FF 1 SHOOT// BECAUSE BABY

Because Baby

 

Autor :shina hwaiting iputa^____^

Cast : lee sungmin

choi hyun ah

Kim raeyoon

==============================================================

Sungmin adalah pria tampan yang menikah setahun yang lalu dengan wanita yang bernama choi hyun ah. Diawal pernikahan hidup mereka baik-baik saja tapi setelah hampir setahun tidak memiliki anak orangtua sungmin mulai menyinggungnya.

Pagi ini hyun ah duduk ditaman samping sambil merasakan betapa sepi rumah tangganya tanpa kehadiran seorang bayi ditengah-tengah mereka.

“Chagi. Apa yang sedang kau fikirkan?” ucap sungmin yang memeluk tubuh hyun ah dari belakang.

“Ani. Aku hanya berfikir aku ini wanita tidak sempurna karena tidak bisa memberikan seorang bayi ditengah-tengah kita.” Balas hyun ah.

“Tenanglah jagy. Mungkin tuhan belum mempercayakannya pada kita berdua untuk memiliki anak” hibur sungmin.

“Aku sangat ingin mempunyai anak yeobo. Apa lebih baik kau menikah lagi yeobo?”

“Husttt.. apa yang kau katakan? Aku tidak mau menikah lagi. Kau fikir mudah membagi cinta” ketus sungmin.

“Bukan begitu yeobo maksudku?” ucap hyun ah mengelus wajah cute sungmin.

“Aku tidak suka jika kau bicara seperti itu yeobo. Kaulah orang yang akan melahirkan anak-anakku”

“Ne yeobo”

 

Makan malam dirumah keluarga sungmin.

Dulu keluarga sungmin sangat pehatian kepada hyun ah sebagai menantu baru, tapi beberapa bulan ini keluarga sungmin cenderung menyindir karena belum punya anak walau sudah menikah selama setahun. Tapi dimalam ini ada sesuatu yang sangat mengejutkan yang akan menimpa rumah tangganya.

“Ada apa? tumben disini semua pada berkumpul” tanya sungmin yang duduk disamping hyun ah.

“Kami ingin kau menikah lagi dengan putri keluarga Kim yang bernama Raeyoon” jawab eomma sungmin yang membuat sungmin dan hyun ah kaget.

“Eomma apa yang kau katakan didepan hyun ah. Aku ini sudah menikah mana bisa menikah lagi” ucap sungmin sedikit emosi.

“Sekarang bahkan kau berani melawan eommamu. Ini supaya kau cepat bisa mempunyai keturunan” bentak eomma sungmin.

“Aku tidak mau” balas sungmin sambil menggenggam tangan hyun ah dengan erat.

“Mau tidak mau minggu depan kau harus bertemu dia”

“Aku tidak mau” ucap sungmin yang kemudian beranjak pergi serta membawa hyun ah keluar dari rumah orangtuanya.

 

Dimobil.

Sungmin masih terdiam begitun dengan hyun ah. Keduanya masih sama-sama shock dengan perkataan ibu sungmin.

“Tenanglah! Aku akan bicara lagi pada eoma agar dia membatalkan niatnya itu” ucap sungmin memecah keheningan.

“Jangan yeobo! Ini juga pasti eomma lakukan juga demi kebaikanmu” ucap hyun ah dengan sabar.

“Tapi aku tidak mau jagy, aku tidak mencintainya”

“Kita mengenal nggak Cuma sehari yeobo. Aku percaya kalau hatimu hanya untukku yeobo”

“Kau sangat baik jagy tapi kenapa eomma memperlakukanmu dengan tidak baik. Aku sebagai anaknya malu padamu” ucap sungmin langsung memeluk hyun ah dengan erat dan menangis.

Hyun ah meneteskan air mata tapi segera dihapusnya agar sungmin tidak mengetahui kalau hatinya juga terluka.

 

Seminggu kemudian.

Hari ini sungmin bertemu dengan calon istri keduanya. Tapi sungmin meminta hyun ah agar mau menemaninya. Awalnya hyun ah menolak tapi karena sungmin tidak mau akhirnya dengan sangat terpaksa hyun ah ikut menemani sungmin bertemu kim raeyoon disebuah cafe.

“Mian. Kalian menungguku lama” ucap raeyoon ketika baru sampai.

“Gwaencha” balas hyun ah sambil tersenyum.”karena raeyoon sudah datang ayo kita bahas konsep pernikahannya”

“Iya. Tapi apa anda pengurus pernikahan kami” tanya raeyoon asal.

“Jaga bicaramu. Dia ini istriku” jawab sungmin dingin.

“Oh mian eoni, aku tidak sengaja” ucap raeyoon salting.

“Gwaencha.”

Sungmin hanya diam sambil memegang tangan hyun ah dengan erat saat hyun ah dan raeyoon membahas masalah pernikahan.

“Aku pulang dulu eoni, oppa” pamit raeyoon.

“Yeobo kau antarkan dia, biar aku yang pulang sendiri” ucap hyun ah.

“Andwae!”

“Ah tidak usah eoni nanti merepotkan oppa” tolak raeyoon.

“Ayo yeobo antarkan dia” paksa hyun ah.

“Baiklah! Tunjukan dimana rumahmu. Jagy kau hati-hati setelah mengantar dia aku akan segera pulang” ucap sungmin lalu mengecup kening hyun ah.

 

Sungmin memasuki mobilnya diikuti oleh raeyoon yang duduk disebelahnya.

“Kenapa kau mau menikah lagi padahal kulihat istrimu sangat cantik dan juga baik walau aku akan merebut suaminya” tanya raeyoon.

“Kau itu diluar dugaan kami. Kau orang asing yang tidak pernah kami harapkan” jawab sungmin ketus.

“Kalau aku  diluar dugaan harusnya kau menolak menikahiku”

“Eomma yang memaksaku menikahimu. Aku sudah menolak tapi dia memaksa istriku untuk menyetujuinya”

“Apa ya yang akan terjadi jika kita tidak bisa akur. Tapi kurasa istrimu bisa diajak akur”

“Apa tujuanmu mau menikah denganku padahal kau tau aku sudah menikah. Kau pasti punya maksudkan?” tanya sungmin penuh selidik.

“Aku mencintaimu  dari dulu tapi kau tidak menolehku. Makanya aku langsung setuju waktu eommamu memintaku menjadi istrimu karena istri pertamanya belum bisa memberi keturunan”

***

 

Hari pernikahan.

Hyun ah membantu sungmin mengenakan dasi kupu-kupunya dan membantunya merapikan jasnya. “Kau sangat tampan yeobo” ucap hyun ah.

“Tapi aku merasa tidak nyaman jagy. Aku tidak mencintainya” tukas sungmin.

“Lama-lama kau akan mencintainya yeobo. Kudengar kalian dulu teman SD”

“Tapi walaupun begitu aku tak bisa mencintainya.”

“Hoeks… hoeks…”

Hyun ah lari kekamar mandi dan muntah-muntah.

“Kau tidak apa-apa jagy, kau tampak pucat” ucap sungmin yang ngekor dibelakang hyun ah.

“Gwaencha, aku hanya salah makan saja kemarin makanya efeknya masih ada” ucap hyun ah setelah mencuci mulutnya.

“Kau yakin, bukankah dari kemarin kau mual-mual”

“Aku tak apa. kau siap-siaplah nanti aku akan menyusulmu keluar”

“Ne. Kuharap kau kuat jagy” ucap sungmin yang kemudian keluar dari kamar mandi.

Setelah keluarnya sungmin hyun ah menutup pintu dan terduduk sambil menangis menatapi kebodohannya. “Kau bodoh hyun ah bagaimana mungkin kau bisa bicara baik-baik saja setelah tau kau hamil dan masih saja membiarkannya menikah lagi. Jagy maafkan umma, umma belum bisa memberitau keberadaanmu pada appamu, nenek dan kakekmu sangat ingin appamu menikah dengan raeyoon” ucap hyun ah mengelus perutnya yang masih rata.

Buru-buru hyun ah menghapus air matanya serta merapikan dandanannya, kemudian turun menyaksikan pernikahan kedua suaminya.

“Saudara lee sungmin bersediakah anda menikah dengan kim raeyoon, menemaninya saat suka maupun duka”

“Ne, saya bersedia” seru sungmin tak lepas pandangan dari hyun ah yang berdiri tak tauh darinya.

“saudara kim raeyoon bersediakah anda menikah dengan lee sungmin dan menjadi istri yang patuh pada suami”

“Ne. Saya bersedia”

Semua tampak gembira saat sungmin dan raeyoon memasangkan cincin yang akan mengikat keduanya.

***

Sebulan kemudian.

Orangtua sungmin datang mengunjungi rumah sungmin yang ditinggali bersama kedua istrinya. Eomma sungmin sangat senang mendengar bahwa Raeyoon sedang hamil 2 minggu sedangkan wajah sungmin sangat besalah kepada hyun ah atas kejadian tak terduga itu. Hyun ah hanya bisa bersabar dan tersenyum ramah pada semua.

“Hyun ah kau harus memberi apa yang raeyoon minta karena saat ini dia sedang hamil anak pertama sungmin. Kalau kau bisa punya anak pasti ini tidak akan terjadi” ucap eomma sungmin.

“Eomma…….” teriak sungmin.

“Eomma benarkan, kalau dia wanita yang sempurna  dia pasti sudah hamil dari dulu”

“eoma benar-benar keterlaluan”

“Sudahlah yeobo” ucap hyun ah menenangkan sungmin yang duduk disampingnya.

“Mungkin memang belum waktunya eoni hamil eomma jadi jangan terus memojokannya” ucap raeyoon.

“Aku permisi dulu. Maaf tidak bisa menemani kalian” ucap hyun ah yang kemudian melangkahkan kakinya ke kamarnya.

Dikamar hyun ah berdiri diberanda memandang langit lepas seperti kebiasaannya saat sedang ada masalah. Dia lebih memilih menyendiri dan memendam lukanya sendiri daripada marah-marah.

“Tuhan! Sampai kapan cobaan ini akan berakhir. Aku tidak mau egois tapi aku sangat mencintai suamiku” ucap hyun ah memandang langit lepas. “Baby maafkan umma, umma janji akan menjagamu. Walau umma tidak bisa memberitahu keberadaanmu tapi mereka pasti menyayangimu, karena waktu yang tidak tepat! Umma tidak mau merusak kebahagian mereka dengan calon bayi raeyoon” ucap hyun ah mengelus perutnya.

Kreet…

“Jagy kau belum tidur” ucap sungmin masuk kekamar mereka.

“Belum. Wae?” ucap hyun ah berjalan mendekati sungmin yang duduk ditepi ranjang. “Kau kenapa yeobo?”

“Mianhae..” ucap sungmin yang langsung menangis memeluk hyun ah.

“Tenanglah yeobo. Aku tidak merasa kau punya salah padaku” ucap hyun ah menepuk-nepuk punggung sungmin.

“Maafkan aku. Aku tidak sengaja menghamilinya sepertinya dia dan umma merencanakan semuanya”

“Tidak apa-apa yeobo. Kau harusnya senang sebentar lagi kau akan jadi appa. Bukankah kau menantikannya?”

“Tapi tidak dengan seperti ini.”

“Sudahlah yeobo. Ayo kita tidur supaya kau besok bisa tenang” ajak hyun ah.

“Ne” ucap sungmin merebahkan diri disamping hyun ah.

“Yeobo. Bisakah kau mengelus-elus perutku karena perutku sedikit tidak enak rasanya” pinta sungmin.

“Kau kenapa? Tumben minta dielus-elus”

“Molla. Aku hanya ingin saja dielus begini” ucap hyun ah membawa tangan sungmin masuk kebalik bajunya.

Sungmin mengelus pelan-pelan sambil memandang hyun ah yang tersenyum manis. “Kau mirip anak kecil saja”

“Biarkan saja. Hehehe^^”

 

Sudah 4 bulan hyun ah mampu menutupi kehamilannya yang semakin membuncit saja. Untuk sungmin tidak pernah menanyai karena sibuk mengurusi raeyoon yang sedang nyidam ingin macam-macam. Hari ini hyun ah membuat kimchi karena dia ingin sekali membuat pangsit kimchi tanpa menawari raeyoon maupun sungmin.

“Kau lahap sekali makannya” sapa sungmin yang baru pulang mengantar raeyoon cek up.

“Kelihatannya enak. Boleh aku mencobanya?” ucap raeyoon dengan tatapan ingin menerkam mangkuk kimchi tersebut.

“Andwae!” ucap hyun ah yang membuat raeyoon kecewa dan membuat sungmin terkejut.

“Oppa lihat dia pelit padaku” rengek raeyoon.

“Hyun ah kenapa kau bagitu, inikan porsinya banyak apa kau tidak kasihan pada bayiku” pinta sungmin dengan tatapan tajam.

“Ini makan saja aku sudah tidak minat makan lagi” ucap hyun ah beranjak pergi ketaman belakang rumahnya untuk meredam kekesalannya.

“Dia kenapa jadi aneh! Sudah gitu porsi makannya besar lagi” ucap sungmin geleng-geleng.

“Oppa ini benar-benar enak”

 

Ditaman hyun ah menangis mengingat semua kenangan indah yang pernah dia lalui bersama sungmin sebelum kehadiran raeyoon.

“takdir ini terlalu berat untukku jalani. Baby apa sebaiknya kita pergi saja. Bukan maksud umma mau memisahkanmu dari appa tapi sepertinya anak Raeyoon yang lebih diharapkan. Umma yakin umma pasti bisa mendidikmu dengan baik” ucap hyun ah pada calon bayinya.

Cukup lama hyun ah diam ditaman belakang memandang pepohonan yang sejuk, hingga merasakan kepalanya pening. “Kepalaku pening, sebaiknya aku masuk udara ini terlalu dingin untuk baby” ucap hyun ah beranjak dari duduknya.

Malam harinya hyun ah dan Raeyoon duduk diruang TV menyaksikan film-film animasi kesukaan raeyoon sedangkan sungmin mengerjakan tugas-tugas kantornya.

“Eoni tolong ambilkan aku minum dibawah” pinta raeyoon manja.

“Ne”

Hyun ah beranjak menuruni tangga dengan mau tak mau, tapi ketika sampai dibawah hyun ah tergelincir hingga jatuh.

“Argh…” teriak hyun ah hingga membuat sungmin langsung berlari menghampirinya. Dilihatnya ada darah yang keluar dari paha hyun ah.

“Rae yoon panggil ambulance, palli” sungmin meneriaki raeyoon yang asyik menonton TV diatas.

 

Hospital.

Hyun ah masuk UGD karena tidak sadarkan diri saat dalam perjalanan kerumah sakit. Hampir satu jam sungmin bersama raeyoon berkutat diluar ruang UGD, dokter keluar setelah selesai menangani hyun ah didalam ruangan tertutup itu.

“Bagaimana keadaannya dokter?” tanya sungmin dengan wajah acak-acakan.

“Istri anda hanya pendarahan saja. Bayinya juga baik-baik saja hanya banyak fikiran yang mempengaruhi janin itu. Tolong jangan buat dia stres karena itu membahayakan bayinya” tutur dokter menjelaskan.

“Bayi? Jadi istri saya hamil dokter”

“Anda tidak mengetahuinya?”

“Ne. Dia tidak pernah memberitau saya”

“Mungkin dia sedang ada masalah”

“Berapa usianya dokter”

“Kurang lebih memasuki bulan kelima”

“Bolehkah saya melihatnya?”

“Setelah dipindahkan anda berdua bisa melihatnya. Kalau begitu saya permisi” ucap dokter tersebut yang kemudian berlalu.

Sungmin meremas rambutnya dan menyesali diri atas apa yang terjadi pada hyun ah. Sungmin meninju tembok yang ada disampingnya.

“Oppa tenanglah! Ini pasti hanya lelucon saja”

“Kau bilang lelucon. Ini semua karena kau manja selalu menyusahkannya bahkan hamilpun dia tidak memberitau aku. Ini semua gara-gara dirimu” bentak sungmin.

“Mian oppa. Aku tidak tau kalau eoni itu hamil”

“Kau itu juga hamil harusnya kau peka karena kau juga calon ibu. Aku tidak akan membiarkanmu dan umma tenang kalau kau berani menyakitinya”

 

Dikamar rawat hyun ah.

Hyun ah mengerjapkan matanya memandang langit-langit kamar yang berwarna putih. Hyun ah menolehkan wajahnya kesamping melihat sungmin tertidur sambil menggenggam tangn hyun ah.

“Yeobo..” panggil hyun ah dengan suara serak.

Sungmin mendongakkan wajahnya menatap hyun ah sekilas dan menegakkan duduknya. “Kau sudah bangun”

Hyun ah mengangguk.

“Kenapa kau tidak bilang padaku. Aku kacau mendengar kau pendarahan karena stres dari dokter tadi. Kenapa kau tidak bilang padaku? Aku ini adalah appanya” ucap sungmin penuh sesal.

“Mianhe. Aku hanya tidak ingin merusak kebahagiaan ummamu. Aku juga mengetahuinya sehari sebelum hari pernikahnmu, awalnya aku mau bilang tapi sewaktu umma bahagia mendengar raeyoon hamil aku semakin tidak berani” ucap hyun ah sedih.

“Harusnya aku memang tidak menuruti permintaan umma untuk menikahinya. Mianhe baby aku tidak menjagamu?” ucap sungmin mengelus perut hyun ah.

“Yeobo bolehkan aku memohon sesuatu padamu?”

“Apa jagy”

“Bisakah aku pulang kerumah orangtuaku sampai baby ini lahir. Aku tidak ingin baby terganggu karena aku capek dan stres”

“Ku mohon jagy jangan lakukan itu. Aku tidak sanggup harus berpisah denganmu? Kumohon bertahanlah demi baby kita”

“Tapi izinkan aku tinggal disana yeobo. Aku tidak mau raeyoon susah karena aku yang sedang sakit. Hanya sampai baby lahir aku janji akan kembali kerumah setelah baby lahir”

“Baiklah. Nanti aku akan mengunjungimu setiap ada waktu”

“Gomawo oppa atas pengertianmu”

 

Hari-hari yang dilalui sungmin hanya merenungi betapa sabarnya hyun ah sebagai istrinya selama ini, sungguh sempurna nya hidup sungmin hanya didampingi hyun ah. Sungmin juga mulai bersikap baik dengan raeyoon walau hatinya belum bisa mencintai raeyoon.

“Oppa bisakah kau menerimaku walau posisi hyun ah tidak bisa ku gantikan” ucap raeyoon mulai merubah sikap manjanya.

“Ne. Kuharap kita bertiga bisa menjalin hubungan baik. Aku juga tidak mau kita terus bermusuhan, tapi aku mungkin hanya bisa menganggapmu sahabat bukan istriku. Kumohon kau mau mengerti keputusanku ini” ucap sungmin pelan.

“Aku mengerti oppa. Aku juga tidak akan memaksamu menerimaku sebagai istri cukup kau tau aku mencintaimu dan kau tidak menceraikan aku.”

“Gomawo pengertianmu. Aku hanya bisa menyayangimu, aku juga menyayangi anak kita karena kita bertiga adalah keluarga”

“Oppa bisakah kau ajak eoni kesini lagi. Aku kesepian tidak ada eoni yang bisa kuajak bercengkrama dirumah sewaktu kau pergi”

“Dia ingin menenangkan diri dirumah ibunya. Aku tidak mau memaksanya karena seberapapun aku memaksa dia tidak akan mau dibujuk”

“Bolehkah aku membujuknya. Aku memang tidak yakin tapi bolehkan aku mencobanya” ucap raeyoon tegas.

“Ne. Nanti sore kita pergi kerumah ibunya”

***

 

Rumah keluarga hyun ah.

Sungmin dan raeyoon sampai dikawasan rumah hyun ah yang terletak didesa yang sedikit terpencil.

“Oppa rumahnya sepi sekali. Apa benar eoni tinggal disini” tanya raeyoon yang berdiri disamping mobil sungmin.

“Ne. Dia tinggal disini dengan ibu asuhnya. Keluarganya tinggal diyunani” jawab sungmin.

Keduanya memencet bel rumah hyun ah yang sederhana namun sejuk dan asri.

Kreeet..

Seorang wanita paruh baya membukakan pintu rumah hyun ah.

“Anyong adjuma, apa hyun ah ada dirumah” tanya sungmin sambil tersenyum pada adjuma tersebut.

“Oh nak sungmin. Hyun ah ada didalam sedang menonton TV” jawab  adjuma mempersilahkan masuk.

Sungmin dan raeyoon menghampiri hyun ah yang mengonta-ganti chanelnya. Sungmin memeluk leher hyun ah dari belakang. “Jagy kau tak merindukanku” bisik sungmin.

“Ah yeobo kapan datang, kenapa mengagetkanku” sergah hyun ah menengok kearah sungmin.

“Aku kan rindu padamu, ah aku juga kesini membawa raeyoon katanya dia juga rindu padamu”

“Benarkah?”

“Ne eoni” sahut raeyoon menghampiri hyun ah.

“Kalian duduklah! Aku akan buatkan minum” ucap hyun ah hendak beranjak tapi dihentikan oleh sungmin.

“Tidak usah. Kami tidak haus kau pasti lelah menjaga baby yang ada dirahimmu” ucap sungmin langsung duduk disamping hyun ah.

“aku tidak lelah yeobo. Tapi tumben kalian datang bersama-sama ada acara apa?” tanya hyun ah heran.

“Eoni maukah kau pulang bersama kami. Sungmin oppa dan aku kesepian tanpamu disamping kami. Sungmin oppa sangat mencintaimu jadi jangan karena aku eoni pergi seperti ini dari rumah walau bagaimanapun eoni istri pertama oppa” ucap raeyoon berkaca-kaca.

“Raeyoon kau salah paham. Aku pulang kesini bukan karena dirimu tapi karena aku memang ingin kesini, kasihan adjuma yang menjaga rumahku” ucap hyun ah lembut.

“Tapi aku tau eoni pasti kesal denganku. Kemarin juga eoni jatuh karna sifat manjaku yang menyuruh eoni. Coba kalau aku tidak menyuruh eoni semua pasti tidak akan terjadi” ucap raeyoon mulai menangis. Hyun ah menghampirinya dan memeluk raeyoon. “Kenapa kau menangis, ini bukan salahmu itu terjadi karena aku kurang hati-hati saja”

“Eoni maukah kau pulang bersamaku? Aku janji tidak akan manja dan merengek meminta apapun. Aku selama ini kesepian dirumah makanya aku kekanak-kanakan. Tapi sejak ketemu eoni aku jadi punya teman berbagi”

“Aku masih ingin disini karena disini tenang. Jujur aku memang stres karena kalian tapi aku tidak mau terlarut karena kasihan dengan bayiku”

“Eoni mianhe..”

“Hyun ah..”

“Kalian tidak perlu merasa bersalah padaku. Ini yang terbaik! Bisakah aku tinggal disini klebih lama lagi”

“Eoni kumohon pulanglah. Aku tidak tega melihat oppa setiap malam menangis karena bersalah tidak bisa menjagamu terutama didepan umma dan appa. Kumohon eoni pulanglah” ucap raeyoon sambil berlutut didepan hyun ah.

“Raeyoon. Apa yang kau lakukan” ucap hyun ah yang terkejut dengan sikap raeyoon.

“Dia benar. Aku yang seharusnya disalahkan, aku telah menyakiti kalian berdua yang sudah mencintaiku” ucap sungmin ikut berlutut didepan hyun ah.

“Yeobo kau ini bicara apa? kumohon bangunlah. Aku tidak pernah merasa kalian menyakitiku karena kalian adalah keluargaku”

“Jadi kau mau pulang dengan kami” ucap sungmin berbinar.

“Apa boleh buat”

Sungmin langsung memeluk hyun ah dengan erat hingga hyun ah sesak. “Yeobo sudah, aku tidak bisa bernafas dan perutku sakit”

“Mian. Aku terlalu senang” ucap sungmin nyengir setelah melepaskan pelukannya.

 

5 tahun kemudian.

Sekarang mereka bertiga hidup rukun seperti keluarga bahagia beserta anak-anaknya. Hyun ah memiliki sepasang anak namja dan yeoja yang bernama shin young (5th) dan shina (5th), sedangkan raeyoon hanya memiliki seorang putri yang bernama Rae in(5th).

Pagi ini hyun ah menyiapkan kue ulang tahun pernikahan orangtua sungmin. Orangtua sungmin sudah tidak membenci hyun ah semenjak tau bahwa hyun ah juga hamil bersamaan dengan raeyoon, dan orangtua sungmin juga meminta maaf pada hyun ah atas sikapnya yang tidak baik.

“Umma.. aku mau coklat lagi” rengek shin young sambil menarik baju ibunya.

“Jagy nanti gigimu bisa habis dimakan kuman. Lebih baik sekarang main sama shina dan rae in yang sedang bersama raeyoon umma” ucap hyun ah yang jongkok didepan shin young agar tubuhnya sejajar.

“Tapi umma aku masih mau lagi” rengek shin young.

“Shin young. Sini main sama raeyoon umma nanti umma belikan ice cream” panggil raeyoon yang duduk bersama shina dan rae in diruang tengah tapi tidak digubris shin young.

“Umma! Aku mau adik laki-laki” celetuk shin young yang membuat hyunah terbelalak.

“Mintalah pada raeyoon umma dan appa” ucap hyun ah kini menggendong shin young dipelukannya.

“Tapi raeyoon umma bilang umma akan memberikanku adik laki-laki”

“Jangan didengarkan jagy. Lagi pula kau kan sudah punya dua saeng yang cantik-canti nanti kalau kamu punya adik namja kamu jadi punya saingan” ucap hyun ah asal.

“Andwae! Aku tidak mau punya adik lagi, aku mau jadi yang paling tampan seperti appa”

“Nah kalau begitu shin young sekarang main, umma mau menyelesaikan kue untuk halmoni dan harabuchi kalian.” Ucap hyun ah menurunkan shin young dari gendongannya.

“Ne” ucap shin young berlari menghampiri raeyoon dan kedua adiknya.

“Umma..” teriak shin young sambil berlari.

“Ne sayang” ucap raeyoon yang menemani ketiganya diruang tengah.

“Umma aku tidak mau punya adik. Kata hyun ah umma nanti aku ada saingan jadi cakep aku tidak mau kalau aku tidak jadi yang tercakep” ucap shin young sambil memanyunkan mulutnya yang membuat raeyoon dan kedua adiknya tertawa.

“Tapi aku mau punya adik lagi oppa. Biar nanti aku bisa pamer kepada teman-teman” tambah shina.

“Andwe! Aku tidak mau.” Ketus rae in.

“Kalian ini” ucap raeyoon menahan tawa melihat ketiga putranya berdebat.

“Raeyoon jangan bicara yang tidak-tidak” teriak hyun ah yang selesai memasukan kuenya ke kotak.

“Hehehe.”

 

Malam harinya.

Hyun ah menggendong shin young sambil membawa keu tart yang dibuatnya tadi. Ketika sampai didepan pintu hyun ah menyerahkan shin young pada sungmin yang sudah menggendong shina jadilah sungmin menggendong kedua anak kembarnya sedangkan Raeyoon sibuk menggendong Rae in yang sedikit rewet.

“sepertinya sedang ada tamu.” Tanya hyun ah yang melihat ada mobil lain.

“Iya. buka saja” jawab sungmin diikuti anggukan Raeyoon.

 

Mereka terkejut melihat siapa yang ada didslam rumah keluarga sungmin.

“Umma, appa…” ucap hyun ah senang dan langsung menghambur kepelukan ummanya.

“Kau sekarang terlihat makin cantik. Mian umma tidak menghubungimu dulu karena umma ingin memberi kejutan.” Ucap umma hyun ah.

“Ne gwaencha umma”

“Nenek bogoshipo” teriak shin young minta diturunkan dari gendongan sungmin.

“Aduh cucu nenek makin besar sekali” ucap umma hyun ah jongkok menjajarkan posisi dengan cucunya yang berlari menghampiri.

“Tentu saja aku tambah besar. Aku kan cucu umma yang paling tampan” uca shin young narsis.

“Oppa genit” celetuk shina yang juga menghampiri neneknya.

“Karena sudah datang ayo kita berkumpul meniup lilinnya” ucap hyun ah membuka kue tart yang dibawanya dimeja.

Semua berkumpul dan merayakannya dengan riang. Acara berakhir pukul 11 malam, hyun ah merasa capek karena putrinya shina tidak pernah lepas dari gendongannya.

 

Dikamar.

Hyun ah mengganti gaunnya dengan dres tidur dan memandang pemandangan luar dari berandanya.

“Kau tidak tidur. Kau pasti lelah seharian membuatkan tart untuk umma” ucap sungmin memeluk hyun ah dan meletakkan kepalanya dipundak hyun ah.

“Aku tidak apa-apa? aku malah kasihan dengan Raeyoon yang seharian mendengar rengekan anak-anak” balas hyun ah membelai rambut sungmin.

“Chagy..”

“Ada apa yeobo?”

“Sudah waktunya kita memberikan adik kepada mereka bertiga. Kau maukan?”

“Apa kau bilang” teriak hyun ah terkejut langsung menjitak sungmin.

“Appo? Kenapa menjitakku”

“Kau genit oppa. Aku saja  sudah sibuk dengan sikembar, kalau mau nambah minta saja pada Raeyoon aku tidak mau?”

“Bukankah sudah kubilang aku hanya menganggapnya seperti adik tidak lebih. Sampai kapanpun dihatiku Cuma kamu chagy. Raeyoon hanya cobaan tak terduga kita”

“Tapi walau bagaimanapun dia juga istrimu oppa. Dia juga pasti mau kalau kau mau menambah anak dengannya jangan meminta padaku aku sudah lelah dengan shina dan shin young” ucap hyun ah berjalan menaiki ranjangnya dan tidur membelakangi sungmin.

“Harus berapa kali aku bilang kalau aku dan Raeyoon hanya sebatas kakak adik. Dia sudah mengerti kalau yang kucinta hanya dirimu apa kau mau aku mencintai Raeyoon dan membagi cintamu” ucap sungmin duduk disamping hyun ah dan menariknya agar duduk. “Aku tidak bisa mencintai wanita lain tapi jika itu maumu aku akan pergi ke kamar Raeyoon dan menghamilinya lagi” ancam sungmin.

“Mianhe yeobo. Aku tidak bermaksud membuatmu marah tapi aku belum siap memberi adik untuk mereka aku masih takut perhatian kita akan terbagi. Aku tidak mau mereka nanti merasa tersisih dengan kehadiran adik barunya. Ku mohon yeobo kau mau mengerti keputusanku ini, dan aku juga tidak bermaksud menyuruhmu memaksakan diri mencintai Raeyoon. Maafkan aku” ucap hyun ah memeluk sungmin yang hendak pergi tadi.

“Ne. Aku mengerti kau sangat menyayangi mereka bertiga. Mianhe aku tadi tidak bermaksud membagi cintaku untuk Raeyoon.” Ucap sungmin membalas pelukan hyun ah.

Cinta kau menembus cahaya hati..

Memberi kehangatan yang menyelimuti hati..

Memberi apa yang dibutuhkan..

Andai kau kekal abadi menemani..

Memilihku untuk menjadi abadi..

Tak selamanya cinta berakhir bahagia..

Tapi kehidupan tak ada yang namanya menyedihkan..

Dia selalu bahagia walau takdir memisahkan cintanya..

 

End.

Mian gaje karena otakku benar-benar buntu bikin ending yang bagus makanya karena aku yakin nggak bagus aku tambahin sedikit ungkapan hatiku^___^

3 thoughts on “FF 1 SHOOT// BECAUSE BABY

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s