..CERPEN -THIS LOVE CHAP 1

ah saya kembali menulis setelah hiatus dari fanfic-fanfic multichap saya yang masih belum kelar *dibantai readers*. kali ini bukan dengan fanfic, tapi sekedar cerpen nan geje plus gak karuan :3 saya sendiri sebenarnya nggak paham atas apa yang saya tulis ini, ck. tiba-tiba kepikir ide cerita yang bertemakan ‘cinta’ yang udah lama buanget gak saya pikirin (karena sibuk mikir cerita komik shonen tanpa cinta. ck) akhirnya jadilah cerita ini. yang merasa ndak paham ya saya mohon maaf. hehe. ini juga  masih prolog, pasti banyak yang gak mudeng ma ceritanya ntar. wkwkwkw.yawezalah daripada banyak cingcong gini, selamat membaca saja >

 

Warning : siapin plastik >D

 

AUTOR: Arista

 

Genre : Romance, Humor

 

Rate : T

 

..This Love..

 

Ryunata Amasuki, seorang siswi dari Sekolah Seni di Tokyo, ‘Sakura’s Art School’. Cewek yang sangat pemalas dan err~ jorok! Hampir setiap hari dia tak menyisir rambut hitam pendeknya itu ketika mau sekolah. Bajunya pun jarang sekali terlihat rapih. Wajahnya? Ah, benar-benar kumel seperti baju yang tak dicuci berhari-hari. Benar-benar mengenaskan! Dia tak terlihat sebagai seorang perempuan. Hm, mirip tumbuhan layu! Tak indah dipandang. Tapi anehnya, meski pemalas stadium akhir, tapi nilainya tak pernah anjlok. Nilai melukisnya hampir selalu diatas rata-rata. Hebat? Tentu saja. Tukang bolos juga iya. Seperti sekarang, dia malah enak-enakan bolos jam untuk tiduran dibukit belakang gedung sekolahnya. Benar-benar anak nakal! Sudah berulang kali ditegur wali kelasnya, bukannya dimasukin hati dan diinget baik-baik plus nggak ngulang kebiasaan buruknya, dia malah santai mendengarkan celoteh wali kelasnya sambil ngupil. Masuk telinga kiri, keluar telinga kanan! Itu sudah jadi prinsip bocah ini.

 

 

Menikmati angin dan awan yang membentang di atas pandangannya membuatnya takjub.

 

“Sangat indah..” ucapnya pelan lalu memejamkan matanya. Belum sampai ia dijemput sang dewa mimpi, matanya tiba-tiba membelalak kaget karena merasakan ada sesuatu yang menyentuh bibirnya.

 

“Kamu.. Juga sangat indah..” kata seorang laki-laki yang wajahnya berada tepat 15 cm di atas wajah Ryun. Rambut lelaki itu menyentuh wajah Ryun. Matanya makin membelalak dan hampir saja melompat dari empunya.

 

JDUAAAKK

 

”Aaaaaaaaarrrggh..!” teriak kedua orang itu yang merasa jidatnya telah bermandi darah (?) akibat reaksi heboh dari Ryun.

 

“KAU..?! Siapa kau..?! Apa yang telah kau lakukan?!” teriak Ryun sambil menarik mundur badannya dengan satu tangan tetap memegang jidatnya yang benjol. Kedua telinganya mengeluarkan asap panas.

 

 

“Maaf.. Aku tadi nggak sengaja menciummu. Sumpah..! Aku nggak sengaja beneran, kok! Ha..habisnya waktu lihat bibir kamu, rasanya aku jadi terhipnotis dan tiba-tiba dengan tanpa sadar aku menciummu. Maaf, ya?!” penjelasan lelaki itu amat panjang sepanjang tembok cina ditambah panjangnya jembatan Suramadu dikali empat. Hasilnya mohon dihitung sendiri! *PLAK.

 

“Alasan macam apa, itu?! Tidak masuk akal, tauk! Kau harus membayar denda karena telah menodai keperawanan bibirku. Atau.. Kau mau aku mematahkan kedua tangan dan kakimu serta memanggangmu di atas arang untuk dijadikan sate?!” ancam Ryun dengan death glare yang membuat siapa pun bergidik geli (?) jika melihatnya.

 

“Aa.. Aku minta maaf. Aa.. Aku akan membayar denda. Berapa yang harus aku bayar?” tanya lelaki itu dengan wajah ketakutan. Hampir saja dia kencing di celana, tapi nggak jadi, habisnya ditahan sih. Hohoho.

 

“Bayar dengan tubuhmu! Kekeke,” kata Ryunata dengan seringainya yang menakutkan. Lelaki itu pingsan! Tapi bo’ong. *author dibantai*

 

 

“APA??? Mesumnya~, begini-begini aku ini masih perjaka ting-ting. Tak kusangka bahwa seorang perempuan yang akan mengajakku duluan.” kata lelaki itu dengan polosnya.

 

“BUKAN BEGITU!!” Ryun meneriakan pembelaannya. Tapi lelaki itu tak mendengarkannya dan hanya sibuk memikirkan ucapan Ryun yang difikirnya adalah sebuah ‘kemesuman’. Hooo.

 

“Huh, dasar! Pikiranmu itu yang sebenarnya mesum.” kata Ryun sambil menghela nafas panjang.

 

“…” tiba-tiba suasananya jadi hening. Kedua manusia ini sama-sama mematung. Apa yang terjadi? Jangan-jangan mereka kelaparan?! *author ngoceh gak jelas (?) *.

 

“Eh, mau donat?” tiba-tiba lelaki itu menawarkan donat dengan memasang senyum ter-imut-nya. Ryunata sweatdrop.

 

“Huh~, maksudku tadi, kamu harus menjadi pelayanku sampai aku menganggap dosamu itu sudah terbayar lunas.” ucap Ryun sambil menarik nafas. Tangan kanannya mengambil donat dari tangan lelaki itu.

 

“Oh gitu. Aku kira tadi, kamu ngajakin aku mesum duluan. Hehehe,” jelas lelaki itu dengan enteng dan tanpa rasa bersalah.

“ITU TIDAK MUNGKIN!!” teriak Ryun yang menggelegar sampai ke Indonesia. Dan itu tidak benar! *PLAK.

~o~

“Kau siapa? Aku tak pernah melihatmu. Seragam itu, kan?” tanya Ryun sambil memakan donatnya.

“Perkenalkan, aku siswa pindahan dari Nagoya. Namaku Yotsutarou Kei. Aku masuk ke kelas melukis 3-1.” jawab lelaki yang mengaku namanya Kei itu. Dia mengulurkan tangannya pada Ryun. Ryun pun menyambutnya.

“Aku Amasuki Ryunata, dari kelas melukis 2-2,” ucapnya.

“Ah, Ryun-chan! Apa aku boleh memanggilmu begitu?” tanya Kei dengan mata berbinar ala anak anjing kelaparan (?).

“Ya, ya, ya. Terserah kamu saja, kakak donat!” jawab Ryunata dengan malasnya.

“Hei, kenapa harus ‘kakak donat’?” protesnya.

“Habisnya wajahmu kayak donat. Yah, begini-begini aku ini anak yang sopan. Dan menghormati orang yang lebih tua dariku.” jelas Ryun. Kei sempat shock dan hampir pingsan. Tapi nggak jadi karena donat dalam mulutnya belum dikunyah sampai habis (?).

“…??” Kei tanpa ekspresi.

“Tapi, meski kamu ini kakak kelasku, Jku nggak akan mentolerir dosa besarmu. Kamu harus tetap membayarnya! Dan untuk tugas pertamamu, kakak harus membawakan aku bekal makanan untuk besok. Sudah, ya?! Sampai besok, kakak donat.” kata Ryun yang mulai berjalan pergi.

“Ha? Tapi kan~, Ryun-chan…” Ryun udah ngilang duluan sebelum Kei menyelesaikan ucapannya itu.

“…”

~o~

TAP TAP TAP

Derap langkah Ryun terasa menggema disepanjang lorong gedung sekolahan ini. Tapi tiba-tiba ia berhenti berjalan dan memandang lurus ke depan. Sepasang matanya menatap tajam pada sosok lelaki dan perempuan yang sedang berciuman itu..

“Tch..” hanya itu yang keluar dari bibirnya. Dia lalu membuang pandangannya kesembarang arah.

 

TBC

 

siapa Ryun??. siapa Kei??. siapa cowk yang sedang berciuman itu??. kekekeke. saya dapet suatu ide dari hubungan dari masing-masing karakter ini *evil laugh*. semoga saja saya bisa mendapatkan genre ‘misteri’ dalam cerita ini T^T.biar lebih mendramatisir dikit gitu ceritanya😀 *plaaakkk*. ah tapi ya memang pada dasarnya saya gak pandai nulis cerita. cerita-cerita yang saya buat pasti geje semua *gitu aja bangga!!* wahahahahahaha. bukannya bangga broo~, tapi melas~. wjwjwjwjwjwjwjw. duhh makin gila saja nih tulisan saya. yawez gitu aja dah >D

 

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s