]FREELANCE] NAE YEOJA

ini adalah ff dari temanku. yang mau berpartisipasi boleh juga kirim ke e-mailku

yang gak suka gak usah baca. No bashing no plagiat

 

Autor : Allan Dwi Rangga sama Ravael Hendrawan

 

Muuph kalo fanfic ini tidak bagus karena ini pertama kalinya.

Buat lulu berhentilah berharap karena cinta itu tidak akan bisa kamu paksakan.

Buat yang merasa ajach aku harap kamu mengerti kalo hidup ini hanya satu kali dan jangan pernah kamu menyiksa diri kamu demi orang yang tidak bisa menghargai kasih sayang.GBU

<><><<><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><

 

Coklat, kita kenal hanya sebagai makanan ringan yang manis saat kita memakannya. Tapi dari makanan coklat ini kita bisa memperoleh motivasi yang bisa kita ambil pelajarannya.

Pemisalan : coklat itu mempunyai 2 rasa yang umum yaitu pahit dan manis, mirip dengan kehidupan kita bukan!

Adakala hidup kita pahit saat kita merasa sedih, jatuh dan terpuruk dalam cobaan hidup, dan adakalanya hidup kita manis saat kita merasa bahagia dan penuh suka cita.

Semua itu karena hidup kita berputar sesuai garis dan rotasi kehidupan kita, kadang semua pasrah dengan kepahitan hidup padahal dibalik semua kepahitan ada kemanisan  dan hikmahnya.

So, kita tidak perlu jadi orang lain agar kita bisa menjadi bahagia, tapi kita harus percaya pada diri sendiri. Menjadi bahagia dengan berfikir positif. Kita tidak perlu minder dengan apa yang kita lakukan karena kita dari awal sudah terlahir dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing individu, yang penting adalah bagaimana kita membuat kekurangan itu menjadi sebuah kelebihan dan melengkapi hidup kita.

Lebih baik dibenci jadi diri sendiri daripada disenangi tapi kita tidak nyaman menjadi jati diri orang lain, no body perfect! Jadilah dirimu apa adanya.

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Sun flower, kita mengenalnya sebagai tumbuhan bunga hidup yang kita tau selalu menghadap kematahari. Bagaikan bunga cantik yang selalu mengikuti cahaya cintanya. Sama juga dengan hidup kita yang selalu memerlukan bantuan orang lain karena kita memiliki keterbatasan. Entah itu sahabat, teman, orangtua, ataupun saudara kita tetap memerlukannya. Kita butuh uluran tangannya setiap kita menghadapi masalah yang berbagai macem..

Jangan pernah mencari orang yang sempurna untuk selalu ada disamping kita, tapi bagaimana kita bisa menjadikannya sempurna karena kita mencintainya. Yang kita butuhkan adalah memberi dan menerima (take and give) dari ketidak sempurnaan mereka.

Jangan pernah berbuat tinggi hati karena kerupawanan kita atau kelebihan yang kita punya, tapi tetaplah bersikap ramah dan sederhana karena kecongkakan kelak akan menghancurkan hidup kita sebagai seorang manusia.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Rasa sayang, cinta dan kagum tidaklah jauh berbeda karena saling keterkaitan. Cinta dan sayang bisa dirasakan karena terbiasa bersama, seperti rasa hati kita kepada sahabat, teman dan pacar.

Tapi berbeda pada orangtua, orangtua adalah orang yang terpenting dalam hidup kita karena mereka orang yang sangat mengenal kita luar dalam. Saat kita sedih orangtualah yang pertama memberi kita pelukan hangat dan menenangkan hati kita yang sedang kosong dan bingung harus berbuat apa. Mereka pasti memberi kita semangat!

 

 

 

 

14 april 2010

Hari ini tepatnya hari rabu jam 01.15 meninggalnya appa, in young sebagai putri keduanya sangat shock dengan kejadian itu sehingga sulit baginya untuk menerima semua ini. Kim in young adalah seorang gadis yang sangat tegar dan ceria, dia tidak memiliki seorang Eomma dari dia lahir. Dia memiliki seorang eoni yang bernama kim ah young gadis manis tapi terlalu berambisi tinggi untuk kehidupannya. Mereka berdua mengalami kenyataan yang pamit karena mempunyai ibu tiri yang hanya cinta harta appa mereka. Saat appa kim meninggalpun wanita yang menjadi ibu tirinya kabur melarikan diri dengan semua harta bendanya. In young sungguh tak percaya bahwa ini semua terjadi pada kehidupannya, menjadi anak yatim piatu diusianya yang masih 15 tahun.

 

In young pov

Malam ini tanggal 13 april, aku duduk menunggu appa yang sedang sakit karena kecapekan kerja, aku tau dia membanting tulang untuk menghidupi kebutuhanku dan sekolahku yang duduk dibangku SMK kelas 2 semester terakhir. Aku duduk termenung sedih dibangkuku membayangkan kondisi appa yang sedang terbaring dirumah sakit. Aku sempat menitikan air mata hingga temanku yang menghapusnya.

“Kenapa kamu menagis?” tanya temanku hyori yang menghapus air

“Kau ada masalah?” tanya Hankyung teman sebangkuku.

“Aniyo, aku hanya sedih karena appa sedang sakit” jawabku.

“Mwo?! Appamu sakit apa?” tanya sahabatku yang lain.

“Entahlah! Aku juga bingung!” jawabku.

tambah saera.

 

Bel tanda pulang sekolah berbunyi, aku segera menuju pintu gerbang menghampiri eoniku yang sudah menjemputku dengan motor matic nya. “Ayo! Hari ini appa dipindah keruang ICU” seru eoniku ah young sambil menyerahkan helm padaku.

“Ne” ucapku sambil menaiki tempat duduk dibelakang eoniku.

15 menit kami sampai di Kamar appa dirawat.

“Appa, aku pulang” sapaku yang langsung mencium tangan kanan appa yang sedang diinfus.

“Aduh anak appa yang cantik sudah pulang, sudah makan siang?” tanya appaku yang terbaring lemah.

“Sudah! Baru saja” jawab eoniku.

“Putri appa pinter-pinter semua nih!”

“Siapa dulu donk! Putri appakan memang pinter-pinter”

“Nah.. Appa lega kalau kalian akur, jadi appa tidak bingung jika harus pergi meninggalkan kalian”

“Appa bicara apa sih!!!”

“Aniyo In young sayang. Kau harus semangat belajar biar pinter dan sukses. Kau juga harus mencoba untuk bisa mempercayai temanmu”

“Andwae. Teman baikku Cuma appa saja, aku tidak mau jika harus berbagi dengan mereka, aku tidak mau ditikam lagi seperti waktu SMP” sungut In young.

“Anak appa yang cantik! Tidak semua orang begitu. Kau tidak boleh memaksa mereka untuk menerimamu dan kau juga tidak boleh menutup diri begitu. Appa tidak mungkin selamanya disisimu jadi cobalah untuk mempercayai temanmu”

“Baiklah! Aku akan mencobanya nanti”

 

Autor pov

Malam hari pukul 9 malam hujan sangat deras hingga pukul 11, In young bersiap-siap untuk memejamkan mata setelah puas bersms ria dengan sahabat-sahabatnya. Tapi pukul 01.00 adjushi In young berteriak memanggil dokter jaga karena nafas appa kim yang melemah. In young dan Ah young yang masih mengumpulkan nyawa ikut keluar ruangan menunggu appa yang sedang ditangani dokter. Tapi.. 15 menit kemudian adjush datang dan mengatakan. “Yang sabar ya anak-anak” ucap adjushi dengan penuh penyesalan. In young yang shock langsung terduduk berharap ini hanya mimpi. “Eoni appa nggak mungkin meninggalkan! Adjushi pasti bohongkan” ucap In young yang berurai air mata.

“Saeng! Jangan begini?!” ucap Ah young yang juga berurai air mata.

“Eoni bilang bahwa aku tidak akan kehilangan appa karena eomma sudah diambil Tuhan dari aku kecil, tapi kenapa Tuhan ambil appa juga dariku”

“Adjushi tolong bawa saengku pulang Aku tidak mau sakitnya kambuh karena drop, biar jenazah appa aku yang mengurusnya, dan nanti aku akan menghubungi jika sudah mau dibawa pulang”

“Baiklah Ah young. Biar dirumah aku, halmoni, harabuchi dan adjuma-adjumamu yang mengurusinya” ucap adjushi sambil membawa In young pulang.

 

Pukul 7 pagi jenazah appa In young dibawa pulang kerumah duka, banyak relasi dan kawan-kawan kerjanya yang datang. Ah young dan yang lain sibuk didepan sedangkan In young hanya mengurung diri nya dikamar.

“In young jangan begini donk kasihan appamu” ucap salah satu sepupu In young yang menghampiri.

“Ini hanya mimpikan Minie-ah, appa tidak mungkin meninggalkanku. Baru kemarin aku bercanda tawa dan berbagi dengannya” teriak In young.

“Ini jalan yang terbaik untuk appamu, percayalah padaku” ucap sepupu tadi yang tak lain adalah Taemin.

“Tapi tuhan sungguh tidak adil padaku. Dia sudah mengambil eommaku sewaktu aku lahir dan sekarang diumurku 15 aku kehilangan appa. Tempat dimana aku biasa berbagi cerita, orang yang selalu setia memelukku disaat aku sedih”

“Itu karena Tuhan sayang pada mereka In young”

 

Tak lama kemudian Ada salah satu adjuma In young yang datang memasuki kamar In young. Melihat keponakannya yang sedang duduk diranjang. “Sudah saatnya appamu dimakamkan In young, ayo turun” ucap Meyshin adik dari appa In young.

“Aku tidak mau” teriak In young.

“Ayolah sayang! Adjuma juga tidak mau ini terjadi tapi takdir yang memutuskannya. Kasihan appamu jika kamu bersikap kekanak-kanakan seperti ini” tutur Meyshin lagi.

“Biar aku yang bujuk eoma! Kau keluarlah dulu” ucap Taemin pada Meyshin.

“Baiklah! Adjuma tunggu dibawah In young” ucap Meyshin yang keluar dari kamar In young.

“In young. Kau tidak maukan appamu sedih?” tanya Taemin lirih.

“Tentu saja! Appa itu cahaya hidupku”

“Maka karena itu ayo kepemakaman, ini terakhir kalinya kau bisa melihat appamu. Ayo! Tunanganmu juga sudah dibawah tuh”

“Temani aku ya! Aku tidak mau ketemu si evil itu dibawah”

“Ne, ayo”

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

 

 

Setelah pemakaman sang appa, In young duduk ditaman belakang rumahnya sambil memandangi danau sambil menagis sepuas hatinya, sedangkan sang kakak mencoba tegar walau hatinya teriris harus bertanggung jawab menjaga adiknya.

“Ah young kau yang tegar kasihan adikmu karena dia masih membutuhkan banyak perhatian dan kasih sayang, jadi kau jangan ikut-ikutan drop. Aku khawatir dengan sakitnya” tutur tuan cho sahabat baik appa Ah young.

“Ne Adjushi. Aku akan melakukannya” ucap Ah young.

“Noona dimana In young sekarang, kenapa dia tidak kelihatan setelah pemakaman tadi” tanya anak dari cho adjushi selaku tunangan In young.

“Mungkin ditaman belakang. Dia pasti sedih dengan kematian appa yang mendadak tadi malam” jawab Ah young.

“Aku lihat dulu noona takut dia nyebur aja kedanau, heheheJ” pamit anak cho adjushi yang langsung beranjak dari duduknya.

“Jangan dijahili In young nya. Ingat! Dia sedang berduka” seru cho adjuma pada putranya.

“Tenang saja eomma’

 

 

_Ditaman belakang_

In young sedang menangis duduk sambil memeluk lututnya dirumput yang menghadap danau. Dia mengeluarkan semua kesedihannya sambil memandang danau didepannya. Cho kyuhyun yang mengeluarkan senyum evilnya berjalan mendekat dan duduk disampingnya.

“Ternyata seorang kim In young bisa menangis juga, sungguh-sungguh pemandangan yang sangat langka” sindir kyuhyun tapi tidak ditanggapi. Kyuhyun mulai geram karena biasanya sindirannya berhasil tapi dia tidak kehabisan akal. “Ternyata gadis penyakitan sepertimu bisa kalah melawan takdir hidup. Kau itu bodoh! Dan kau juga menagisi hal yang bodoh tauk”

“Diamlah cho kyuhyun. Kau berisik” gertak In young tanpa memandang kyuhyun.

“Apa kau fikir dengan menangisi hal bodoh begini appamu akan kembali” sinis kyuhyun.

“Kau ini cerewet sekali, kau ini senang sekali cari gara-gara denganku. Kau itu bukan siapa-siapaku jadi jangan ikut campur masalahku” bentak In young yang geram dengan kyuhyun.

“Walau kau tidak menganggapku tunanganmu. Dan walau aku ini bukan siapa-siapamu tapi aku ini orang yang peduli dengan hidupmu. Apa dengan menangis seperti ini kau bisa mendapat sesuatu yang berharga tidakkan?? Seharusnya kau itu berdoa untuk appamu”

“Diam kau!!!!!!!!!!!”

“Kim In young. Kufikir kau orang yang tegar tapi ternyata kau ini orang yang lemah. Dimana kim In young yang penuh ceria, periang dan semangat yang selalu tak mau membuat waktunya untuk hal bodoh dan juga menangis” geram kyuhyun.

“Apa kau bisa tertawa ketika orang yang kau sayangi meninggalkanmu. Kau!!!!!!! Tak akan pernah mengerti apa yang aku rasakan karena kau tidakmpernah kehilangan orang yang sangat kau sayangi karena orangtuamu masih lengkap tidak sepertiku” teriak In young didepan muka kyuhyun.

“Aku tau apa yang kau rasakan, karena kim adjushi adalah orang yang sudah kuanggap appa keduaku. Aku juga sama kehilangannya sepertimu!”

“Tapi kau tak akan mengerti! Appa dia satu-satunya alasanku bertahan dan appa juga cahaya hidupku yang paling aku sayangi. Dia mengajarkan aku banyak ilmu”

“Kau benar! Dia bukan obat tapi dia bisa menyembuhkan sakit hati”

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

 

 

 

#Flashback sebulan yang lalu#

In young berjalan-jalan bersama kakak dan appanya ketaman wisata yang sering mereka kunjungi sewaktu liburan akhir pekan.

“Putri appa sudah pada besar gini tapi pada manja. Appa sibuk malah ngajak jalan-jalan” ucap appa kim pada kedua putrinya.

“Ah,, Apa jangan sibuk mulu don, kami kan ingin jalan-jalan dengan appa setiap akhir pekan” ucap Ah young manja.

“Aish.. Eoni ini sudah dewasa tapi kaya anak TK aja, malu don udah punya pacar juga” sindir In young.

“Heh.. anak kecil kau ini sirik aja sama eoni, kau irikan sama eoni weeeeeeeeek” ucap Ah young menjulurkan lidahnya.

“Kyaaaa.. iri oh tidak bisa, akukan setiap sabtu selalu beli buku sama appa” balas In young.

“Ih minta dijitak ini anak. Kecil-kecil bandel”

“Appa..” ucap In young yang bersembunyi dibelakang appanya.

“Sudah-sudah. Kalian ini sudah bukan anak kecil lagi tapi tingkah pada mirip anak TK semua, bagaimana jika appa tak ada ditengah kalian” ucap appa kim sambil geleng-geleng melihat kedua putrinya.

“Appa kita naik itu yuk” ucap In young menunjuk salah satu wahana ditempat wisata tersebut.

“In young ingat jantungmu gampang lemah jadi jangan aneh-aneh” perintah appa kim.

“Inget tuh jangan bandel dikasih tau” ejek Ah young.

“ah.. appa eoni mulai lagi nih!”

“Berantem! Appa tinggalin kalian berdua disini” ancam appa kim.

“Kyaaaa jangan donx pa, aku nggak mau pulang sama nenek lampir nanti aku dibuang dijalan”

“Hey!!!!!! Siapa juga yang mau pulang denganmu anak kecil”

“Daripada berantem bagaimana kalau kita makan pizza sepuas kalian. Eottohke!!”

“Mau banget…”

#Ending flashback#

 

Sebulan sudah kepergian ayah Kim ah young dan kim in young, yang sangat meninggalkan luka mendalam untuk kedua putrinya. Kyuhyun juga tinggal dirumahnya atas perintah appanya yang sangat prihatin dengan kedua putri anak temannya. Malam hari kyuhyun selalu menemani eun mi adjuma adik dari ayah in young.

“Eun mi adjuma! Ada yang ingin ku tanyakan” tanya kyuhyun yang sedang membantu memotong wortel.

“Apa nak” jawab eun mi adjuma yang sibuk mengupas bawang.

“Apa!! mereka berdua selalu seperti itu. Maksudku apa in young selalu berdiam diri dikamarnya setelah pulang sekolah dan apa ah young noona juga jarang pulang seperti ini. Aku amati mereka berdua sifatnya aneh”

“Tidak juga kyu. In young kau tau sendiri dia bagaimana walau kesepian dia selalu berusaha ceria dan periang tak pernah mengeluh walau batinnya terluka. Kalau eoninya ya memang seperti itu suka hura-hura dengan temannya dan bahkan jarang pulang padahal jarak kampusnya dari rumah Cuma hanya butuh waktu dua jam kalau naik bis, kalau naik motor hanya satu jaman saja”

“Kalau ah young noona mungkin wajar tapi kalau in young gak wajar. Anak SMK seusia dia kan biasanya gila pacaran”

“Kau inikan tunangannya????? Kalau dia punya pacar malah aneh”

“ooo iya aku lupa adjuma”

“Tapi dia memang berbeda dari dulu”

“Beda kenapa adjuma????????”

“Kudengar dari appanya dia itu takut pacaran karena beranggapan pacaran itu seperti orang yang mau menikah saja lucukan???”

“Anak itu ada-ada saja adjuma. Tapi kalau aku boleh jujur aku dulu sangat mengaguminya terutama rasa sayangnya kepada kim adjushi  yang sangat besar”

“Itu mungkin karena appanya bisa jadi ibu untuknya. Kalian dulu kan pernah tinggal bersama sewaktu In young baru ditinggal ibunya meninggal”

“Aku lupa adjuma”

“Wajar kalau kau lupa waktu itu kau juga masih kecil”

#Flasback lima belas tahun yang lalu#

Tanggal 14 februari.

Hari dimana istri tuan kim menghembuskan nafas terakhirnya disalah satu rumah sakit swasta. Semua sangat sibuk mengurusi pemakaman terutama suami yang telah ditinggalkannya.

“Aku harus bilang apa pada putri pertama jika dia bertanya tentang eommanya. Ah young sangat dekat dengan eommanya” ucap tuan kim pada sahabat baiknya.

“Kau bicara yang pelan-pelan, kau itu orang yang hebat jadi tidak akan sulit menyampaikannya.” Tutur tuan cho yang berdiri menenangkan sahabat sejatinya.

“Bagaimana kalau putrimu yang bayi kami asuh dulu untuk sementara waktu, nanti jika kau sudah mendapatkan istri baru kau bisa mengambilnya dirumah kami kasihan putrimu jika kau sibuk dan tidak bisa mengurusnya.” Usul istri dari tuan cho.

“Tapi aku tidak mau merepotkan kalian…………………”

“Tenanglah kami akan menjaganya dengan baik dirumah kami. Lagipula anak kami juga sudah berumur 5 tahun jadi kau tidak akan merepotkan kami”

“Baiklah jika itu tidak merepotkan aku menyetujuinya karena dia masih membutukan kasih sayang dari seorang ibu”

“Kami akan menjaganya dengan baik. Ya sudah kau urusi saja istrimu dulu dan pemakamannya, aku akan mengmbil putrimu dirumah halmoni” pamit tuan cho beserta istrinya.

 

+Kediaman keluarga cho+

Tuan cho beserta istrinya baru saja memasuki pintu depan, dan disambut oleh teriakan putra kecil mereka.

“Appa.. Eomma… itu siapa???? Kenapa eomma menggendong dedek bayi” tutur kyu kecil dengan wajah imuetnya.

“Kyu sayang. Adik kecil ini anak temannya appa, eommanya baru saja meninggal tadi pagi jadi adjushi menitipkan adik bayi ini pada appa” ucap tuan cho yang mengangkat kyuhyun kecil kedalam gendongannya.

“Iya sayang, sekarang kyu akan punya adik. Kyu senangkan bisa punya adik” tambah nyonya cho yang masih menggendong in young bayi.

“Asyik…………… Kyu sekarang bisa pamer sama teman-teman kalau kyu punya dedek cantik. Tapi!!!!!! Namanya siapa eomma”

“Namanya Kim In young”

“Kenapa tidak cho In young saja diakan sudah menjadi adikku” ucap kyu menggembungkan pipi chuby nya.

“Kau ini ada-ada saja kyu, dia ini bukan anaknya appa sama eoma jadi mana mungkin namanya sama denganmu”

“Eoma aku nanti tidur sama kalian ya biar aku bisa tidur sama dedek baruku”

“Tidak boleh, kyu kan sudah sekolah jadi tidak boleh”

“Ayolah eoma jangan pelit-pelit”

“Tapi nanti kyu tidak boleh jahil ya sama adik kecilnya”

“Oce eoma”

 

Tak terasa sudah 5 tahun In young hidup dikeluarga cho. In young anak yang cerdas dan penuh enerjik setiap pulang sekolah kyuhyun selalu membelikan permen lolipop dan coklat untuknya.

“In young oppa punya permen, kau mau tidak” ucap kyuhyun baru pulang sekolah.

“Mauuuuuuuuuu..” ucap In young yang berlari kearahnya.

“Nih.. habis ini oppa ajari membaca ya dan jangan kebanyakan nonton kartun nanti kamu bisa bodoh”

“Tapi acaranya kan bagus-bagus oppa” ucap in young cemberut.

“Hahahhaha.. kau ini memang lucu” ucap kyuhyun yang mencubit kedua pipi in young.

“Auuuuuuuuu….. sakit oppa pipiku”

“Habis kamu lucu banget…………….”

“Oppa kau jahil sekali sih”

“Jelas cho kyuhyun”

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

 

 

Suatu hari tuan kim datang kekediaman tuan cho untuk mengambil putri kecilnya yang selama 5 tahun ini tidak dijumpainya.

“Dimana putriku” tanya tuan kim pada tuan cho.

“Dia sedang bermain dikamarnya! Dia tumbuh menjadi gadis yang pintar. Apa kau sudah ingin menjemputnya” tuan cho berbalik tanya.

“Iya harabuchi dan halmoni terus saja menanyakannya”

“Istriku! Tolong bantu in young berkemas ya”

“Ne” ucap nyonya cho yang menuju kamar in young.

“Jujur aku sangat menyayanginya seperti putriku sendiri, tapi walau bagaimanapun kau tetap appanya” tutur tuan cho sedih.

“Kalian tetap boleh menganggapnya anak tapi aku juga ingin membesarkan putriku. Kasihan ah young sendirian dirumah bersama ibu barunya”

“Ne. Kami paham posisimu”

Sementara dikamar in young, nyonya cho membantu in young berkemas bersama kyuhyun.

“In young mau dibawa kemana eoma oleh adjushi itu” tanya kyuhyun yang melihat eomanya membereskan baju in young.

“Kyu. In young mau dibawa pulang oleh appanya” jawab nyonya cho.

“Kenapa??”

“Kyu sayang. In young punya rumah nak kyu jangan seperti ini”

“Oppa aku akan merindukanmu” tutur in young yang mengeluarkan air mata.

“Oppa juga akan merindukanmu” ucap kyuhyun yang langsung memeluk in young.

#Ending flashback#

“Kurasa begitu ceritanya” ucap eun mi adjuma yang duduk ditaman belakang bersama kyuhyun.

“Jadi karena itu appaku memintaku bertunangan dengannya dua hari sebelum adjushi kim meninggal” tutur kyuhyun dalam hati. “Jadi dia bocah kecil yang waktu itu” ucap kyuhyun pada eun mi adjuma.

“Ne, in young dibawa pulang waktu berumur 5 tahun”

“Pantas saja waktu itu aku tidak asing melihat wajahnya waktu dirumah sakit. Adjuma in young itu yang benar lahirnya tanggal berapa???”

“12 februari 94”

“Berarti bulan depan donk”

“Kau benar. Sekarangkan tanggal 5 january”

“Adjuma bagaimana kalau kita buat ketujan untuk In young dan ah young noona”

“Ne. Tuan kim selalu merayakan ulang tahun kedua putrinya walau berjarak  tahun tapi mereka lahir ditanggal dan bulan yang sama”

“Mereka memang seperti anak kembar. Aku kadang bingung membedakannya yang aku tahu ah young noona itu lebih pendek”

“Sifat mereka juga berbeda” sahut Taemin yang muncul begitu saja.

“Minie kau mengagetkan saja” ucap eun mi adjuma.

“Habisnya aku cari-cari tidak ada. Ternyata malah bergosup ria disini, hehehheJ” ucap Taemin cengegesan.

“Kau ini bisa saja minie-ah. Kami hanya sedang membicarakan tentang in young”

“Ooo masalah noona. Noona orangnya memang jutek jadi jangan kaget tapi dia juga lemah sebenarnya” ucap Taemin dengan entengnya.

“Maksudmu??????????????” tanya kyuhyun mengerutkan dahinya.

“Setauku in young noona itu sakit kelainan jantung karena sejak duduk dibangku SMP dia gampang capek dan sakit” jawab Taemin santai.

“Eh sudah waktunya makan malam. Ayo kita kedalam” ajak eun mi adjuma.

“Kau tau saja adjuma kalau aku sedang lapar” ucap Taemin nyengir.

“Apa ibumu tidak memasak”

“Ibuku sedang pergi ke busan bersama appa, dirumahku sedang sepi”

 

 

+Saat makan malam+

Kyuhyun duduk disamping In young yang sudah siap menyantap makan malam tanpa sepatah kata yang terucap dimulutnya. Dia makan dengan lahap dan cepat sekali.

“In young makan pelan-pelan saja” tegur eun mi adjuma.

“Ne. Aku ingin segera tidur setelah ini” tukas In young.

“Pantas saja mukamu mirip babi kerjaanmu saja Cuma tidur begitu” ejek kyuhyun.

“Cerewet!!!!!!!!!” balas In young.

“In young.. Hormati kyuhyun dia itu lebih tua darimu” ucap Ah young membela kyuhyun.

“Aish… Kenapa! Kau jadi ikutan dia cerewet sih eoni”

“In young!! Sejak kapan kau jadi tukang membangkang. Aku ini eonimu……..” ucap Ah young emosi.

“Sudah noona. Sabar!!!!!!!!!!!” sela Taemin menengahi.

“Aku sudah selesai!” ucap In young yang kemudian meninggalkan meja makan.

“Aduh.. anak itu benar-benar membuat kepalaku pusing” ucap Ah young putus asa.

“Sabar noona. Dia itu masih anak-anak umurnya juga belum genap 16 tahun jadi masih labil” tutur kyuhyun.

“Saengku jadi kacau seperti bukan aslinya aku merasa dia jadi orang lain saat ini. Dia dulu gadis yang ceria dan periang walaupun banyak orang yang membenci sikap polosnya karena seperti dibuat-buat”

“Dia butuh waktu untuk menyesuaikan diri” celetuk Taemin.

“Dia bukan hanya butuh waktu tapi dia juga butuh menjernihkan fikiran. Dia juga harus bisa menerima bahwa tidak semua orang bisa menerima kehadirannya dan juga tidak semua orang membenci kehadirannya. Coba noona berfikir juga noona bahkan yang mahasiswa juga sikapnya labil suka dengan hal yang mewah!!!!!!!!!!!” ucap Kyuhyun datar.

“Kau memang hebat!!!!!” ucap Ah young.

“Jangan lupa noona aku ini setingkat denganmu semester akhir jurusan spisikolog”

“Ya.. noona kalah otak jika dengan orang jenius sepertimu. Padahal umur kita selisihnya 3 tahun tapi kau malah tingkatannya bareng noona. Apa setelah ini kau akan melanjutkan gelar mastermu”

“Kurasa aku mau kuliah kedokteran biar bisa menyembuhkan adikmu yang bawel itu”

“Kau ini bisa saja”

“Hyung ini jatuh cinta noona sama In young noona” celetuk Taemin yang hanya disambut senyum oleh eun mi adjuma.

“Memang kenapa??????????????? Sudah ah aku mau lihat In young dulu” ucap Kyuhyun beranjak dari duduknya karena mukanya pasti merah jika tidak segera menghindar.

Kyuhyun memegang handle pintu kamar In young. Dia membuka pelan kamar In young dan mendekatkan langkahnya menuju ranjang tempat In young tertidur dan duduk ditepi ranjang. Dilihatnya dengan seksama In young yang sudah memejamkan matanya menuju dunia mimpi. “Kasihan sekali hidupmu. Masih 15 tahun tapi ditinggalkan orangtuamu sendirian, punya kakak tapi kau menderita. Aku janji aku pasti akan membuatmu bahagia seperti janjiku pada appamu bagaimanapun caranya??” ucap Kyuhyun sambil merapikan poni In young sambil menatap wajah manis In young. “Kau memang tetap In young kecil yang pernah jadi adikku. Appa dan eomma past senang bila bertemu denganmu”

 

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

Hari ini Kyuhyun membangunkan In young pukul 6.15 karena In young ditunggu tidak bangun akhirnya Kyuhyun datang guna membangunkannya.

“Heeeeeeeee………. Ayo bangun…..” ucap Kyuhyun yang melihat In young menggeliat.

“Memang kenapa ??????????? aku malas sekolah setelah ujian kenaikan?????” tanya In young yang masih memejamkan matanya.

“Siapa yang menyuruhmu sekolah???????????? Cepat mandi dan ikut aku pulang karena dirumah tidak ada orang” jawab Kyuhyun santai.

“Mwooooooooo???????????”

“Wae?????? Tidak perlu berteriak begitu. Eonimu tidak mau kau dirumah sendirian karena dia ada urusan dirumah namjachingunya sedangkan eun mi adjuma ada acara. Urusan sekolahmu aku sudah menelpon wali kelasmu” tutur kyuhyun yang berjalan keluar.

“Hajiman….”

“Tidak ada tapi-tapian. Suka tau tidak kau tetap harus ikut aku pulang” tukas Kyuhyun yang langsung menutup pintu kamar In young.

“Ih……… Dasar orang aneh. Seenaknya pada hidupku!!”

 

Satu jam kemudian In young sampai dirumah Kyuhyun yang sangat besar. Kyuhyun memarkirkan mobilnya dihalaman rumahnya.

“Ayo turun!!!!!!!!! Appa dan eomma pasti sudah menunggu kita didalam?????”

“Iya”

Keduanya lalu berjalan masuk kedalam rumah keluarga cho. Keluarga cho menyambut mereka dengan hangat.

“Bagaimana perjalanannya tadi????? Pasti melelahkan” tanya nyonya cho setelah memeluk In young.

“Lumayan adjuma” jawab In young singkat.

“Eomma sudah siapkan sup gingseng untuk kalian, setelah ini In young ikut adjuma ya??? Adjuma sudah menyiapkan kamar baru untukmu sebenarnya bukan baru Cuma adjuma renovasi ulang”

“Hamsa hamnida adjuma”

 

 

“Kau ingat sayang ini dulu juga kamarmu sewaktu kecil” tutur nyonya cho menunjukkan kamar In young.

“Jinjja????????????”

“Iya sayang. Kau pernah tinggal disini selama 5 tahun.”

“Lebih baik kau istirahat dulu kau pasti capekkan????”

“Iya adjumma.”

 

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

 

In young pov

#flasback#

12 februari 2009

Pukul 00.00 am

Ah young dan appanya membuka pelan pintu kamar In young pelan2 supaya tidak menimbulkan bunyi,, mereka ingin memberikan kejutan untuk In young yang masih bergelut dalam dunia mimpi.

,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,SAENGIL CUKHAE,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

Ah young langsung melompat keranjang In young yang sedang mengucek2 matanya.

“Saengil cukaeyo saengku” teriak Ah young.

“Kim in young dan Kim ah young saengil cukhae” ucap Appa kim.

“Gomawo appa, gomawo eonni”

“Ayo kalian tiup lilinnya” ucap appa kim yang menyodorkan kue tart kepada kedua putrinya. “Make a wish dulu”

Ah young dan In young menutup mata dan melipat tangannya. Beberapa saat kemudian keduanya meniup lilin itu bersama-sama.

“Nah appa punya hadiah untuk kalian berdua hari ini”

“Apa pa hadiahnya. Jangan2 paket belanja”

“Otakmu jauhkan dari hal modis eonn…………”

“Kalian tunggu sebentar akan appa ambilkan hadiahnya” ucap appa kim yang langsung beranjak keluar dan kembali dengan membawa 2kotak hadiah. “Yang warna hijau untuk Ah young dan yang warna biru untuk In young.”

“Apa ini isinya pa?????????????”

“Buka saja??????????”

Ah young dan In young langsung membuka bungkusan hadiah masing2 yang diberikan appanya.

“Appa kenapa hpnya bagusan milik saengku” protes Ah young sambil mengamati hp pemberian appanya.

“Apanya yang beda orang hp nya sama Cuma beda modelnya ajach. Appa juga tau ntar kalian pasti juga ribut lagi kalo hpnya sama. Appa ini ortu kalian jadi appa sangat tau tentang kalian”

“Iya appa kami mengerti. Dan gomawo appa atas hadiahnya”

“Cheonma. Karena kalian berdua adalah malaikat yang ditinggalkan appa untuk menemani appa. Appa harap kalian bisa akur sama eomma Nara”

“Ani appa. Dia bukan eommaku. Eommaku Cuma satu yaitu eomma Naera” tukas In young.

“Ne Appa lupa, wkwkwkw……………….. appa sayang kalian nak”

“Kami juga sayang appa”

#ending flasback#

In young menangis mengingat memorinya yang merayakan ulang tahunnya bersama sang appa setahun yang lalu.

“Appa aku merindukanmu. Apa disana kau bisa melihatku yang sedang merindukanmu” ucapku yang memandang langit dari jendela kamarnya.

“Jika kita menanamkan kebaikan Tuhan pasti juga memberikan kenikmatan walau banyak orang yang mencela tapi kita mesti sabar karena apa yang mereka omongkan itu tidak berguna. A.M.B.A.K = apa manfaat bagiku?? Jika tidak ada manfaat jangn difikirkan*Kutipan dari buku quantum teaching. Buku pendidikan gelar master” Kata appa selalu terang dikepalaku.

“Appa kenapa semua yang ku sayang pergi meninggalkan aku. Appa aku memang sudah tidak punya apa2 setelah kau pergi bahkan teman2 juga pergi” aku terus menangis sendirian meratapi nasibku.

“Appa aku ingin pergi bersamamu. Disini semuanya membenciku dan aku membenci kepura2an mereka. Appa mampukah aku melewati ini semua”

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

 

 

 

 

 

Autor pov

-12 february 2010-

 

In young sedang asyik melihat drama favoritnya bersama nyonya cho. Kyuhyun tiba2 datang dengan gaya lebaenya dan duduk disamping I n young. “Asyik bener de2k kecil nontonnya” goda kyuhyun menyentuh lengan In young.

“Bagus tauk gak bisa liat apa” ketus In young.

“Adjuma mau pergi dulu. Kyuhyun kau temani In young” ucap nyonya cho yang langsung cabut sebelum kyuhyun protes.

“Cape dech mesti liat drama aneh itu”

“He diamlah suaramu mengangguku”

“Dasar gadis.”

“Kenapa aku memang gadis”

“Terserah”

 

Pada saat makan malam nyonya cho membawakan  sebuah hadiah untuk In young yang hari ini.

“Sayang ini hadiah untukmu” Ucap nyonya cho sambil memberikan sebuah bingkisan.

“Apa ini adjuma???” tanya In young.

“Lihatlah”

In young kaget setelah melihat ternyata kado itu adalah sebuah gaun selutut berwarna purple. “Bagus sekali adjuma”

“Syukurlah kalo kau menyukainya. Ini kyuhyun loch yang memilihkannya”

 

Setelah makan malam In young berdiri diberanda kamar. Matanya menerawang jauh diatas sana. “appa apa kau ingat hari ini aku berulang tahun. Biasanya kau yang memberikan ucapan pertama ditengah malam.

Appa kesedihan itu belum hilang

Kenapa harus ada siang dan malam

Kenapa harus ada pertemuan dan perpisahan

Aku sungguh tak mengerti

Appa kenapa tuhan memanggilmu begitu cepat

………………………………………………………..” lirihku dalam hati.

“Apa yang kau lakukan” ucap kyuhyun yang melompat dari berandanya.

“Melamun kenapa” tukasku.

“Kau sadis sekali padaku padahal aku sangat menyayagimu”

“Sayang. Kau ini aneh waktu itu memakiku sekarang bilang sayang. Kau gila”

“Aku punya kado untukmu” ucap kyuhyun menyerahkan kotak kecil pada In young.

“Apa ini???” tanyaku.

“Buka saja??” jawabnya dan aku langsung membuka kotak yang ada ditanganku. Aku terkejut melihat cincin yang bermata putih tersebut.

“Ini yakin untukku”

“Iya. itu untukmu kalo tidak mau buang saja”

“Bagus juga. Gomawo oppa” ucapku sambil tersenyum.

“Iya sayang.”

“Ini bukan karena kau tunanganku kan. Karena jari manisku kan sudah ada cincin pertunangan kita”

“Pakai ditengah itu aku sengeja memesannya agak besar karena jarimu kan jelek”

“Dasar kurus krempeng Weeeeeeekkkkkkkkkkkkkkkkk” ucap In young sambil berlari menjauh dari kyuhyun yang siap mengejar. Jadilah mereka kejar2an dibalkon. “CUKUP!!!!!!!! AKU CAPEK”

“Aku punya sebuah lagu untukmu”

“Coba nyanyikan”

“Sebentar aku ambil gitarku dulu”

Kyuhyun pergi keluar dan tak lama kemudian datang membawa gitarnya. Mereka berdua duduk dibalkon sambil melihat bintang dan kyuhyun mulai memetik gitarnya.

 

Seanggun warna senja menyapa

Bersambut musim yang dijalani

Semoga bintang penuh harapan

Mencoba tuk terangi dalam gelapnya malam

Ungkapanku untuknya untuk seorang wanita

Yang kupuja dan kupuji

Takkan kurasa jenuh dirinya dihatiku

Parasnya sungguh indah sekali

Menggugah rasa tuk ingin slalu bersamanya

Senyumnya menggetarkan jiwaku

Meresap indah dalam alulan syair laguku

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s