[Contoh makalah] Respirasi pada manusia

LEMBAGA-LEMBAGA PENDIDIKAN

MAKALAH PERNAPASAN

Disusun untuk  Memenuhi Tugas Mata Kuliah Biologi

 

Dosen Pembina:

Dra. Lilik Bintartik, M.Pd

 

Oleh:

Anisa wahyuningrati            2011131074

Hidayatin Puji Utami            2011131087

Nurfitria                                 2011131095

Yuni Lestari                           2011131105

Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan

PGRI Blitar

Program Pendidikan Matematika

September 2011

 

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa terselesaikannya makalah ini. Di dalam makalah ini membahas tentang “Respirasi”

Materi dan urutan  penyajian makalah ini dibuat ringkas tetapi berisi, sehingga makalah ini dapat digunakan sebagai bahan menambah  ilmu kita mengenai respirasi.

Dalm pembuatan makalah ini tidak lepas dari bimbingan berbagai pihak. Ucapan terima kasih

Kami sampaikan kepada:

  1. Allah SWT  berkat limpahan akal pikiran dan kesehatan kami dapat menyelesaikan makalah ini.
  2. Dosen pembimbing Biologi Dra. Lilik Bintartik,M.Pd  yang telah membimbing kami.
  3. Semua teman yang telah membantu terselesaikannya makalah  ini yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu.

Akhir kata tiada gading yang tak retak,demikian pula dengan makalah ini,masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun kami nantikan demi kesempurnaan makalah  ini. Semoga dapat bermanfaat bagi yang membaca makalah ini khususnya bagi kami sendiri

 

Blitar,Sebtember 2011

 

Penulis

 

 

i

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………………………….  i

DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………………………….   ii

BAB I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang……………………………………………………………………………………………. 1

1.2 Rumusan Masalah………………………………………………………………………………………. 1

1.3 Tujuan Makalah …………………………………………………………………………………………. 1

BAB II. PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Respirasi…………………………………………………………………………………….2

2.2 Mekanisme Respirasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Sel-sel tubuh juga perlu mengeluarkan zat sisa berupa karbon dioksida dari sistem tubuh. Pernapasan setiap makhluk hidup berbeda-beda begitu juga dengan alat pernapasannya, dalam  makalah  ini akan mempelajari berbagai alat pernapasan manusia, serta proses pernapasan terjadi.

 

  1. Rumusan Masalah

Berdasarkan  latar belakang di atas menghasilkan rumusan masalah sebagai berikut:

  1. Apa yang dimaksud respirasi?
  2. Alat-alat apa yang berkaitan dengan respirasi?
  3. Bagaimana mekanisme respirasi?
  4. Apa penyakit/kelainan pada sistem respirasi dan teknologi pengobatannya?

 

C.Tujuan

Berdasarkan  rumusan masalah di atas, makalah ini betujuan agar pembaca mengetahui tentang respirasi, alat-alat respirasi, mekanisme, penyakit/kelainan pada respirasi dan teknologi pengobatan.

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMABAHASAN

 

  1. Pengertian Respirasi

Respirasi dalam biologi adalah proses mobilisasi energi yang dilakukan jasad hidup melalui pemecahan senyawa berenergi tinggi (SET) untuk digunakan dalam menjalankan fungsi hidup. Dalam pengertian kegiatan kehidupan sehari-hari, respirasi dapat disamakan dengan pernapasan. Namun demikian, istilah respirasi mencakup proses-proses yang juga tidak tercakup pada istilah pernapasan. Respirasi terjadi pada semua tingkatan organisme hidup, mulai dari individu hingga satuan terkecil, sel. Apabila pernapasan biasanya diasosiasikan dengan penggunaan oksigen sebagai senyawa pemecah, respirasi tidak melulu melibatkan oksigen.

Pada dasarnya, respirasi adalah proses oksidasi yang dialami SET sebagai unit penyimpan energi kimia pada organisme hidup. SET, seperti molekul gula atau asam-asam lemak, dapat dipecah dengan bantuan enzim dan beberapa molekul sederhana. Karena proses ini adalah reaksi eksoterm (melepaskan energi), energi yang dilepas ditangkap oleh ADP atau NADP membentuk ATP atau NADPH. Pada gilirannya, berbagai reaksi biokimia endotermik (memerlukan energi) dipasok kebutuhan energinya dari kedua kelompok senyawa terakhir ini.

Kebanyakan respirasi yang dapat disaksikan manusia memerlukan oksigen sebagai oksidatornya. Reaksi yang demikian ini disebut sebagai respirasi aerob. Namun demikian, banyak proses respirasi yang tidak melibatkan oksigen, yang disebut respirasi anaerob. Yang paling biasa dikenal orang adalah dalam proses pembuatan alkohol oleh khamir Saccharomyces cerevisiae. Berbagai bakteri anaerob menggunakan belerang (atau senyawanya) atau beberapa logam sebagai oksidator.

Respirasi dilakukan pada satuan sel. Proses respirasi pada organisme eukariotik terjadi di dalam mitokondria.

 

  1. A.    PERNAPASAN

Pernapasan dapat diartikan sebagai proses pertukaran gas yang berasal dari makhluk hidup dengan gas yang ada di lingkungannya. Sedangkan proses perombakan bahan makanan menggunakan oksigen sehingga diperoleh energi dan gas sisa pembakaran berupa karbon dioksida (CO2) disebut respirasi. Proses respirasi terbagi menjadi  pernapasan aerob dan pernapasan anaerob. Pernapasan aerob adalah pernapasan yang memerlukan oksigen, sedangkan pernapasan anaerob tidak memerlukan oksigen.

 

  1. a.       Pernapasan aerob

Pernapasan aerob dapat diartikan sebagai serangkain reaksi enzimatik yang mengubah glukosa secara sempurna menjadi CO2,H2O,dan energi. Reaksi dapat terjadi secara sempurna karena terdapat cukup oksigen. Energi yang dihasilkan dalam pernapasan aerob adalah 36 ATP.

  1. b.      Pernapasan anaerob (fermentasi)

Pernapasan ini dapat diartikan sebagai serangkaian enzimatik yang mengubah glukosa secara tidak sempurna karena kekurangan oksigen. Pada manusia, pernapasan anaerob menghasilkan asam laktat, sedangkan pada tumbuhan, reaksi ini menghasilkan CO2 dan alkohol. Pernapasan anaerob hanya menghasilkan sedikit energi yaitu 2 ATP.

  1. Alat-alat pernapasan manusia

Pernapasan pada manusia dilakukan melalui alat respirasi yang terdiri dari :

 

  1. a.      Hidung

Merupakan bagian paling atas dari alat pernapasan dan merupakan alat pernapasan paling awal yang dilalui udara. Lubang hidung terbagi menjadi dua yaitu sebelah kanan dan kiri dibatasi oleh sekat hidung. Rongga hidung berhubungan dengan rongga mulut. Rongga hidung memiliki tiga fungsi utama yaitu menghangatkan udara, melembabkan udara, dan menyaring udara. Di dalam lubang hidung terdapat rambut-rambut halus dan selaput lendir yang berfungsi untuk menyaring udara yang masuk dan mengeluarkan partikel-partikel.

  1. b.      Laring (pangkal tenggorokan)

Laring merupakan saluran udara dan bertindak sebagai pembentukan suara. Faring (tekak) merupakan lanjutan dari saluran hidung yang meneruskan udara ke laring. Laring terdiri dari lempengan-lempengan tulang rawan. Bagian dalam dindingnya digerakan oleh otot untuk menutup serta membuka glotis. Glotis adalah lubang mirip celah yang mengubungkan faring dan trakea. Pada laring juga terdapat selaput suara yang akan bergetar jika ada udara yang melaluinya, misal saat kita berbicara. Laring memiliki katub yang disebut epiglotis (anak tekak). Epiglotis selalu dalam keadaan terbuka, dan hanya akan menutup jika ada makanan yang masuk ke kerongkongan.

 

  1. c.       Trakea (batang tenggorokan)

Tersusun dari cincin tulang rawan yang terletak di depan kerongkongan dan berbentuk pipa. Bagian dalam trakea licin dilapisi oleh selaput lendir dan mempunyai lapisan yang terdiri dari sel-sel bersilia. Lapisan bersilia berfungsi untuk menahan debu atau kotoran dalam udara agar tidak masuk ke paru-paru.

  1. d.      Bronkus (cabang batang tenggorokan)

Merupakan bagian yang menghubungkan paru-paru dengan trakea. Bronkus terdapat di paru-paru kanan dan kiri. Setiap bronkus terdiri dari lempengan tulang rawan dan dindingnya terdiri dari otot halus. Bronkus bercabang-cabang lagi disebut bronkiulus. Dinding bronkiolus tipis dan tidak bertulang rawan.

  1. e.       Pulmo (paru-paru)

Alat pernapasan yang terletak di dalam rongga dada dan di atas diafragma. Diafragma adalah sekat rongga badan yang membatasi rongga dada dan rongga perut. Paru-paru diselubungi oleh selaput elastis yang disebut pleura. Paru-paru terdiri atas dua bagian yaitu paru-paru kiri (dua gelambir) dan paru-paru kanan (tiga gelambir). Di dalam paru-paru terdapat bronkus dan bronkiolus. Bronkiolus paru-paru bercabang-cabang lagi membentuk saluran-saluran halus yang berakhir pada gelembung-gelembung halus atau gelembung paru-paru yang disebut alveolus. Dinding alveolus sangat tipis, namun elastis dan mengandung kapiler-kapiler darah. Pada dinding alveolus terjadi pertukaran oksigen dan karbon dioksida.

 

  1. B.     Mekanisme pernapasan

Proses pernapasan pada manusia terjadi secara sadar maupun tidak sadar.

Pernapasan secara sadar terjadi jika kita melakukan pengaturan-pengaturan saat bernapas, misalnya pada saat latihan dengan cara menarik napas panjang kemudian menahannya beberapa saat lalu mengeluarkannya. Pernapasan secara tidak sadar yaitu pernapasan yang dilakukan secara otomatis dan dikendalikan oleh syaraf diotak, misalnya pernapasan yang dilakukan pada saat kita tidur nyenyak.

Proses respirasi melalui 2 tahap, yaitu

  1. 1.      Pernapasan luar (eksternal)

Merupakan pertukaran gas (o2 dan co2 ) yang terjadi antara udara dan darah yang berlangsung di dalam paru-paru. Di dalam paru-paru akan terjadi pertukaran gas yaitu co2 meninggalkan darah dan o2 masuk kedalam darah melalui proses difusi (perpindahan molekul zat dari hipertonis ke hipotonis).

Reaksinya sebagai berikut:

Hb + O=====è HbO2

 

  1. 2.        Pernapasan dalam (internal)

Merupakan pertukaran gas di dalam jaringan tubuh. Disini oksigen meninggalkan hemoglobin dan berdifusi masuk ke dalam cairan jaringan tubuh.

 

Reaksinya sebagai berikut :

HbO2  ===è Hb + O2

 

Dalam pernapasan terjadi 2 siklus yaitu :  inspirasi(menghirup udara) dan ekspirasi(menghembuskan udara).

Berdasarkan otot  yang berperan, terdapat pernapasan dada dan pernapasan perut.

 

  1. 1.        Pernapasan dada

 

Pernapasan dada disebut juga pernapasan tulang rusuk. Proses inspirasi diawali dengan berkontraksinya muskulus  interkostalis (otot antartulang rusuk), sehingga menyebabkan terangkatnya tulang rusuk. Keadaan ini mengakibatkan rongga dada membesar dan paru-paru mengembang. paru-paru mengembang menyebabkan tekanan udara rongga paru-paru menjadi lebih rendah dari udara luar. Sehingga udara luar masuk kedalam paru-paru. Sebaliknya, proses ekspirasi berlangsung saat muskulus interkostalis berelaksasi sehingga tulang rusuk turun kembali yang mengakibatkan rongga dada menyempit, paru-paru mengecil. Paru-paru mengecil menyebabkan tekanan udara dalam rongga paru-paru menjadi lebih tinggi dari tekanan udara luar, sehingga udara keluar dari paru-paru.

 

  1. 2.      Pernapasan perut

 

Mekanisme proses inspirasi diawali dengan berkontraksinya otot diafragma sehingga diafrgma yang semula melengkung berubah menjadi datar.

Diafragma merupakan sekat yang tersusun oleh jaringan ikat dan otot yang membagi rongga badan menjadi 2 bagian yaitu rongga perut dan rongga dada. Keadaan diafragma yang datar mengakibatkan rongga dada dan paru-paru mengembang. Tekanan udara yang rendah dalam paru-paru menyebabkan udara masuk kedalam paru-paru, proses ekspirasi terjadi saat otot diafragma berelaksasi, sehingga diafragma kembali melengkung yang mengakibatkan rongga dada dan paru-paru mengecil, tekanan udara dalam paru-paru naik sehingga udara keluar dari paru.

  1. C.    Kelainan atau gangguan pada sistem respirasi dan tekhnologi pengobatannya.

 

KELAINAN/PENYAKIT PADA SISTEM RESPIRASI MANUSIA SERTA TEKNOLOGI PENGOBATANNYA

Bebrapa kelainan dan penyakit pada sistem pernapasan pada manusia antara lain sebagai berikut:

  1. a.      Faringitis

Merupakan peradangan pada faring sehingga timbul rasa nyeri pada waktu menelan makanan atau kerongkongan terasa kering. Gangguan ini disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus dan dapat juga disebabkan terlalu banyak merokok.

  1. b.      Pneumonia

Adalah peradangan paru-paru dimana aveolus biasanya berisi cairan dan eritrosit yang berlebihan. Penyakit ini dimulai dengan infeksi dalam alveolus, yaitu membran paru-paru mengalami peradangan dan berlubang-lubang  sehingga cairan dan eritrosit masuk kedalam alveolus. Infeksi ini disebarkan oleh bakteri dari alveolus ke alveolus lain sehingga dapat meluas dapat meluas keseluruh lobus bahkan seluruh paru-paru.

  1. c.       Empisema

Adalah jumlah udara yang berlebihan dalam paru-paru.

Empisema paru-paru ini disebabkan oleh:

  1. Infeksi kronik karena rokok atau bahan lain yang mengiritasi bronkus dengan serius sehingga mengacaukan mekanisme pertahanan normal saluran pernapasan.
  2. Infeksi akibat kelebihan mukus karena peradangan dan edema epitel bronkiolus.
  3. Gangguan saluran pernapasan sehingga kesukaran ekspirasi dan udara yang terperangkap dalam alveolus menyebabkan alveolus menjadi renggang.
  4. d.      Asma

Ditandai dengan kontaksi yang kaku dari bronkiolus yang menyebabkan kesukaran bernapas. Penyempitan saluran pernapasan dapat disebabkan oleh hal berikut :

  1. Sumbatan jalan nafas yang sebagian reversibel.
  2. Radang jalan nafas sehingga merusak sel epitel saluran nafas.
  3. Reaksi yang berlebihan pada jalan nafas terhadap berbagai rangsangan, misal reaksi alergi.

Penderita asma diobati dengan obat-obatan yang disebut bronkodilator. Obat ini tidak diminum atau disuntikkan ke penderita tetapi digunakan sebagai inhaler (dihirup).

  1. e.       Dipteri

Merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri corynebacterium diptherial yang dapat menimbulkan penyumbatan pada rongga faring maupun laring oleh lendir yang dihasilkan bakteri tersebut.

  1. f.       Asfiksi

Adalah gangguan dalam pengangkutan oksigen ke jaringan yang disebabkan terganggunya fungsi paru-paru, pembuluh darah, ataupun jaringan tubuh. Gangguan lain adalah keracunan karbon monoksida yang disebabkan karena hemoglobin lebih mengikat karbon monoksida sehingga pengangkutan oksigen dalam darah berkurang.

  1. g.      Tuberkulosis (TBC)

Merupakan penyakit spesifik yang disebabkan oleh bakteri mycrobacterium tuberculosae. Keadaan ini dapat menyebabkan proses difusi oksigen terganggu karena adanya bintik-bintik kecil pada dinding alveolus.

  1. h.      Hipoksia

Adalah kekurangan oksigen dari dalam jaringan. Bila cukup berat, hipoksia dapat menyebabkan kematian sel-sel. Pada tingkat yang kurang berat akan mengakibatkan

  • Penekanan aktifitas mental, kadang-kadang memuncak sampai koma.
  • Menurunkan kapasitas kerja otot.
  1. i.        Asidosis

Disebabkan meningkatnya kadar asam karbonat dan asam bikarbonat dalam darah yang menyebabkan terganggunya pernapasan.

  1. Sianosis

Adalah kebiruan pada kulit yang disebabkan karena jumlah hemoglobin deoksigenisasi yang berlebihan didalam pembuluh darah kulit terutama kapiler.

  1. k.      Bronkitis

Adalah radang pada bronkus, gejalanya batuk, demam dan sakit dari bagian kepala.

  1. l.        Tonisilitis

Adalah radang yang disebabkan infeksi pada tonsl oleh bakteri. Gejalanya  adalah sakit tenggorokan, sulit menelan dan demam.

  1. m.    Pleuritis

Adalah radang pada selaput pembungkus paru-paru (pleura)

  1. n.      SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome)

Adalah penyakit saluran pernafasan akut yng disebabkan oleh virus.

Gejala penyakit : sakit kepala, demam tinggi (> 380 c), batuk, sesak napas, tenggorokan gatal, lesu dan nyeri tubuh. SARS  disebabkan oleh virus yang disebut sars associated coronavirus (sars-cov).

  1. o.      Kanker paru-paru

Biasanya terjadi Pada usia setengah baya yang sering merokok. Penyakit ini dapat dipicu oleh polusi udara dan polusi asap rokok yang mengandung hidrokarbon termasuk benzopiren.

  1. p.      Rinitis

Adalah radang pada membran mukosa dirongga hidung yang menyebabkan bengkak dan mengeluarkan lendir. Penyakit ini disebabkan oleh alergi terhadap suatu benda atau suasana tertentu.

 

 

 

 

 

 

 

CARA MENGATASI DAN MENCEGAH BERBAGAI PENYAKIT DAN GANGUAN PADA SISTEM RESPIRASI ANTARA LAIN :

 

  1. A. Stetoskop

 

 

 

 

 

 

 

Stetoskop merupakan alat yang digunakan oleh dokter untuk menentukan bagian dari sistem respirasi yang mengalami kelainan, yaitu dengan mengenali suara akibat gesekan udara pernafasan melalui stetoskop.

 

  1. B.     Radiasi menggunakan sinar – X

Radiasi menggunakan sinar – X (rontgen) biasanya dilakukan untuk mendiagnosis penyakit pada alat pernapasan, misalnya kanker paru-paru. Adapun cara kerja alat rontgen adalah sebagai berikut. Pasien menarik napas dalam-dalam dan berdiri tegak menghadap lapisan film. Mesin rontgen berada sekitar  meter belakang pasien. Metode yang umum dilakukan  yaitu PA (Posterior ke anterior), dimana sinar -X akan menyinari  bagian tubuh dari belakang masuk melewati tubuh dan keluar dibagian depan. Bila mesin ada didepan pasien maka sinar –X masuk dari bagian depan dan keluar dari bagian belakang, metodenya disebut AP (Anterior ke posterior).

  1. 1.      Pulmotor

 

Pulmotor merupakan alat yang sering digunakan di rumah sakit untuk melakukan pernapasan buatan terhadap orang-orang yang mengalami gangguan pernapasan karena tenggelam atau shock karena sengatan listrik. Di rumah sakit pulmotor dilengkapi dengan tabung oksigen yang besar atau dibuat instalasi khusus yang dilengkapi dengan klep atau alat khusus dalam setiap ruang pasien.

  1. 2.      Intubasi Endotrakea dan Trakeostomi

 

Cara yang sering digunakan untuk menjaga agar trakea tetap terbuka yang dilakukan terhadap pasien yang baru saja menjalani endotrakea. Caranya adalah dengan memasukan selang dalam trakea. Selain intubasi endotrakea, ada cara lain yang sering dilakukan oleh ahli bedah trakeostomi. Trakeotomi biasanya dilakukan untuk memasukkan alat yang difungsikan untuk mengeluarkan sekresi dari cabang bronkus (bronkiolus) atau saluran pernapasan lain untuk meningkatkan kerja paru-paru.

  1. 3.      Oxygen catheter atau Oxygen cannula

Alat ini biasanya digunakan untuk mengalirkan oksigen ke dalam lubang hidung. Cara ini biasanya dilakukan terhadap pasien yang sulit bernapas.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

  1. Kesimpulan

Di dalam sistem pernapasan  oksigen merupakan hal utama yang dibutuhkan dan berdasar kepada kebutuhan oksigen. Pernapasan  seluler dibagi menjadi pernapasan aerop dan anaerob.

Secara garis besar pernapasan merupakan pemecah glukosa dengan bantuan-bantuan enzim untuk menghasilkan energi. Pernapasan pada manusia menggunakan paru-paru. Jalur pernapasan manusia adalah sebagai berikut :

Rongga hidung => faring => laring => trakea => bronkus =>bronkilius, aveolus. Pertukaran/difusi O2 dan CO2 pada paru-paru  terjadi pada dibagian alveolus.

Pernapasan melibatkan 2 proses yaitu  menarik nafas (inspirasi) dan mengeluarkan nafas (ekspirasi) berdasarkan organ-organ yang terlibat.

Pernapasan dibagi menjadi  2 yaitu pernapasan  dada dan pernapasan perut.

Dalam keadaan normal volume udara pernapasan  500- 3500ml, Yang terdiri dari 500 ml volume tidal, 1500ml komplementer dan 1500 ml udara suplementer. Kapasitas vital paru-paru ditambah udara residu tersebut kapasitas total.

Ada beberapa gangguan dan kelainan yang menyerang alat pernapasan antara lain : faringistis, pneumonia, emfisema paru-paru, asma, dipteri, asfiksi, tuberkulosis (TBC), hipoksia, asidosis, sianosis, bronkitis, tonsilitis, pleuritis, SARS, kanker paru-paru dan rinitis.

Teknologi pengobatan untuk mengatasi dan mencegah berbagai penyakit dan gangguan pada sistem rsepirasi antara lain sebgai berikut : stetoskop, radiasi menggunakan sinar – X, pulmotor, intubasi endotrakea dan trakeostomi, oygen catheter atau oygen cannula

  1. Saran dan Kritik

Bertitik tolak dari penulisan makalah ini, penulis merasa perlu memberikan  saran sebagai berikut:

  1. Perlu adanya usaha usaha untuk  mencegah sistem respirasi pada manusia yang rentan terhadap penyakit pernapasan.
  2. Menyadari bahwa sistem respirasi berkaitan dengan lingkungan.
  3. Penulisan makalah ini tidak luput dari kesalahan dan kekeliruan, oleh karena itu kritik dan saran yang sifatnya membangun demi menyempurnakan makalah ini sangat diharapkan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

  • Aryulina, Dyah, dkk. 2004. Biologi 2 SMA dan MA untuk kelas IX. Jakarta :ESIS.
  • Pratiwi, D.A, dkk. 2007. Biologi untuk SMA dan MA kelas IX jilid 2. Jakarta : Erlangga.

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s