[freelance] (ff 1 shoot ) moonlight magic

Moonlight       magic

 

Don’t like! Don’t read!

No bashing!

Ini ff murni kayalanku waktu aku lagi melihat langit dimalam hari sewaktu aku lagi bosan dengan hidupku.

Ini ff tentang sekolah sihir tapi bukan seperti harry potter. Ini hasil karanganku yang kesekian kalinya dan nggak masuk akal.

 

Autor : shina hwaiting iputa

Cast : kim jin ae

Kim hyun ah

Member super junior

Genre : family, friendship

 

—————————————————————————–

 

Semua sudut pandang diambil dari jin ae.

 

Suatu malam disekolah kucing yang baru dibuka pada malam bulan purnama. Sebuah sekolah yang muridnya hanya ada 3 orang saja.

“Ok. Nah.. akan saya absen” ucap guru kucing tersebut. “Kim jin ae”

“Ya..” jawab jin ae.

“Kim hyun ah”

“Ya..”

“Cho kyuhyun”

“Ya”

“Ya. Baiklah semuanya hadir.”

“Padahal sekali lihat juga tahu” ucap hyun ah berbisik.

“Hyun ah jangan bicara seperti itu” balas jin ae berbisik.

“Nah hari ini kita akan belajar menyihir kecebong menjadi katak” ucap guru kucing.

“Nggak mau pak! Pak guru yang lebih seru donx misalnya sihir agar kami bisa jadi populer” sergah kyuhyun seenaknya.

“Diamlah! Kalian fikir dengan sikap kalian yang begitu kalian bisa jadi penyihir yang hebat” bentak guru kucing.

“Pak guru kalau marah seram. Kami ini adalah calon penyihir yang masih belajar” ucap jin ae dalam hati.

“Bagaimanapun, pengetahuan dasar itu penting. Dan, tentu saja kalian tidak boleh melanggar peraturan yang ada. Peraturannya adalah kalian tidak boleh memperlihatkan sihir kepada manusia biasa” ucap guru kucing menerangkan.

 

Siang hari disekolah biasa.

Hyun ah dan jin ae sedang bermain dibawah pohon sambil mengukir nama mereka ditanah. “Hyun ah” panggil jin ae.

“Ada apa” balas hyun ah menoleh kearah jin ae.

“Akhir-akhir ini aku sedang gelisah nih?”

“Kenapa?”

“Tapi aku malu ngomongnya…”

“Ya sudah nggak usah ngomong”

“Sebenarnya aku menyukai seseorang. Aku mau minta pendapatmu nih!”

“Serius. Yang mana orangnya?”

“Hey! Kalian berdua! Jam keempat kosong” teriak  Donghae dari lantai 3 yang membuat wajah jin ae memerah.

“Jadi boleh main diluar” balas hyun ah yang menghadap Donghae.

“Ok” ucap Donghae mengacungkan jempolnya.

Hyun ah membelikan wajahnya menghadap jin ae. “Eh apa yang kamu sukai dia! Lee Donghae” teriak hyun ah tanpa pikir panjang.

“Jangan keras-keras donx, hyun ah”

Sebenarnya memang benar bahwa aku menyukai Lee Donghae teman sekelasku. Waktu semester 1 dia duduk dibangku sebelahku dan sejak itu sampai sekarang. “Tapi dia popular, menurutmu bagaimana?” ucapku yang berjalan disamping hyun ah.

“Mana kutau” balas hyun ah cuek.

“Jahat! Hyun ah dingin banget sih!”

“Habis tipeku pasti yang pakaiannya harus cocok dan wajahnya juga harus tampan! Selera makannya juga”

“Apa itu hyun ah”

“Aku sebal sama kamu jin ae”

“Awas bahaya!” teriak beberapa anak.

“Jin ae. Awas ada bola dibelakangmu” ucap hyun ah yang melihat bola terbang kearah jin ae. Jin ae menghadapkan tangannya kedepan dan..

Plop… bola itu tersihir tanpa sengaja menjadi seekor merpati.

“Ha!!!!!!!” ucap semua yang ada dilapangan.

“Gawat! Tanpa sadar aku sudah menyihir bola menjadi merpati” ucapku pada diri sendiri.

“Hebat!” ucap beberapa teman yang membuat jin ae gugup dan takut ketahuan.

“Kalian lihat! Sulap barusan! Jin ae hebat ya” teriak hyun ah menolong sahabatnya.

“Sulap” ucap anak-anak yang ada dilapangan.

“Oh sulap ya! Aku kaget” ucap sungmin.

“Aku tertipu” ucap eunhyuk.

“Aku juga, hehehehe” tambah yesung.

“Jin ae pandai ya!!” puji Ryeowook kagum.

“Kapan-kapan pertunjukkan di pentas kesenian ya” tambah sungmin.

“Oke! Lain kali ya” ucapku sambil tersenyum dan mengikuti hyun ah meninggalkan lapangan.

“Tidak mungkin” ucap Donghae tidak percaya.

 

Aku dan hyun ah berjalan menuju tangga. “Hyun ah gomawo? Nanti ku traktir deh”

“Kalau ceroboh begitu! Kamu harus terus-terusan berbohong sama mereka lho”

“Ah benar aku memang agak ceroboh..”

“ceroboh banget… kalau Donghae tau dia pasti akan menjualmu ketempat pertunjukan hiburan. Kau mau!”

“Aniyo”

 

Seperti biasa disekolah kucing.

“Hyun ah. Aku nggak mau kaya begitu. Memangnya penyihir nggak boleh jatuh cinta”

“Kalau nggak ketahuan, nggak apa-apa. tergantung keadaan”

“Nggak mau. Penyanyi saja boleh kok”

“Aku berkata begitu karena nggak mungkin sih”

“Sebaiknya kita menjaga emosi agar tidak sembarangan menggunakan sihir dalam kehidupan sehari-hari” ucap guru kucing.

“Eh kok begitu!” seru kyuhyun.

“Karena emosi bisa berpengaruh. Paham”

“Ne”

 

Sekolah biasa.

Aku baru saja sampa dibangkuku dan melihat Donghae sedang mencari-cari buku didalam tasnya.

“Jin ae”

“Ne”

“Aku pinjam buku catatanmu donx, aku lupa membawanya” ucap Donghae sambil nyengir gaje.

“Ne” ucapku. Mungkin sulit tapi kalau demi Donghae aku harus berusaha.

“Nggak apa-apa nih” ucap Donghae yang duduk mendekat.

“Ne. Gwaencha”

 

Aku membersihkan semua tanpa sihir tapi semua berantakan.

“Kok malah lebih ceroboh ya dari sebelumnya” ucap hyun ah pada kyuhyun yang melihat jin ae mengepel lantai sekolah karena dihukum guru.

“Kau benar”

 

Pada saat pelajaran olah raga.

Semua siswa perempuan berlari mengelilingi lapangan selama sepuluh kali. Sedangkan yang laki-laki bermain bola ditengah lapangan.

“Jin ae.. awas” teriak hyun ah yang melihat bola terbang kerarahku. Aku hanya terdiam terpaku. “Ha! Aku tidak boleh menggunakan sihir lagi! Nggak!”

Duasss.. bola hinggap mengenai dahiku hingga aku jatuh ketanah.

“Jin ae. Kenapa kamu tidak menghindar” ucap hyun ah yang terduduk disamping jin ae.

“Mian. Apa kamu baik-baik saja” ucap Donghae dari kejauhan.

Aku nggak tau, ternyata tanpa sihir aku Cuma anak yang nggak bisa apa-apa.

“Mian. Kuantar pulang deh! Masa’ bisa kena mukamu” ucap Donghae heran.

 

Diperjalanan pulang jin ae dan Donghae sama-sama terdiam untuk waktu yang lama. “Akhir-akhir ini kamu aneh jin ae. Ada apa sih” tanya Donghae membuka pembicaraan.

“Ah sudah sampai. Ternyata rumahku dekat” ucapku tanpa menjawab pertanyaan Donghae.

“Jin ae.. apa yang kena bola masih sakit”

“Anio.”

“Jin ae.. eh.. bagaimana kalau mulai sekarang kita pulang bareng terus”

“Tapi.. itu… aku inikan ceroboh banget lagi pula…”

“Kalau nggak mau nggak apa-apa kok.. daah..” ucap Donghae mulai berjalan menjauhi jin ae menuju sekolah lagi.

Bukan begitu sebenarnya.

 

Disekolah kucing.

Hyun ah dan kyuhyun sangat semangat datang kesekolah kucing, sedangkan jin ae banyak sekali melakukan kesalahan hingga ditegur beberapa kali oleh guru kucing. “Kim jin ae! Lakukanlah dengan lebih serius” bentak guru kucing.

“Jangan pedulikan aku” ucapku yang meletakkan kepalaku dimeja.

“Pak guru aku berhasil” girang hyun ah dan kyuhyun.

“Anak kodok. Hyun ah kok dingin sih! Kenapa nggak menghiburku? Bilang ‘kamu kenapa? Semangat donk’ kek” tukas jin ae.

“Hmmm… sama-sama kita jadi penyihir yang hebat” ucap hyun ah sambil tersenyum.

“Iya”

“Tema kali ini adalah teknik terbang. Kalau tidak bisa kalian tidak naik kelas lho” ucap guru kucing.

“Wah keahlianku” teriak kyuhyun girang.

“Aku nggak mau” ucapku.

“Jangan-jangan kamu akrobia*takut pada tempat tinggi/ketinggian* ya” ucap hyun ah.

“Makanya aku nggak mau. Padahal aku tadi mau semangat” ucapku ketakutan.

“cih kalau Hyun ah pasti jago dalam sekejap sudah berada diatas” ucap kyuhyun. “Jin ae ayo coba terbang”

“Baik akan ku coba”

Mereka mulai berada halaman dan mulai terbang dengan kemampuan mereka. Kalau kecepatannya kutambah pasti bisa terbang. Aku mencoba mengerahkan kekuatanku tapi ternyata tidak bisa. “Jin ae”

“Ternyata nggak bisa lebih dari 30cm. Tapi aku harus berusaha” teriakku.

 

Disekolah biasa.

Donghae sedang melamun memikirkan jin ae. “Kalau difikir-fikir apa cara menyampaikannya nggak bagus ya. Gimana ya!!” ucap Donghae pada diri sendiri hingga merasakan timpukan kapal-kapalam kertas dari belakang.

“Ah maaf Hae aku nggak sengaja” ucap teukie nyengir gaje.

“Orang lagi diam-diam juga” gerutu Donghae yang menerbangkan kapal-kapalan tersebut.

“Apa yang kamu lakukan! Itu kertas ujian matematikaku” teriak teukie.

“Kenapa dilipat seperti itu” ucap Donghae mecoba menangkap kertas yang terbang keluar jendela.

 

Dibawah jin ae sedang berlari bersama hyun ah dan kyuhyun karena mereka bertiga datang dijam mepet. “Jin ae jangan lelet kita ini hampir terlambat” teriak hyun ah didepan jin ae.

“Rapat kelas sebentar lagi dimulai lho” teriak kyuhyun.

Tapi mata jin ae melihat Donghae yang sepertinya akan terjatuh dari jendela karena menggapai sesuatu. “Donghae awas……” teriak jin ae yang ingin menolongnya. Tanpa disadari jin ae mampu terbang menuju lantai 3 dimana Donghae akan terjatuh tadi. Tapi ternyata Donghae juga tidak terjatuh karena tangan kanannya berpegangan pada sisi jendela kelas tersebut. Semua anak-anak kelasnya terperangah melihat jin ae mampu terbang sampai kelantai 3.

“Ini lantai 3 kan” ucap Teukie.

“Eeeh.. kok bisa” ucap kibum bingung.

“Apa yang terjadi” ucap kangin.

“Jin ae melayang..” ucap heechul.

Semua bertanya pada diri sendiri, tak kecuali Donghae yang juga bingung. “Jin ae…”

Jin ae langsung turun dan berlari meninggalkan sekolahnya. “Jin ae kamu pasti bisa…” teriak hyun ah.

 

Disekolah kucing.

Jin ae datang kesekolah kucing dengan wajah tampak tak bersemangat. “Nah! Saya absen sekarang. Kim jin ae..”

“…….”

“Kim hyun ah”

“Iya”

“Cho kyuhyun”

“Iya”

“Kim jin ae…”

“Pak guru maaf… aku sudah melanggar peraturan. Mau jadi penyihir atapun cewek biasa sudah nggak bisa” ucapku diluar pintu kelas.

“Nggak apa-apa. nggak ketahuan kok” ucap Donghae yang berdiri disamping guru kucing.

“Kenapa.. eh?” ucapku  terkejut melihat sosok yang kusuka ada disini.

“Dia murid baru disekolah kucing.” Ucap guru kucing.

“Aku Lee Donghae. Hallo senpai!” sapa Donghae sambil tersenyum manis.

“Eeeeehh..”

“Aku yang ngajak kok. Kalau begini nggak ada masalah kan” ucap kyuhyun mengedipkan sebelah matanya.

“Iya sih tapi..” ucapku yang berjalan menuju bangkuku.

“Sudah tenang saja. Teman yang lain juga ku ajak ikut” tambah hyun ah.

“Jin ae. Katanya kamu calon penyihir ya? Keren. Kenapa diam saja?” ucap sohee kagum.

“Iya”

“Iya nih! Kenapa nggak kasih tau lebih cepat” ucap Donghae.

“Habis peraturannya…” ucapku.

“Aku nggak melanggar peraturan kan? Jadi nggak apa-apakan” ucap hyun ah pada guru kucing.

“ckckck… kalau sudah begini apa boleh buat” ucap guru kucing pasrah.

“Berarti kita bisa pulang bareng kan” tanya Donghae yang duduk dibelakang jin ae.

“Iya”

“Tentu saja harus iya”

“Dalam melakukan hal apapun. Kita tidak boleh menyerah ditengah jalan! Harus diselesaikan sampai akhir” ucap guru kucing pada seluruh muridnya.

“Pak guru memeng hebat!” ucap kyuhyun.

“Tema yang bagus” tambah hyun ah dan diikuti teuk tangan semua siswa.

Sekolah kucing yang tersembunyi kembali ketitik tenang.

 

End.

Kali ini ff nya agak aneh h’mm sepertinya aku memang lagi kritis ide sejak masuk semester pertama kuliah.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s