..CERPEN – THIS LOVE CHAP 2

Ryun yang berdiri tak jauh dari kedua makhluk yg sedang bercumbu dengan seriusnya itu, memilih untuk membuang pandangannya kesembarang arah. Mencoba tak membuat suara apa pun yang akan membuat kedua orang di depannya itu menyadari ada orang disekitar sana. Tetapi sepertinya lelaki yang sedang serius ‘bermain’ dengan pasangannya itu menyadari ada sepasang mata yang sedang mengawasinya. Tak lama dari kesadarannya itu ia berhenti dari ‘main-main’ -nya bersama gadisnya. Lalu ia menyuruh gadis itu untuk pergi kembali ke kelasnya lebih dulu.

 

“Yang barusan itu, nomer berapa, Shinohara Daisho?” tanya Ryun sambil menatap tajam laki-laki yang dipanggilnya Daisho tersebut.

 

“Ah, hai Ryun sayang~” ucap Dai sambil berjalan menuju Ryun dengan senyum ‘aneh’nya. Dan dengan santainya ia memeluk Ryun.

 

“Yang itu tadi nomer 29,” bisiknya tepat didekat telinga Ryun.

 

“Memangnya yang nomer 28 kemana? Kamu belum menceritakannya padaku, ya??” tanya Ryun sambil melepaskan pelukan Dai.

 

 

“Huh, aku bosan dengan nomer 28, makanya aku putusin kemarin. Ah! Apa Ryun mau jadi yang ke 30?” tanyanya tiba-tiba. Sukses membuatnya mendapatkan makan siang si ‘hitam’ (baca sepatu).

 

“Jangan macam-macam. Aku tidak akan sudi menjadi salah satu nomer dalam girlfriend list-mu, baka!” jawabnya enteng lalu berjalan mendahului Dai.

 

“Hei, itu kasar, Ryun. Aku juga tidak serius menjadikanmu salah satu nomer di list-ku. Apa kata orang-orang nanti. Wahahaha.” kata Dai dengan santainya -lagi-. Lalu mengejar Ryun. Dan tiba-tiba Ryun membalikan badannya tepat dihadapan Dai.

 

“Aku kasih.” kata Ryun sambil usapin upil ke baju Dai. Dengan kesadaran tinggi, antena rambut Dai langsung berdiri tegak, mata melotot hampir copot, tangan kaku, kaki kram, mulut menganga. Tanpa hitungan menit terdengarlah suara teriakan yang menggema seantero sekolahan.

 

“HUWOO~ TIDAAAAAAAAAAAAKKKKK!” Ryun menutupi kedua telinganya menggunakan tangan. Dia merasa gendang telinganya akan mengalami cedera parah dan akan mengeluarkan darah segar jika saja ia terlambat menutup telinganya sedikit saja.

 

“Ini benar-benar amat sangat menjijikkan, Ryun! Oh-em-gee~ aku benci sekali kelakuanmu yang ini!” ucap Dai dengan gaya ‘alay-nya’. Ah maklum lah, dia memang lelaki dengan imej serba ‘cool’, tentu saja kelakuan Ryun itu membuatnya hampir gila karena ‘jijik’.

 

“Siapa suruh ngomong macem-macem? Itu akibatnya.” jawab Ryun santai dan melanjutkan jalannya sambil tetap ‘ngupil’.

 

“Ya ampun, kamu itu kan seorang gadis. Tapi kelakuanmu yang jorok itu seperti anak cowok saja.” kata Dai sambil menghela nafas panjang. Ryun tak mendengarkan dan hanya cuek.

 

Ryunata POV

 

Sudah kesekian kalinya aku melihat kejadian yang tak seharusnya kulihat. Dai, kami berteman sejak masuk sekolah ini. Entah kenapa sejak awal kami sudah akrab.

 

Sampai berangkat dan pulang sekolah juga barengan. Mungkin juga itu karena kami tetanggaan rumah. Jika terjadi apa-apa, Dai pasti ceritanya padaku. Sepertinya aku memang pantasnya jadi guru BP, ketimbang pelukis. Wajah memang tampan. Kelakuannya yang amit-amit jabang bayi. Playboy, manja, alay, sotoy, menyebalkan, bodoh, dan telmi -terkadang-. Yah, meski sifatnya amat-amat buruk, tapi ada juga sifatnya yang bagus -ralat- sedikit bagus. Dia sangat menyayangi sesuatu yang dianggapnya memang sangat penting. Salah satunya, dia sangat menyayangi kucingnya di rumah. Katanya dulu sih, kucing itu gak sengaja nemu dipinggir jalan. Waktu baru lahir dia ditinggal induknya. Terus dibawa pulang aja sama Dai. Terkadang aku heran sendiri, masih ada ternyata playboy dengan sifat seperti itu. Ck. Aku juga heran, bisa-bisanya dia tahan menghadapiku, nggak pernah marah jika aku menyiksanya (?). Entah takut atau apa, aku juga nggak ngerti.

 

Padahal, jika sama ‘pacar-pacarnya’ dia sering bilang ‘bosan’. Ah laki-laki ini kadang memang sulit dimengerti.

 

~o~

 

Normal POV

 

Jam istirahat tentu saja waktunya makan. Ryun dan Dai bermaksud menuju kantin untuk mandi (?) *PLAK* tentu saja untuk makan, bego! Bukan rahasia lagi jika kedua makhluk yang sama-sama kurang normal ini adalah sahabat. Pada awalnya, Ryun selalu jadi incaran telor ayam mentah dari tiap gadis di sekolah ini. Maklumlah, para gadis itu tak pernah rela jika pujaan hati mereka itu berjalan bareng dengan gadis yang udah terkenal ‘joroknya’ itu. Amat nggak rela, kata mereka. Yah seiring berjalannya waktu, akhirnya fakta (?) yang sebenarnya telah muncul dan dapat memadamkan amukan para gadis sekolahnya itu. Author bingung nih *BUAKKK*.

 

“Ryun-chaaaaaaaaan~~~” tiba-tiba terdengar teriakan seseorang dari belakang. Ryun dan Dai -yang ikutan- menoleh mencari sumber suara. Ryun memasang tampangnya yang seperti biasa, malas. Dan Dai? Dia sih bingung.

 

 

Terlihat lelaki dengan tampang berantakan lari seperti dikejar anjing dari kejauhan. Rambutnya yang panjang sama berantakannya dengan wajahnya (?).

 

“Kakak? Ngapain kemari?” tanya Ryun pada lelaki yg tak lain adalah Kei.

 

“Hosh..hosh..ini-” jawab Kei sambil memberikan sebuah kotak bekal pada Ryun..

“Kamu nggak lupa sama penebusan dosaku, kan?” tambah Kei. Dia memasang tampang seperti anak kecil yang kesasar (?).

 

“Ah iya! Hampir saja lupa. Ayo kita kebelakang saja!” ajak Ryun sambil menarik tangan Kei. Hampir saja dia melangkah pergi jika saja Dai tidak menghentikannya.

 

“Eits, mau kemana, Ryun sayang? Kita kan mau ke kantin. Trus, lelaki ‘aneh’ ini siapa? Kamu mengenalnya?” Dai memberondong pertanyaannya pada Ryun. Ryun cengo.

 

“Maaf, ya, Dai. Kamu silakan ke kantin sendiri. Aku mau makan gratis dulu bersama kakak ini. Tak perlu banyak tanya. Aku akan cerita setelah kita sampai di rumah saja. Yang pasti kakak ini adalah senior kita. Ya sudah, aku pergi makan dulu. Daah~” Ryun melambai tangan dan pergi meninggalkan Dai. Sekarang ganti Dai yang cengo.

 

Di bukit…

 

“Ryun-chan, itu tadi pacarmu? Kenapa nggak diajak makan sekalian?” tanya Kei pada Ryun yang sedang melahap tempuranya.

 

“Bukan. Dia itu sahabatku. Kalau aku ngajak dia, aku nggak akan kenyang. Dai itu punya perut karet. Porsi makannya jumbo. Mana rela bekalku dimakan anak itu.” jawab Ryun menjelaskan. Kei hanya ngangguk-ngangguk nggak jelas.

 

“Jadi nama pemuda tadi itu, Dai!?! Syukurlah~, aku senang kalau Ryun-chan belum punya pacar. Itu artinya Ryun-chan memang hanya untukku.” kata Kei dengan pede-nya. Semangatnya berkobar. Ryun yang mendengar hanya mengangkat satu alisnya.

 

“Kakak suka padaku, ya?” tanya Ryun dengan santainya.

 

“Iyaaa~~~, aku suka Ryun-chan sejak pertama bertemu. Pokoknya Ryun-chan itu adalah hime untukku.” jawab Kei dengan tampang polosnya. Membuat Ryun melongo atas apa yang didengarnya.

 

 

“Kakak sudah nggak waras, ya? Secara nggak langsung, kakak itu sedang menyatakan cinta padaku. Polos sekali kakak donat ini.” Ryun heran dengan sifat polos Kei yang amat kebangetan itu. Benar-benar seperti anak kecil tanpa dosa, pikir Ryun.

 

“Apa Ryun-chan menganggapku bercanda? Aku tak peduli apa-apa, yang pasti sejak pertama bertemu Ryun-chan, jantungku jadi sering berdegup kencang.” jelas Kei. Wajahnya merah dan Ryun menyadari itu.

 

“Baru kali ini ada yang bilang begitu padaku. Tapi aku tidak bisa, kak. Aku menyukai orang lain.” kata-kata tanpa dosa Ryun ini langsung membuat Kei terpuruk. Background kertas merah berbentuk hati yang sangat besar itu pun robek seketika.

 

“Tak apa~, itu masih sekedar rasa suka Ryun-chan pada seseorang. Aku yakin, suatu saat Ryun-chan juga akan menyukaiku.” ucap Kei sedikit kurang percaya diri. Bahkan ia menunduk lesu. Ryun memperhatikan Kei dengan seksama.

 

“Ya, itu mungkin saja, sih.” ucap Ryun. Kei langsung semangat lagi.

 

‘Kakak yang imut dan polos,’ ucap Ryun dalam hati. Tanpa sadar ia tersenyum. Ia pun melanjutkan makannya.

 

T.B.C

 

Wkwkwkwkw..aku bingung ma nih cerita (authore aja bingung, palagi yang baca???). setelah aku pikir2 lagi, cerita ini lebih njurus ke humor daripada romance, ya?!! Menurut anda2 gimana??? Setelah membaca nih cerita

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s