BETWEEN LOVE AND HATE

Autor : shina hwaiting iputa

Cast : Lee hyuk jae of super junior

Lee hyo ra (kamu)

Kategory : nc , kekerasan, romance

Ini kisah asli dari curhatan seseorang Cuma yang adegan pribadinya autor karang sendiri.

No bashing no plagiat, i hate them all.

 

senja disiang hari..

Waktupun semakin berlalu..

Berapa lama lagi ku harus menunggu..

Kedatangan dirimu dihidupku..

Cintamu tak terduga kapan datangnya…

Dia hadir tanpa ku sadari itu..

Padahal kita selalu bersama-sama tiap saat..

Menjalani hidup dijalan yang berbeda..

Tak pernah aku menginginkannya..

Salahkah aku bila aku mencintaimu sedalam ini..

Walau kau menjalin cinta dengan dia..

Tapi takdir mempertemukan kita lagi..

Untuk bersama menggapai asa yang pasti..

Autor pov

Cerita ini bermula dari 2 orang keluarga yang sama-sama bermarga lee bersahabat baik bahkan lebih dari sahabat melainkan seperti saudara. Hingga keduanya membangun sebuah perusahaan yang semakin mempererat keduanya. Tapi anak dari keduanya tidak pernah bisa akur jika bertemu. Hyora adalah gadis judes dengan gigi kawat dan kacamata yang selalu bertengger dimatanya sedangkan hyukjae adalah namja jahil yang selalu suka meledek hyora karena mereka selalu bersekolah ditempat yang sama.

Tapi saat SMA hyora berubah total dari penampilan cupu menjadi lebih modis yang membuat hyukjae gelagapan. Saat ini adalah awal kuliah mereka yang kuliah di INHA university sama-sama jurusan management bisnis. Saat akan memasuki kelas hyora ditabrak hyukjae yang juga memasuki kelas yang sama.

“Aish.. heh kunyuk kalau jalan lihat-lihat donx. Orang segede gini main tabrak aja” sinis hyora.

“Apa kau bilang dasar gadis ikan” balas hyukjae.

“Seneng banget sih ngikutin aku. Masa’ sekolah selalu aja sekelas bosen tauk lihat wajah monyetmu”

“Jodoh kali. Aku juga bosen selama sekolah slalu aja ketemu”

“Udah ah minggir aku mau lewat”

Hyora mendorong hyukjae masuk agar dia juga bisa masuk. Hyukjae hanya nyengir malu dilihat teman-temannya dan dia berjalan menuju bangku yang tersisa yaitu didekat hyora.

“Aish.. kau ini senang sekali mengikutiku” ketus hyora setelah hyukjae duduk.

“Salahkan orangtua kita. Mereka tuh yang maksa kita sekolah ditempat yang sama”

“Bodoh amat”

Pukul 4 sore waktu kuliah berakhir.

Semua anak-anak kampus INHA university mulai menapakkan kakinya keluar ruangan masing-masing kelas. Hyukjae melangkahkan kampus menuju parkiran mobilnya dan ternyata hyora juga berjalan didepannya. Hyukjae menyalipnya karena jalan hyora lelet.

“Hey! Anak manja apa nggak ada kerjaan selain ngekor mulu” ketus hyora sinis.

“PD sekali. Kebetulan saja kita searah karena mobil kita diparkir ditempat yang sama. Kau bawa mobil kan?” ujar hyukjae santai yang tetap berjalan didepan hyora.

“Aish… pabo kenapa aku lupa kalau ini arah menuju parkiran.” Runtuk hyora dalam hati.

***

Malam harinya keluarga hyora mengadakan makan malam dengan keluarga hyukjae. Hyora maupun hyukjae diam tidak berkomentar apa-apa, hanya orangtua yang terus mengobrol seru hingga ibu hyukjae menyadari kecanggungan mereka.

“Kenapa pada diam saja!” ucap umma hyukjae.

“Anio. Enak adjuma Cuma lagi sariawan” ucap hyora sambil nyengir.

“Owh…”

“Hyora-ya. Ajak hyukjae jalan-jalan ditaman belakang” perintah appa hyora.

Tanpa diperintah dua kali hyora mengajak hykjae pergi ditaman belakang dan duduk disebuah bangku yang sudah ada disana semenjak hyora kecil. “Sepertinya orangtua kita lagi mau menjodohkan kita didalam” celetuk hykjae.

“Amit-amit. Aku nggak sudi nikah sama kamu lagian aku sudah punya namjachingu yang lebih tampan darimu”

“Aku juga malas berurusan dengan yeoja sadis sepertimu yang nggak bisa diajak berteman”

“Lagian sapa juga yang mau berteman dengan orang yang berotak yadong sepertimu. Makanya semua yeoja ilfil melihatmu”

“Apa kau fikir otakku seperti itu. Itu semua Cuma nontonan untuk belajar jika aku menikah nanti. Lebih enak praktek daripada Cuma lihat” ucap hykjae yang langsung mendapat jitakan dari hyora. “Appoyo.. kau ini enak sekali main jitak jidat orang seenakmu”

“Kau ini tidak sopan makanya ku jitak biar otakmu tidak bergeser lagi”

“Dasar yeoja gila!” lirih hykjae yang masih bisa didengar hyora. “Apa kau bilang. Coba ulangi..”

“Aku tidak bilang apa-apa?”

Hyukjae sebenarnya memendam rasa kepada hyora sementak dia SMA tapi karena hyora mengibarkan bendera permusuhan hingga membuat hyukjae selalu memendamnya. Ditambah hyora yang sudah punya namjachingu.

Mereka dari kecil sampai berumur 23 selalu saja bertengkar dan selalu bersaing dalam segala bidang. Bahkan saat ini mereka bekerja ditempat yang sama tapi tetap tidak bisa akur.

Walau hyukjae mencoba melupakan rasa itu dan menjalin cinta dengan yeoja tapi tetap hatinya tidak mau melupakan hyora. Terlalu dalam mungkin cinta hyukjae untuk hyora hingga hatinya tidak mau bersatu dengan fikirannya.

Pada suatu hari saat rapat berlangsung tiba-tiba saja ayah hyora jatuh pingsan karena penyakit jantung yang di deritanya kambuh. Dengan segeranya hyukjae dan appanya membawa kerumah sakit diikuti juga dengan hyora. Hyora tak kuasa menahan tangis saat melihat ayahnya dibawa ke UGD. Beberapa hari dirawatpun keadaannya juga belum membaik. Malam ini hyukjae menemani hyora menjaga sang ayah karena hyora menyuruh ibunya agar pulang karena itulah hyukjae yang menemaninya.

“Hyo ayo kita cari makan dulu dari siang kamu belum makan? Kamu pasti juga laparkan” ajak hyukjae yang duduk disebelah hyora diluar ruangan.

“Aku sedang tidak ada minat untuk makan. Kalau kamu lapar kamu pergi saja aku tidak apa-apa disini sendirian” ucap hyora lemas tak kuasa menahan isal.

“Tidak baik kalau kamu membiarkan perutmu kosong. Appamu pasti tidak apa-apa kalau kita tinggal sebentar” bujuk hyukjae reflek memegang tangan kiri hyora. “Uljima hyo! Appamu pasti sembuh kok percaya deh sama aku. Tuhan pasti kasih jalan yang terbaik, ayo kita cari makan dibawah” lanjut hyukjae menghibur.

Hyora hanya mengangguk dan mengikuti langkah hyukjae menuju kantin rumah sakit. Hyukjae memesan nasi goreng kimchi dan coffee latte untuk mereka berdua.

“Hyukie gomawo ternyata kamu ini orangnya baik juga walau tengil”

“Aku sudah menganggap lee adjushi seperti appa karena marga appa kita sama. Kau tidak usah memikirkan hal yang aneh-aneh”

Ini adalah pengalaman pertama mereka bisa akrab hampir selama 23 tahun, apakah ini akan berlanjut atau nanti akan berantem lagi, heeem… kita lihat aja kelanjutan ceritanya.

Seminggu kemudian appa hyora sadar walau keadaannya sudah diujung nyawa. Seluruh keluarga hyora larut dalam kesedihan bahkan keluarga hyukjae yang sedang datang menjenguk juga ikut sedih karena mereka sahabat dari kecil.

“Ma. Appa sudah tidak kuat lagi” ucap appa hyora yang terlihat sangat lemah.

“Appa jangan bilang begitu. Appa harus kuat” ucap umma hyora tak kuasa menahan tangis.

“Appa jangan ngomong begitu. Hyora nggap sanggup kalau harus kehilangan appa sekarang. Karena appa adalah hidup hyora” ucap hyora disela isak tangisnya.

“Tapi appa merasa bahwa waktu appa sudah tidak lama lagi. Tapi sebelum appa pergi appa punya satu permintaan sama kamu?” ucap appa hyora lagi.

“Apa itu? Kalau hyora bisa pasti hyora akan menuruti permintaan appa” ucap hyora menghapus air mata yang mengalir kepipinya.

“Kamu pasti bisa karena appa minta kamu menikah dengan hykjae”

Keduanya sangat terkejut dengan pernyataan dari appa hyora.bahkan sepertinya kadua orangtua hykjae juga terkejut dengan pernyataan sahabatnya itu.

“Hajiman..” ucap hyukjae ragu.

“Wae hyuk. Kamu maukan memenuhi keinginan adjushi yang sederhana ini. Karena adjushi ingin ada yang menggantikan adjushi menjaga hyora” tanya appa hyora.

“Baiklah kalau itu memang keinginan adjushi” jawab hyukjae mantap lalu menoleh kearah hyora.

Hyora tertunduk dan menangis mendengar pernyataan tersebut. Hyukjae paham bukan ini yang hyora inginkan tapi ini juga kesempatan bagi hyukjae agar bisa dekat dengat hyora, wanita yang dicintai selama beberapa tahun kebelakang.

Umma hyora dan keluarga hyukjae sibuk menyiapkan acara pernikahan yang akan dilaksanakan secepatnya. Tapi hyora dan hyukjae malah bertengkar.

“Hey! Kunyuk aku tidak mau menikah denganmu. Aku ini cintanya Cuma sama Donghae saja jadi jangan harap aku mau sama monyet kaya’ kamu” Tukas hyora dengan sadis.

“hoooeee… kamu fikir aku juga mau apa! aku mau juga karena menuruti semua permintaan adjushi. Aku saja sebagai orang lain ingin dia bahagia tapi kenapa kamu sebagai anaknya malah bersikap kekanak-kanakan” tandas hyukjae.

“Kalau sama orang lain mungkin aku bisa toleran tapi kalau sama monyet kaya’ kamu aku nggak sudi. Ingat kita nikah selama 6 bulan setelah itu kita cerai kalau perlu langsung talak 3”

“Terserah..”

Sebenarnya dihati uring-uringan mendengar semua penuturan hyora tapi dia berusaha bersikap tenang karena dia seorang laki-laki. Padahal ini adalah satu kesempatan langka buat hyukjae untuk bersatu dengan orang yang dicintainya.

“Aku tidak peduli dengan yang kamu lakukan dengan Donghae diluar sana tapi kalau ada apa-apa sama adjushi aku tidak mau disalahkan sebagai suami tak bisa mengatur istri. Itu semua kamu yang tanggung jawab”

“Mwo!! Kenapa aku?”

“Karena itu kamu yang berbuat. Jangan lupa jaga harga diri pernikahan kita nanti”

“Dasar monyet.”

“Gadis kodok”

“Awas kau hyukjae..”

***

Suasana kini keluarga hyukjae mulai mempersiapkan keperluan untuk pernikahan. Sedangkan hyora awalnya bertengkardengan Donghae tapi setelah dijelaskan keadaan mereka kembali.

Pernikahan itupun dilaksanakan secara sederhana karena permintaan appa hyora yang secara mendadak. Pernikahan ini dilakukan dengan harapan appa hyora segera membaik. Tapi memang pernikahan ini membawa keajaiban bagi appa hyora karena keadaannya mulai membaik.

Sedangkan hyukjae dan hyora malah bertengkar dirumah yang telah disiapkan orangtua hyukjae untuk mereka.

“Ih.. apaan sih dekat-dekat” bentak hyora saat hyukjae duduk disebelahnya.

“Kamu tuh yang apaan. Kita ini sudah suami istri jadi…” belum sempat hyukjae menyeleseikan omongannya hyora sudah memotong.

“Eh.. ingat! Kita ini Cuma menikah pura-pura dan kita sebentar lagi akan bercerai” bengas hyora.

Hyukjae yang malas mendengar ocehan hyora langsung keluar menuju beranda untuk menenangkan fikirannya. Walau terus memaksa hyora tapi tetap saja hyora tidak mau. Dan kejadian ini berlangsung selama sebulan, tapi hyukjae juga semakin gencar mencari cara agar bisa membuatnya semakin dekat dengan hyora.

Pada suatu hari orangtua hyora menginap dirumah mereka. Hyukjae yang juga dekat dengan appa hyora menceritakan masalah hubungan mereka karena hyukjae menganggap appa hyora lebih berpengalaman.

“Apa yang harus hyukie lakukan pa” ucap hyukjae menghela nafas.

“Appa dan umma dulu juga begitu tapi sekarang kau bisa lihat sendiri bagaimana?”

“Apa hyukie harus sedikit kasar pa agar hyora bisa sedikit baik dan bisa menghormati hyukie sebagai suaminya?” ucap hukjae sedikit putus asa.

“Itu tidak  oleh. Pria sejati tidak boleh kasar terhadap wanita. Harus bisa menjaga dan melindunginya dengan segenap kasih sayang yang kaum pria miliki. karena wanita itu terlahir bukan untuk disakiti tapi untuk dilindungi” tutur appa hyora.

“Bukan kasar yang seperti itu pa yang hyukie maksud?”

“Tapi tidak sampai melukai hyora kan?”

“Tenang saja pa. Hyukie menyayangi hyora jadi tidak mungkin melukai hyora”

“Kalau begitu terserah kamu yang penting kalian bisa dekat”

Hyukjaepun berfikir apa yang bisa dia lakukan agar hyora bisa takhluk padanya.

***

Sedangkan sekarang ini hyora pergi bersama dengan Donghae menyusuri sungai han untuk melihat pemandangan siang hari.

“Jagi sampai kapan kita akan seperti ini. Aku ingin seperti yang lainnya bisa jalan-jalan biasa dan bisa menjemputmu langsung dirumahmu” ucap Donghae.

“Mian oppa” ucap hyora sedikit merasa bersalah.

“Aku merasa kita ini seperti sedang berselingkuh saja jagy”

“Kenapa! Kau bicara begitu jagy”

“Kalau aku menyuruhmu memilih. Kau akan pilih siapa diantara aku dan permintaan orangtuamu”

“Kau ini kenapa oppa. Bukankah kau tau aku sangat mencintaimu oppa jadi untuk apa kau bertanya seperti ini”

“Aku sudah tau apa jawabanmu hyora. Kau tidak akan mungkin meninggalkannya karena dia sudah lama menyukaimu. Dia tidak akan mungkin melepaskanmu” ucap Donghae dalam hati.

“Oppa kenapa melamun?”

“Anio. Apa kau yakin hyukjae mau menceraikanmu”

“Mau tidak mau dia harus mau”

“Bagaimana dengan orangtuamu? Apa kau sudah mempertimbangkan tentang mereka.”

“Aku bimbang oppa. Aku takut appa meninggal karena kekonyolanku tapi aku tidak suka dengan monyet itu”

“Pikirkan dulu jagy. Oppa juga tidak mau kau sampai menyesali semuanya. Penyesalan selalu datang diakhir cerita bukan diawal”

“Ne oppa. Aku akan fikirkan lagi tapi maukah oppa membantuku meyakinkan keputusanku”

“Pasti”

Malam hari hujan deras mengguyur kota seoul. Hyukjae memikirkan cara yang jitu agar hyora bisa mencintainya. Hyukjae yang masih terjaga melirik seseorang yang tertidur lelap disampingnya, hyukjae bimbang apakah tidak ada cara agar hyora mencintainya?!

Dimalam berikutnya orangtua hyora asyik melihat Tv dibawah sedangkan hyukjae dikamar dengan hyora yang sedang memasukkan baju yang dilipatnya kedalam lemari. Hyukjae mendekatkan diri pada hyora dan memeluknya dari belakang.

“Ih apaan sih! Minggir.. jangan dekat-dekat” ucap hyora mencoba melepaskan pelukan hyukjae.

“Kita ini suami istri hyo” ucap hyukjae semakin mengeratkan pelukannya.

“Tapi kita sebentar lagi bercerai. Jadi cepat lepaskan aku!!”

“Ani. Tidak ada perjanjian kalau aku tidak boleh menyentuhmu sebagai istrimu”

“Tapi aku tidak mau melakukannya denganmu.. pergi!!”

Hyukjae hanya tersenyum mengingat semua yang sudah direncanakan. Dia membekap tubuh hyora dan menjatuhkan hyora diranjang serta mengikat tangan hyora di besi atas tempat tidur mereka. Hyora terus meronta tapi kekuatannya kalah jika dibandingkan dengan hyukjae.

“Sekarang kamu nggak bisa apa-apa” ucap hyukjae tersenyum sinis.

“Lepaskan aku pabo!” teriak hyora geram dengan tangannya yang terikat keatas.

“Teriak saja disini kedap suara jadi mau teriak sampai suaramu habis mereka tidak akan pernah mendengar teriakanmu”

“Pokok cepat lepaskan aku! Aku tidak mau jika harus melayani namja yadong sepertimu”

“Kamu itu sudah tidak bisa apa-apa lagi. Jadi terima saja apa yang akan aku lakukan padamu”

Hyukjae yang duduk ditepi ranjang semakin mendekatkan dirinya pada hyora dan mencoba menciumnya. Hyora memalingkan wajahnya untuk menghindari ciuman hyukjae. Hyukjae memegang kuat kepala hyora agar tidak bergerak dan segera mencium bibir hyora dengan ganasnya tak lama kemudian ciumannya turun keleher jenjangnya sehingga membuat hyora mengerang.

“Hyuk jangan lakukan ini. Lepaskan aku!! Ini salah” ucap hyora yang menahan desahannya.

Hyukjae tak mengindahkan permintaan hyora dan terus saja menciumi leher hyora dan memegang kedua dada hyora meremasnya dengan pelan hingga membuat hyora mengigit bibir bawahnya. “Ahh.. ouh.. hyuk.. jangan…”

Hyukjae meremasnya pelan dan kemudian membuka kancing piyama hyora dan tangannya menuju punggung hyora mencari pengait bra  hyora. Hyukjae mendekatkan mulutnya kepayudara hyora menggantikan tangannya yang meremas payudara. Hyukjae langsung menyusu pada payudara hyora seperti seorang bayi yang sedang kelaparan. “Hyuk.. jangan..” Hyora terus menyuruh hyukjae berhenti tapi hyukjae malah tambah bersemangat dan tangan kanannya mulai meraba kebagian bawah hyora, menarik celana panjangnya dan masuk kedalam paha hyora mengelusnya perlahan sampai kevaginanya. Vaginanya sudah terasa basah dan hangat karena hyora sudah terangsang. “Kamu ini nolak-nolak tapi basah juga” ucap hyukjae sambil tersenyum evil. Hyora mulai menitikkan airmatanya saat hyukjae menarik celana panjangnya dan celana dalamnya. Hyora mengapitkan kedua pahanya hingga hyukjae membukanya dengan paksa, hyora terus berontak dengan apa yang akan dilakukan hyukjae.

Hukjae mengenduskan kepalanya kepaha hyora dan mengecup vagina hyora yang sudah memerah karena basah, hyukjae menjilat dan menyedotnya dengan kuat hingga membuat hyora mendesah hebat. “Hyukie.. ahhh….” hyora mendesah tanpa meminta hyukjae berhenti.

Kini hyukjae bangkit dan membuka seluruh pakaiannya. Hyora terkejut melihat postur hyukjae yang jangkung dan meneteskan lagi airmatanya. Hyukjae segera mendekat dan melebarkan kaki hyora yang berusaha memberontak lagi.

“Hyuk aku benar-benar mohon jangan lakukan ini” pinta hyora memelas.

Hyora berusaha memohon pada hyukjae disela isakannya, tapi hyukjae tidak peduli dan menggesek-gesekan juniornya di lubang vagina hyora sesaat dan menusukkan juniornya kelubang sempit itu hingga membuat hyora berteriak kesakitan didaerah vaginanya.

“Aaaaaaaaa… appo… hyukie sakit..”

“Tahan sayang setelah ini kau akan merasa nikmat”

“Sakit…”

Hyora terus saja berteriak dan menangis. Hyukjae juga kesakitan karena lubang vagina hyora sangat sempit. Hyukjae mendiamkannya sebentar dan terkejut melihat kebawah ternyata ada noda darah segar yang ada disela lubang vagina hyora. Hyukjae tersenyum senang karena dia adalah orang pertama yang melakukan ini pada hyora, dia berfikir ternyata Donghae yang dulunya preman dan musuh SMAnya tidak sanggup merenggit keperawanan hyora. Hyora mulai terbiasa dan hyukjae menggenjot juniornya hingga hyora berorgasme akibat ulah hyukjae yang ganas. Hyora sudah dua kali orgasme tapi hyukjae belum puas karena dia belum keluar, hyora sudah mulai hilang kesadaran tapi hyukjae terus menggenjotnya hingga merasa sesuatu berkedut dijuniornya. Ditekannya juniornya semakin dalam saat spermanya keluar membasahi rahim hyora.

Badan hyukjae sedikit lemas setelah mengeluarkan cairannya, dia terjatuh disamping hyora dan melepaskan ikatan hyora yang kemudian dia cium. “Hey! Kita akan punya anak..” mendengar kata hyukjae air mata hyora keluar lagi hingga akhirnya hyukjae merengkuhnya dalam pelukannya.

Setelah kejadian malam itu hyukjae dan hyora hanya diam tak bertegur sapa bahkan hyukjae memilih pindah dikamar sebelah kamar utama untuk menghindari hyora. Hyora juga memilih diam saja saat mereka berdua dikantor. Dan Kejadian ini sudah berlangsung selama sebulan lebih.

“Bagaimana hyuk apa ada perubahan dengan hubungan kalian” tanya appa hyora saat datang keruangan menantunya.

“Sepertinya tidak ada perubahan pa. Malah sepertinya dia jijik sama hyukie pa” jawab hyukjae putus asa.

“Bersabarlah nanti dia juga akan luluh sendiri”

“Iya pa”

*malam harinya.*

Malam ini hyora duduk didepan Tv sambil memakan banyak camilan. Akhir-akhir ini dia merasa dia selalu merasa lapar dan lelah jika terlalu lama duduk didepan komputer dan laptopnya. Sepertinya dia harus mengurangi aktifitasnya itu agar tidak membuatnya pusing dan lelah.

Hyukjae menutup pintu perlahan supaya tidak menimbulkan bunyi, dia melewati hyora yang sedang melihat drama didepan Tv, hyukjae heran dengan perubahan hyora yang akhir-akhir ini yang gampang sekali sensitif perasaannya bahkan menangis walau hanya melihat drama menyedihkan. Hyukjae hanya geleng-geleng melihat tingkah istrinya dan melangkahkan kakinya menuju kamar dan merebahkan tubuhnya yang kelelahan diranjang.

“Apa aku harus melepaskannya?! menceraikannya?! Aku sudah menyakitinya dengan memaksanya mencintaiku. Aku tidak mau egois pada orang yang kucintai selama ini. Aku harus bisa melepaskannya walau aku tidak yakin bisa bernafas tanpanya. Tuhan! Tolonglah aku yang bimbang ini” ucap hyukjae pada diri sendiri. Hingga terdengar suara hyora berlari kekamar mandinya dan muntah-muntah. “Hueeekk…” hyukjae langsung menghampirinya.

“Mian aku pinjam kamar mandinya. Dikamarku sedang macet airnya huueekk..” ucap hyora yang langsung muntah lagi.

“Gwaencha hyo..” ucap hyukjae memijat tengkuk hyora.

“Nan gwaenca. Aku hanya mual saja mungkin karena kebanyakan ngemil hueekk…”

“Kuantarkan kedokter saja. Kau terlihat menderita”

“Andwae. Aku tidak apa-apa hyuk aku hanya…” belum sempat menyelesaikan ucapannya hyora pingsan dan dengan sigap hyukjae menangkapnya menggendongnya keluar kamar mandi. Hyukjae membaringkan hyora diranjangnya.

Hyora mengerjapkan matanya karena sinar matahari mulai menyergapnya melalui celah-celah jendelanya. Hyora menoleh kesamping dan mendapati hyukjae tertidur disampingnya mengenggam tangan hyora dengan erat. Hyora beranjak dan melepaskan tangannya perlahan kemudian berjalan kekamar mandi untuk bersiap-siap kekantor.

Pada saat makan siang dengan Donghae, Hyora makan dengan lahap dan menghabiskan makanan dalam porsi yang besar. Donghae heran melihat perubahan sang kekasih dalam beberapa hari terakhir ini.

“Kau seperti tidak makan sebulan saja” ledek donghae.

“Aku lapar sekali. Aku juga heran kenapa aku ingin sekali makan banyak akhir-akhir ini” ucap hyora yang langsung menyuapkan steak pedas kemulutnya.

“Tumben juga kau suka pedas bukannya kau punya masalah pencernaan. Kau ini mirip orang nyidam jagy”

“Entahlah! Mana mungkin aku hamil. Orang hamil kalau sudah melakukan ‘itu’ beberapa kali sedangkan hyukjae memperkosa malam itu dan hanya sekali jadi tidak mungkin langsung jadi oppa”

“Siapa tau saja. Aku jadi merasa seperti selingkuhanmu jika kau benar hamil. Kau istri orang tapi berpacaran dengan namja lain”

“Oppa jangan bicara seperti itu. Walau aku hamil aku tidak mau dengan hyukjae dia brengsek dia memperkosaku malam itu. Oppa aku mau menikah denganmu saja”

“Dia itu suamimu jagy. Sudah kewajibanmu menjalankan tugasmu sebagai istri yang melayaninya”

“Augh..” rintih hyora merasakan perutnya sakit hingga meletakkan kepalanya dimeja dan meringis kesakitan. “Oppa sakit…..” lanjut hyora dengan sebelah tangannya yang masih memegangi perutnya.

“Kau kenapa? Apa sakitmu kambuh sudah kubilangkan jangan makan pedas” ucap donghae panik.

***

Hyukjae lari terengah-engah menuju lorong rumah sakit setelah mendapat telpon dari donghae kalau hyora masuk rumah sakit. Hyukjae menghampiri donghae yang sedang diluar ruang tunggu.

“Hae-ya..” sapa hyukjae.

“Hyukjae..”

“Apa yang terjadi dengan hyora”

“Bisa kita bicara ditempat lain agar lebih santai.”

Hyukjae mengikuti langkah donghae yang menuju cafe didepan rumah sakit. “Ada apa?! apa kau mau memintaku melepaskan hyora untukmu” tanya hyukjae putus asa.

“Maksudmu?!” ucap donhae mengerutkan dahinya tanpa tak mengerti.

“Kau pasti mau memintaku untuk melepaskan hyora? Mana ada kekasih yang melepaskan pacarnya menikah dengan namja musuhnya dijaman SMA”

“Kau masih mengingat hubungan buruk kita dulu. Tapi yang mau ku bicarakan lebih penting daripada itu”

“Tenang saja aku akan segera mengurus surat perceraianku dengan hyora. Aku tidak mau egois dengannya? Dia mencintaimu aku akan merasa bersalah jika memisahkan kalian gara-gara cinta sepihakku”

“Kau yakin mau melepaskan hyora padaku. Bagaimana dengan anakmu jika kau bercerai dengan ibunya” ucap donghae tersenyum penuh arti.

“Apa maksudmu hae”

“Kau tidak tau kalau hyora hamil anakmu. Dia masuk rumah sakit karena tadi nyidam makanan pedas padahal perutnya bermasalah dengan cabe”

“mwo?! Hyora hamil”

“Ne. Hyora hamil dan itu anakmu karena aku tidak pernah berbuat hal yang terlalu jauh dengannya. Chukae..”

“Gomawo hae.”

“Ne. Jaga hyora dan bayimu baik-baik kalau tidak aku akan merebutnya kembali”

“Kalau aku menyakitinya aku sendiri yang akan menyerahkannya padamu. Tapi aku jamin itu tidak akan pernah terjadi karena aku tidak akan melepaskannya. Aku permisi dulu hae!”

Hyukjae kembali menyusuri lorong rumah sakit dengan senyuman lebar diwajah selalu menghias. Dia membuka pintu pelan menghampiri hyora yang masih terbaring diranjang pasien.

“Pergi. Untuk apa kau disini” usir hyora.

“Hyo kenapa kau bersikap begini padaku?” ucap hyukjae sedih.

“Aku tidak menginginkan anak akibat ulah bejatmu. Apa belum puas kau menghancurkan hidupku harus menikah denganmu dan mengandung anak akibat ulah bejatmu. Dan kau juga mendiamkanku seolah-olah tidal terjadi apa-apa setelah malam itu” bentak hyora yang beruraian air mata.

“Mian hyo” ucap hyukjae yang langsung memeluk hyora yang masih menangis. “Kau boleh mengatakan aku ini brengsek, pengecut, bejat karena memaksamu. Tapi aku tulus mencintaimu entah kapan datangnya walau aku mencoba menghilangkannya tapi aku tidak bisa. Aku senang sekali waktu ayahmu memintaku menikahimu karena itu aku berarti bisa memilikimu sepenuhnya. Aku nggak pernah bermaksud untuk melukaimu”

“gajimal..”

“Aniyo. Aku hanya ingin kita bahagia bersama keluarga kecil kita hyo. Semua ini memang salahku hyo yang menghamilimu tapi aku rela melepasmu untuknya jika itu yang terbaik”

“Setelah kau menghamiliku kau mudah sekali bicara semudah itu. Kau fikir donghae mau menerima bekasmu. Argh… aku malu pada donghae?” ucap hyora menutup mukanya didada hyukjae.

“Dia tidak akan marah padamu dan aku juga tidak akan melepaskanmu semudah itu. Hyo saranghe..”

“Nado hyuk..” balas hyora mengeratkan pelukannya pada hyukjae. “Maafkan aku hyuk. Aku tidak tahu kalau kau begitu tulus padaku, aku benar-benar bodoh terus saja menjauhimu padahal aku ini istri sah kamu tapi aku malah berharap sama orang yang belum tentu cintanya setulus kamu. maafkan aku hyuk”

“Aku sudah memaafkanmu dari dulu”

“Gomawo sayang”

“Ye”

Kini keduanya memulai dari awal lagi, menjalani hidup dengan penuh warna dan suka cita.

-Fin-

Mian  reader kalau ff ini agak gaje isinya karna autor lagi badmood getho waktu buatnya karena lagi ada masalah.

Insaalah ini nanti ada sequelnya.

2 thoughts on “

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s