata Sungmin benar. Aku lebih mandiri. Aku tidak ingin ada yang tau kalau aku merasa kesepian, aku tidak bisa mengatakannya..

Tok… tok…

Suara jendela kamarku seperti diketuk, aku menoleh dan mendapati Sungmin sedang berdiri disana memintaku membukakan jendela. Aku beranjak dan membukakan jendela.

“kenapa kau ribut sekali sih” bentakku namun Sungmin malah menerjang tubuhku hingga kami terjatuh ke lantai.

Bukk…

“Sakit banget. Kau pabo” bentakku lagi.

“Raeyoon” Sungmin malah membelai wajahku.

“Apa! Kau ini berat cepat minggir” bentakku untuk yang kesekian kali namun Sungmin tidak beranjak dari atas tubuhku.

“Aku mulai belajar ilmu bela diri supaya bisa melindungimu Raeyoon-ah!”

“Apa hubungannya denganku……”

“Raeyoon walaupun sangat tegar tapi aku tau kalau kamu takut kesepian dibandingkan siapapun juga, aku juga tau kalau kamu takut disakiti. Harga diri yang sangat tinggi, selalu mengejar impian tapi aku suka sifatmu yang seperti itu! Keras kepala tapi sebenarnya kamu sangat ingin dicintai”

“Huwe.. jangan katakan lagi” potongku yang langsung menangis dan menutupi muka ku dengan kedua tanganku. “Jangan begitu baik padaku”

“Tenanglah!” ucap Sungmin memelukku erat dan menciumiku dengan lembut.

“Sungmin sebenarnya aku juga meyukaimu, saranghe………”

“Nado”

Sungmin menciumku lagi dengan lembut berbeda dengan ciumannya yang pertama.

 

Cinta itu menciptakan “kita” tanpa harus memusnahkan “saya”

Menyembuhkan luka lama adalah dengan cara membiarkan cinta baru datang..

 

-End-

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s