FF/1shoot/BABY(Cinta yang pertama)

Baby!! (Cinta yang pertama)

 

Autor : shina hwaiting iputa  @shin13elf

Cast : kim eun sun, kim jaejoong, han saera

 

Hay! Aku hadir bawa ff curhatan dari siska, semoga suka. Mian kalau ff ini rada’ gaje karena juga buat langsung dari apa yang ada diotakku.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Sesungguhnya aku telah kau lukai..

Kau permainkan hatiku..

Begitu tulus aku mencintaimu..

Ku tau engkaupun begitu mencintaiku..

Tapi kenapa kau bersamanya..

Kau putus aku rela asalkan kau bahagia dengan dia

Tak usah kau pedulikan aku lagi…

 

Seorang gadis tengah terduduk di rumput taman belakang sekolahnya, gadis itu menuliskan ungkapan perasaannya pada buku catatan yang selalu dibawanya. Gadis itu bernama kim eun sun siswa kelas 3 di SMA Paran, gadis yang sedang terluka karena kekasihnya kim jaejoong memilih untuk putus dan berpacaran dengan Han saera teman sekelasnya. apa yang akan dilakukan kim eun sun untuk merebut hati jaejoong! Antara kim eun sun atau Han saera, siapakah yang mampu memenangkan hati Jaejoong??

Daripada banyak bacot mending ayo kita lihat cerita selengkapnya! Jangan lupa RCL ya untuk meninggalkan jejak dan menghargai karya orang lain..

 

 

 

 

 

 

Hari ini Eun sun tidak masuk sekolah karena sakit, sahabatnya Han saera sangat khawatir dengan eun sun. Hari ini saera piket bareng dengan Kim jaejoong seperti biasanya setiap hari rabu mereka piket berdua tapi bukan karena piket ini mereka mempunyai perasaan tiba-tiba.

“Jaejoong, aku sudah selesai aku pulang dulu ya” ucap Saera tergesa-gesa.

“Kau tidak mau ikut menjenguk Eun sun dulu” cegah Jaejoong.

“Ah iya, aku lupa hari ini kita mau menjenguknya”

“Hey! Mau sampai kapan kita terus begini?! Aku tidak mau terus begini?!”

“Jangan sekarang! Dia sedang sakit?! Kau bisa putuskan setelah dia baikan”

“Kau ada benarnya!! Ayo kita pergi” ajak saera yang menggandeng tangan Jaejoong.

 

#Flashback saera#

Hari ini adalah penerimaan murid baru dan hari ini aku bertemu dengan seseorang yang sangat tampan. Ini karena aku melihat bunga teratai yang indah disekolah baruku ini.

“Main sebentar yuk” ajak salah satu teman saera.

“Dulu waktu kecil aku buat cincin dari bunga” ucap saera.

“Mumpung bunganya mekar semua, kira-kira bisa buat berapa cincin ya” ucap teman saera lagi.

“Kau mau?! Bunganya cantik ya?” ucap seorang namja  yang tersenyum sambil memberikan bunga yang sudah berbentuk cincin dengan tangkai bunga teratai. Senyuman itu yang membuat saera jatuh hati, cinta pertama saera yang baru saja dirasakan.

Ternyata namja tersebut bernama kim Jaejoong yang berpostur tinggi dan tampan, dia sekelas dengan saera tapi sebangku dengan eun sun.

Sebulan setelah itu Kim jaejoong dan kim eun sun jadian yang membuat saera sedih karena merasa dia kehilangan kesempatan untuk menjadi pacarnya Jaejoong. tapi sepertinya takdir masih berpihak pada saera karena dia mendapatkan jadwal piket bersama jaejoong dan berkesempatan mendekati Jaejoong, hingga akhirnya diam-diam mereka menjalin hubungan dibelakang kim eun sun.

 

#End flashback#

“Kita harus jujur kepada eun sun” ucap jaejoong yang berjalan disamping saera.

“Jangan dulu! Aku tidak mau dia tahu dulu” teriak saera.

“Kenapa!!!! Aku sudah tidak menyukainya”

“Kau gila! Apa kau tidak berfikir dia pasti akan terluka. Apa dia sakit karena mendengar apa yang kita bicarakan kemarin!”

“Entahlah! Bukankah itu bagus kau lebih baik darinya?”

“ya ya ya… aku sudah tau itu jae”

Mereka berdua memasuki halaman rumah eun sun yang suasananya sangat menyenangkan.

“Permisi!!!”

“Ah ada temannya eun sun ya” ucap seorang wanita paruh baya yang berdiri didepan pintu.

“Iya adjuma, kami berdua temannya eun sun” ucap saera penuh senyum yang menawan.

“Ayo silahkan masuk. Eun sun sepertinya tidur dikamarnya”

“Kalau begitu besok saja kami datangnya!” pamit jaejoong.

***

Eun sun pov

Bila kuingat kata manismu kumerasa tiada duanya…

Kulihat kasihmu kan tulus slalu berikan segalanya…

Tapi mengapa kumerasa gundah? Saat engkau tak disampingku..

Ternyata kau telah menjalin cinta..

Dengan dia yang lain…

 

Kekasih aku terluka karenamu dustai cinta..

Dimana perasaanmu saat kau lakukan itu..

 

(lagu diatas ini terluka ciptaan pions band lokal dari blitar jatim dan sekaligus kakak dari sahabatku diSMK, lagunya bagus banget!!!)

 

Hari ini aku memutuskan untuk tidak pergi kesekolah lagi karena aku tidak siap melihat wajah kedua orang munafik kepadaku, aku sudah menyuruh eoma bilang pada mereka aku tidur jika mereka datang kerumah. Yang kulakukan hanya menangis dan menangis setelah mengetahui penghianatan itu 2 hari yang lalu.

 

#Flashback#

Aku ingin memberikan sebuah puisi ini untuk jaejoong karena dia hobby membuat lagu dan bermain music. Aku berjalan menuju ruang music untuk mencarinya awalnya tadi aku ingin mengajak saera tapi dia malah sudah menghilang terlebih dahulu saat bel istirahat. Saat aku akan memasuki ruang music aku mendengar suara yang sangat aku kenal.

“Jae kita harus bagaimana! Lama-lama eun sun pasti akan tau kalau kita…”

“Aku juga bingung! Aku suka dia tapi aku juga suka padamu”

“Aku takut jae, dia sahabatku dan kau kekasihnya. Aku jadi merasa seperti penjahat jika harus seperti ini, aku sangat mencintaimu jae”

“Aku juga mencintaimu, awalnya aku tidak mau bilang karena kamu adalah sahabatnya tapi menyukaimu. Tentang eun sun aku akan bilang semuanya” ucap jaejoong yang langsung.

“Jangan!! Aku tidak mau membuatnya sedih”

Aku menangis dan berlari menjauh dari ruangan itu, sakit!! Sungguh sakit hatiku!! Aku segera meminta izin pulang dengan alasan sakit.

 

#End flasback#

 

“Hey! Kau melamun apa?” tegur young in eoni yang nangkring didepan pintu dan berjalan menghampiriku.

“Pusing eoni” jawabku sekenanya.

“Wae!! Coba cerita ke eoni?!!”

“Namjachinguku selingkuh dengan sahabatku. Huwewewe ;-(…..”

“Yah saeng eoni kok cengeng sih karena namja. Dengerin eoni ya!!” ucap young in eoni memelukku sambil menghapus air mataku. Hanya ku balas dengan anggukan.

“Cinta sejati itu seperti hantu, kita semua bisa membicarakannya tapi hanya segelintir orang diantara kita yang pernah menyaksikannya. Dan cinta sejati itu datang sekali seumur hidup, dia datang tidak melihat seperti apa kita tapi dia melihat seberapa mampu kita menjaganya. Paham??”

“Aku masih bingung!! Kenapa cinta sejati itu susah dicari??”

“Cinta yang sebenarnya adalah melihat orang yang kita cintai itu bahagia walau tanpa kita disisinya, walau kita sakit banget melihatnya tapi kita sudah berbuat yang terbaik untuknya. Lagipula belum tentu juga namjachingumu selingkuh sayang, belum ada kata putus juga kan??”

“Tapi kemarin aku dengar mereka saling bilang cinta eoni, aku harus bagaimana aku sangat mencintainya, huwewewe…..”

“Tenangkan hatimu dulu biar kamu bisa mengambil keputusan yang terbaik”

“Ne eoni”

“Ya sudah sekarang kamu bobok” ucap eoniku membantuku berbaring.

***

Jaejong pov

Malam ini fikiranku tak tenang, aku pacaran dengan eun sun tapi disisi lain aku menikmati hubungan gelapku bersama saera*jiah bahasanya autor amburadul*

Aku menyadari apa yang aku lakukan ini pasti akan melukai keduanya, tapi rasa ini sungguh tidak bisa aku pungkiri bahwa aku lebih mencintai saera daripada eun sun, oh tuhan bantulah aku!! Aku ingin putus dengan eun sun tapi aku bingung apa alasanku memutuskannya.

Hpku tiba-tiba bergetar tanda ada telpon masuk dari saera.

“Yeoboseyo saera…”

“Kau sudah tidur jae-ah”

“Belum, wae??”

“Ani. Hanya ingin menelponmu saja”

“Kau kangen ya padaku”

“Heheheh.. kau tau saja”

“Jelaslah! Karena aku juga merindukanmu. Cepatlah tidur saranghae”

“Nado”

***

Pagi ini aku melihat eun sun pindah duduknya kesamping jendela bersama Meyshin, sedangkan aku menjadi duduk bersama dengan Saera karena sebelumnya Saeralah yang duduk dengan Meyshin.

“Kenapa kau pindah” tanyaku yang membuatnya menoleh.

“Ehmm.. aku hanya ingin berganti suasana saja. Tak apakan??” jawabnya datar.

“Ne.”

“Pagi semuanya” sapa saera pada kami semua “Loh kok eun sun duduk ditempatku” ucap Saera kaget.

“Kau duduk dengan jaejoong saja karena aku ingin ganti suasana, tak apakan? Meyshin kita ke kantin yuk aku lapar” ucap eun sun menarik tangan meyshin keluar kelas.

“Dia kenapa??” tanya saera yang bingung.

“Aku juga tidak tau. Dia aneh sewaktu aku sapa tadi” jawabku yang juga tidak mengerti.

“Apa dia mendengar pembicaraan kita waktu itu” ucap saera gelisah.

“Bukankah itu lebih bagus”

“Aish kau ini tenang sekali”

“Kenapa memangnya. Aku memang menyukaimu apanya yang salah”

 

Autor pov

Eun sun terus membawa meyshin kekantin. Dia memesan 2 mangkok jjangjang meyon dan segelas jus favoritnya, meyshin hanya geleng-geleng melihat sahabatnya ini.

“Kau ada masalah dengan jaejoong ya. Biasanya kalian kan tidak bisa terpisahkan” tanya meyshin dengan cemprengnya.

“Aku hanya sedang tidak mood bersamanya” jawab eun sun sambil memasukkan jjangjangmeyong kemulutnya.

“Tapi akhir-akhir ini kulihat jaejoong dan saera dekat sekali. Apa kau tidak merasa ada yang aneh dengan mereka?!” celetuk meyshin.

“Ku kira hanya aku saja yang merasa begitu ternyata kau juga sama” ucap eun sun menghela nafas panjang.

“Kau tidak ingin meluruskannya, coba saja kau tanya namjachingumu itu kalau saera aku nggak yakin dia akan menjawab yang sebenarnya, dia terlalu tertutup pada orang”

“Ne”

“Jangan-jangan kau sudah tau makanya kau pindah duduk denganku” ucap meyshin yang langsung membuat eun sun tersedak.

“Uhuk… uhuk… uhuk…”

“Gwaenca..”

“Nan gwaencha, kau ini membuatku kaget saja”

“Mian. Aku kira kau sudah tau”

 

Pada saat istirahat eun sun meletakkan kepalanya dimeja sambil melirik jaejoong keluar kelas bersamaan dengan saera yang juga keluar.

“Apa kau tidak ingin meminta penjelasan pada mereka?” tanya meyshin.

“Penjelasan apa” jawab eun sun lesu.

“Tentang mereka, kulihat mereka semangat sekali pagi ini! Jika kau tidak suka kau bisa protes”

“Memang aku punya hak apa untuk protes pada kedekatan mereka!”

“Aish.. kau ini yeojachingunya! Jika kau tidak suka kau bisa protes o’on. Ayo temui dia”

“Aku malas”

“Pergi atau aku yang menarikmu agar menemui dia”

“Aku akan pergi, tapi mereka kemana”

“Kurasa diatap sekolah! Tadi mereka membawa bekal makan siang mereka! Benar-benar aneh kau yang yeojachingunya tapi dia acuh dan malah mengajak saera”

“Baiklah! Aku akan mencarinya”

“Hwaiting”

 

Eun sun pov

Setelah dipaksa meyshin akhirnya aku beranjak dari bangkuku untuk mencari mereka ke atap gedung sekolah yang biasa aku gunakan untuk makan bekal bersama jaejoong, tapi itu dulu sebelum dia berubah dan aku tau apa yang membuatnya berubah.

Aku melihat mereka sedang asyik bercanda mesra ketika aku sampai diatas, saera sepertinya keget melihatku hingga menjatuhkan sumpitnya.

“Eun sun…” ucapnya tergagap.

“Kenapa kaget begitu?!!” ketusku padanya.

“Kau mau ikut makan bersama kami” tanya jaejoong yang juga sedikit kaget.

“Aku hanya ingin bicara dengan kalian sebentar saja”

“Apa???” tanya jaejoong santai sedangkan saera gugup.

“Aku sudah memikirkannya selama 3 hari ini. Kurasa aku ingin hubungan kita berakhir sampai disini” jawabku berusaha sedingin mungkin walau hatiku tak mampu.

“Apa maksudmu!!!!!!”

“Kalian tidak perlu bersikap seperti tidak ada apa-apa padahal kalian sudah tau jawabannya. Kurasa hubungan kita sampai disini saja jaejoong dan persahabatan kita juga sampai disini saja saera. Aku tidak akan membenci kalian karena aku tau cinta itu suci…” aku sunggu tidak sanggup melanjutkannya tapi aku harus berusaha tenang.

“Jadi…”

“Iya jae oppa, aku tau semuanya. Kau fikir perubahan sikapmu itu tidak membuatku sadar bahkan semua juga menyadarinya”

“Eun sun aku bisa menjelaskan semuanya” saera akhirnya mengeluarkan suaranya.

“Semuanya sudah jelas!  Aku harap ini yang terbaik untuk kita, lebih baik aku yang mundur dari cinta ini, untuk apa aku mempertahankannya sementara orang yang aku cinta menyukai gadis lain. Aku tidak boleh egois sendiri! Maka dari itu kita pacaran baik-baik jadi putusnya aku juga ingin secara baik”

“Eun sun aku…”

“No no no.. jangan beralasan ini adalah jalan yang terbaik oppa, aku rela kau tinggalkan asalkan kau bahagia. Jadi jangan pernah hubungi aku lagi” ucapku yang langsung meninggalkan tempat itu, dan aku langsung mengirimkan pesan untuk eoniku agar segera menjemput.

To : yello princess

Eoni bisa jemput aku sekarang. Aku malas melihatnya!

Send~~

From : yello princess

Ne^-^

Autor pov

Tak lama setelah eun sun sampai digerbang, sudah terlihat mobil jemputannya datang jadi eun sun langsung masuk kemobil eoninya.

“Kau bolos ya” tanya young in eoni.

“Aku malas melihat wajah munafik mereka. Aku ingin pindah sekolah” jawab Eun sun.

“Kau akan beralasan apa pada eomma”

“Ingin cari suasana baru”

“Kau mau pindah kemana!!”

“Ikut denganmu saja. Yang penting aku tidak melihatnya lagi”

“Kau yakin eomma akan mengijinkanmu ikut aku pindah ke kota. Disana juga pergaulannya terlalu bebas”

“Kan ada eoni. Aku tadi sudah melakukan yang terbaik eon?!”

“Apa yang sudah kau lakukan?” tanya young in eoni menyerngitkan dahinya pada eun sun.

“Aku merelakannya untuk saera. Mungkin dia memang lebih baik daripada aku makanya aku lebih baik mundur”

“Kau hebat eun sun. Semangat! Eoni akan selalu mendukungmu jika ini yang terbaik untuk kalian bertiga”

 

*_5 tahun kemudian_*

 

Seminggu ini Eun sun kembali ke kerumahnya setelah menyelesaikan kuliahnya. Malam ini dia akan bertemu dengan teman baiknya jung meyshin setelah 5 tahun tidak bertemu, mereka menghadiri acara ulang tahun salah satu temannya dulu.

“Eun sun. Ini benar-benar kaukan?! Kau berubah menjadi cantik” ucap meyshin berdecak kagum.

“Aku ini memang cantik” ucap eun sun sambil mencubit pipi tembem meyshin.

“Saera dan jaejoong juga akan datang nanti”

“Owh…”

“Kau tidak ingin tau apa yang terjadi setelah kau menghilang 5 tahun lalu”

“Aku tidak minat. Lagipula itu sudah lama berlalu mending kita lihat kemasa depan”

“Wah padahal setelah kau pergi hubungan mereka juga merenggang, setelah itu kudengar mereka putus waktu upacara kelulusan. Eh itu Saera datang bersama park yoochun” tunjuk meyshin.

Saera dan yoochun datang menghampiri mereka yang sedang asyik duduk dipojokan. “Anyong!” sapa saera.

“Anyong! Saera lama tidak bertemu” balas eun sun.

“Jae-ah belum datang sepertinya. Kenalkan ini tunanganku park yoochun, dan ini temanku oppa”

“Anyong! Chonun kim eun sun imnida”

“Jung meyshin imnida”

“Park yoochun…”

“Kami kesana dulu ya. Mau memberi ucapan pada tuan rumah” ucap saera yang menggandeng tunangannya menjauh.

“Seleranya bagus juga! Benarkan eun sun”

“Ne”

“Eh.. itu jaejoong..”

Eun sun melirik kearah yang ditunjuk meyshin, jaejoong datang dengan memakai kemeja putih dan jas senada dengan kemejanya. Eun sun sedikit gugup setelah 5 tahun lamanya mereka tidak bertemu, jaejoong berjalan kearahnya. “Meyshin! Boleh aku pinjam eun sun sebentar” ucap jaejoong lembut membuat eun sun bergidik.

“Tentu saja! Ya sudah bawa saja, aku tau kalain perlu bicara” ucap meyshin sambil mendorong eun sun agar mendekat pada jaejoong.

Jaejoong langsung menarik tangan eun sun dan membawanya menjauh dari pesta itu, jaejoong membawanya ketaman dekat sekolahnya yang  dulu biasa mereka gunakan untuk sekedar nongkrong.

“Ada apa kau membawaku kesini?!” tanya eun sun dingin.

“Kau tidak ingin menanyakan kabarku” balas jaejoong.

“Untuk apa aku tanya, bukankah sudah jelas kau baik-baik saja dan sekarang kau ada didepanku?”

“Tapi tidak dengan hatiku setelah kau pergi”

“Apa maksudmu!” ucap eun sun menatap jejoong tajam.

“Kau tiba-tiba pergi sebelum mendengarkan penjelasanku yang sebenarnya, tiba-tiba juga kau pindah bahkan keluargamu menyembunyikan keberadaanmu selama 5 tahun ini. Aku sampai frustasi apa sebegitu bencinya hingga kau tidak mau menemuiku lagi” jelas jaejoong.

“Bukan seperti itu jae-ah, aku pergi karena aku tau akan sulit bagiku melupakanmu jika aku tetap disini makanya aku pergi untuk melupakanmu dengan menjauh. Aku ingin kau bahagia dengan saera”

“Tapi kenyataannya itu bukan yang terbaik untuk kita. Saera teracuhkan setelah kepergianmu pada waktu itu”

“Benarkah!!”

“Aku masih sangat menyayangimu, aku mungkin terlambat menyadarinya setelah kepergianmu tapi aku benar-benar tidak sanggup hidup tanpamu, cinta ini benar-benar membunuhku”

“Bukankah waktu itu kau bilang ingin putus denganku, aku mendengar waktu kau berbicara dengan han saera”

“Entahlah! Mungkin itu hanya pengaruh perasaan kagumku saja sehingga seperti aku menyukainya”

“Apa iya!!” goda eun sun.

“Jangan menggodaku, aku sudah lama menunggu hari ini” seru jaejoong yang membuat eun sun bingung. “Ada yang ingin kukatakan”

“Bukannya dari tadi kau sudah berbicara”

“Ini yang paling penting”

“Apa??????????”

“Maukah kau kembali padaku”

“Atas dasar apa kau memintaku kembali padamu”

“Karena kau akan jadi istriku”

“Akukan belum menjawab iya”

“Asih… susah sekali berkomunikasi dengan orang o’on sepertimu”

“Apa kau bilang.. ya sudah aku pulang saja” ucap eun sun berdiri dan beranjak dari duduknya.

“Ya… jangan marah donk jagy aku hanya bercanda” cegah jaejoong menahan tangan eun sun. “Kau tau jagy aku tidak tau kenapa jika tidak denganmu aku tidak bisa, hatiku hanya ku paten untukmu”

“Hahahaha…………………… kau itu lucu jae-ah, masa melamarku dengan cara seperti ini” ucap eun sun yang tertawa.

 

Tuhan tolong kuinginkan cintanya…

Sampaikan sayangku pada dirinya…

Kuberjanji setia menjaga…

Mesti jamanpun berakhir…

Takkan kuhianati dirinya…

Cinta yang pertama…

 

Jaejoong berlutut didepan eun sun sambil mengenggam kedua tangan eun sun.

“Kim eun sun ku yang paling cantik maukah kau menikah denganku. Aku bukan pria romantis yang bisa mengungkapkan segala hal dengan mudah, tapi aku bisa membuktikan bahwa jaejoong yang ada didepanmu ini bukan jaejoong yang dulu lagi”

“Bagaimana ya! Aku juga bingung??” ucap eun sun pura-pura bingung sambil menahan tawa.

“Kau mau apa tidak jagy…” ucap jaejoong gugup.

“Heeemmmmmm….. kurasa boleh juga!”

“Jadi……………”

“Ya aku bersedia jae-ah”

Jaejoong langsung mengambil cincin yang dibawanya, kemudian memasangkannya dijari manis eun sun.

End

Mian kalau endingnya menggantung coz buatnya Cuma 1 jam aja, itupun buru-buru karena lapy mau dipinjem buat kerja..

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s