[ff special] my heart choice

My Heart choice

 

Autor : shina hwaiting iputa

Cast : kibum

Sang rang

Ff   ini adalah special untuk seorang couple yang selalu memberikan semangatnya untukku setiap waktu, gomawo sudah bisa menjadi coupleku tanpa alasanJ..

Dan ini kado dariku untuk ultahmu 2 bulan lalu, mian baru bisa publish sekarang..

=========================================================

Aku adalah sang rang, aku mempunyai adik kembar yang yang bernama shinra. Kami lahir dari keluarga choi dan kami memiliki sifat yang berbeda, shinra adalah anak yang periang dan ceria serta banyak disukai teman-teman disekolah sedangkan aku adalah gadis pendiam yang selalu tertutup dan tidak begitu mempunyai teman, tapi sebulan yang lalu shinra meninggal karena sebuah kecelakaan lalu lintas.

Pagi ini aku berdiri memandangi ikan emas kami yang dulu kami tangkap di kolam dekat gereja, dulu aku merawatnya dengan shinra tapi sekarang akulah yang harus merawatnya dan memberinya makan sebelum aku sekolah dan setelah pulang sekolah. “Eomma aku berangkat dulu” pamit sang rang.

“Hati-hati sang rang, kau berbeda dengan shinra kau sering bengong” ucap nyonya choi yang duduk disamping jendela.

“Ne, aku akan hati-hati, aku pergi dulu”

Aku berangkat kesekolah sendirian, kembaranku yang enerjik, ceria dan periang sudah tidak ada lagi yang tersisa hanya aku yang tidak bisa melakukan apa-apa seperti shinra.

***

_Disekolah_

“Sang rang, anu… aku ingin mengembalikan buku shinra yang kupinjam bulan lalu” ucap saera salah satu teman shinra.

“Baiklah, aku akan membawanya” ucapku menerima buku dari saera.

“Maaf ya, aku jadi mengingatkanmu padahal sudah sebulan berlalu”

“Gwaencha saera”

Shinra memang memang popular dan melekat dihati orang karena dia memang pandai bergaul, lalu akupun berjalan menuju kelasku untuk menerima pelajaran, setelah 4 jam menerima pelajaran bahasa inggris dari jungso songsaemin, bel istirahatpun berbunyi.

“Choi Sang rang untuk panitia festival sekolah, kau ikut rapatnya ya?!” ucap kibum dari bangku sebelahku yang membuatku bingung.

“Oh iya, minggu lalu kau tidak masuk jadi tidak tau kalau kau yang dipilih untuk jadi panitia” ucap soo hyun yang duduk sebangku denganku.

“Minggu lalu eomaku sakit makanya aku tidak masuk, kenapa tidak yang lain saja. Akukan tidak mengerti apa-apa?”

“Jangan khawatir,  kami sudah rapat kelas untuk rapat ini, ini print out nya” ucap kibum sambil memberikan print out itu padaku.

“Gomawo”

“Apa sang rang mau kutemani?! Kalau sendirian kan tidak enak?” tawar hyunra.

“Tidak usah, aku tidak apa-apa sendirian” ucapku yakin dan beranjak dari kelasku.

Aku berjalan menuju tempat rapat, aku berfikir kenapa shinra yang bisa segalanya itu yang meninggal?! Kenap bukan aku yang tidak bisa apa-apa ini?! Aku seperti barang sisa.

 

_Ruang Rapat_

“Baiklah, karena semua perwakilan kelas sudah berkumpul untuk rapat festifal sekolah, mari kita mulai rapatnya” ucap salah seorang panitia.

“Ketua kelas XII-C belum datang juga ya” bisik seorang murid yang duduk tak jauh dariku.

“Mungkin dia masih shock karea kematian shinra yang mendadak, mereka kan akrab. Mereka pacaran kan?!” timpal teman sebangku anak yang berbisik tadi.

“Ne, kelihatan kok kalau mereka pacaran, mereka selalu kesekolah naik sepeda bersama”

“Mungkin kibum masih belum percaya kematian shinra” batinku dalam hati.

 

#flashback 1 tahun lalu#

“Sang rang, kau tau kim kibum dari XI-C tidak” tanya shinra.

“Aku tau, waeyo?” jawab sang rang.

“Belum lama ini aku pinjam buku darinya, oh iya nanti aku mengundang teman-teman, bantu aku buat kue ya”

“Ne”

#ending flashback#

“Berikutnya dari XII-C” panggil panita yang membuyarkan lamunanku.

“Ah.. iya”

Aku berdiri dan berjalan menunduk kedepan tanpa membawa apa-apa karena print outku jatuh entah dimana, padahal teman-teman sudah menyiapkannya untukku, lagi-lagi aku tidak bisa mengerjakan hal yang sederhana. Bagaimana ini?” aku gugup.

“Aku kik kibum dari kelas XII-C, maaf terlambat” itu suara kibum dan aku langsung mendongak melihatnya.

Aku tertolong karena kibum datang tepat pada waktunya. Pukul 16.00 acara rapat selesai dan semua perwakilan kelas mulai menghambur keluar ruangan.

“Kibum gomawo, kau sudah membantuku” ucapku didepan gerbang sewaktu melihatnya.

“Cheonma, aku tadi tidak sengaja menemukan print out itu didekat tangga” tutur kibum.

“Maaf, aku tidak sengaja menghilangkannya padahal print out ini sangat penting untuk kelas kita” ucapku penuh penyesalan.

“Kau memang berbeda dengan shinra, kau gampang ceroboh”

“Aku memang tidak sepandai shinra”

“Kau sudah mau pulang, ayo aku antarkan kau pulang” tawar kibum.

“Tapi……”

“Aku sering mengantar shinra jadi aku tau rumahmu” ucap kibum yang sedari tadi nangkring disepedanya.

“Gomawo”

Aku dan kibum pulang naik sepeda mininya, ternyata dia orang yang baik hati#plak kibum kan emang baik hati dari sononya.

“Shinra pernah bilang padaku jika sang rang itu pendiam dan lamban, juga tidak pandai naik sepeda” ucap kibum sewaktu memboncengku.

“Aku memang tidak bisa”

“Kalau begitu besok aku jemput pakai sepeda yaw”

“Iya, gomawo”
***

Entah mengapa jantungku berdetak cepat akhir-akhir ini, aku seperti pengganti shinra saja. Jika aku berubah seperti shinra apa aku bisa menggantikan shinra, walaupun sedikit waktu bolehkan aku bermimpi menjadi shinra.

_Disekolah_

Aku pergi kesekolah dengan mengganti gayaku mirip shinra, semua orang memperhatikanku apa mereka berfikir bahwa shinra hidup kembali.

“Sang rang dandananmu mirip dengan shinra, aku kira tadi dia hidup kembali” ucap saera yang kaget disamping hyunra.

“Apa aneh?” tanyaku.

“Tidak, Cuma kalau menurutku kau lebih cocok seperti biasanya” ucap soo hyun.

“Banyak sekali namja yang melirikmu jika kau berpenampilan begini” ucap hyunra sambil menunjuk beberapa namja yang memperhatikanku.

***

Sepulang sekolah sang rang menuju tempat parkir dimana kibum sudah menunggunya untuk pulang.

“Ayo pulang” ajak kibum yang sudah siap dengan sepedanya.

“Ne”

“Kau jadi seperti shinra jika rambutmu kau biarkan terurai begitu”

“Ne, kami kan memang anak kembar” sergahku.

Dari kecil semua yang aku inginkan selalu diambil oleh shinra jadi kali ini bolehkah aku mengambil. Aku tidak akan memberikan kibum pada siapapun. Aku bukan lagi sang rang yang tidak bisa apa-apa walaupun hanya pengganti shinra aku rela, batinku.

“Kibum, hari ini mau mampir kerumahku, aku buat kue lo?”

“Ne”

 

_Dirumah sang rang_

Sang rang memberikan kue yang ada dipiring pada kibum, tapi mata kibum tertuju pada ikan mas yang ada di aquarium yang sengaja aku dan shinra taruh disamping diruang tamu.

“Ikan mas itu” ucap kibum sambil menunjuknya “Ikan mas nya semua mati”

Astaga aku lupa memberikan makan “Apa boleh buat kalau mati, mungkin umurnya Cuma segitu” ucapku yang terpaku didepan aquarium.

“Kamu tidak apa-apa sang rang” ucap kibum mendekatiku.

“Mwoya? Ikan shinra juga mati, kau ingat waktu aku menggali kuburan ikan. Waktu itu bukan untuk ikan peliharaanku tapi itu untuk ikan shinra. yang meninggal sebulan lalu bukan hanya shinra” ucap shinra dengan wajah kesedihan.

“Kenapa wajahmu seperti itu? Kau kenapa?”

“Apa kibum juga berfikir harusnya yang mati dalam kecelakaan itu aku bukan shinra, aku memang lamban dan juga tidak bisa apa-apa. Dalam pertandinganpun aku selalu paling belakan dan juga tidak becus mengurus ikan mas shinra, tapi aku sekarang sudah berubah aku tidak akan pernah kalah dari shinra”

“Choi sang rang, apa tujuanmu hanya ingin mengalahkan shinra?! Didalam hatiku tidak ada shinra hanya sang rang yang salah paham, kalau yang sang rang fikirkan hanya bagaimana cara mengalahkan shinra, pada saat itulah sang rang telah kalah. Shinra sangat sayang kepada sang rang yang pintar mengurus ikan mas itu” ucap kibum sambil beranjak menuju pintu keluar.

“Kibum… tunggu…” teriakku tapi dia tetap berlalu.

Aku kemudian melangkahkan kakiku keatas, entah kenapa aku malah memasuki kamar shinra yang selalu tertata rapi. Padahal aku sudah berusaha menjadi shinra tapi malah dibenci. Saat aku terduduk dimeja belajar shinra mataku tertuju pada buku berwarna purple, aku membukanya halaman pertama dan melihat fotonya, aku menyadari itu buku harian shinra aku membuka dan membacanya.

 

-tanggal 11 juni-

Kibum hari ini datang kerumah.

 

-tanggal 12 juni-

Aku tidak akan menyatakan perasaanku pada kibum. Setelah lama memikirkannya, akhirnya aku mengerti.

Kemarin kibum melamun dan tidak memandangku, sejak bertemu sang rang dia terus begitu.

 

-tanggal 13 juni-

Waktu berbicara dengan kibum aku merasa dia pasti menyukai anak seperti sang rang, ikan mas yang aku dapat dari gereja semua mati sedangkan punya sang rang masih tetap hidup. Waktu aku ceritakan pada kibum wajahnya langsung berubah menjadi lembut. Dan dulu eoma sering bilang agar aku menjaganya karena sang rang sering bengong, aku tau?! Sang rang memang anak pendiam dan lembut sehingga kibu menyukainya.

 

Aku menangis setelah membaca isi dari buku harian shinra, aku terus membawa sesuatu yang tidak kumiliki dan sejak kapan aku salah paham?!  Padahal banyak hal yang telah shinra berikan padaku. Padahal aku sangat menyayangi shinra. Hiks…

Aku menangisi semua kebodohan yang telah kulakukan, tapi aku bersyukur karena shinra masih hidup didalam hatiku. Sekarang aku tidak perlu bersikap seperti shinra karena akulah pemenangnya. Dengan segala keberanianku aku berlari keluar rumah mencari kibum yang ku yakini dia ada ditaman, ternyata benar dugaanku kibum sedang melamun duduk dibangku taman.

“Kibum..” panggilku. Diapun menoleh padaku dan berjalan menghampiriku.

“Ada apa?”

“Hanya ini yang terfikir olehku, yang penting bagiku bukanlah untuk menjadi shinra tapi aku ingin seperti shinra karena aku menyukai kibum” ucapku sambil menangis, kibum langsung menarikku dalam pelukannya.

“Aku benar-benar terbawa suasana karena aku merasa semua hal yang kuinginkan lebih dulu didapatkan oleh shinra, padahal sebenarnya diberikan shinra padaku”

“Ayo aku antar pulang, aku tidak mau kehilangan lagi”

Sekarang aku tau bahwa yang kibum sukai adalah aku choi sang rang bukan choi shinra. Shinra terima kasih kibum adalah hadiah terakhir yang kau berikan setelah ikan mas itu.

***

 

_23 Maret 2011_

Hari ini aku berulang tahun tetapi kibum dan teman-temanku sikapnya biasa dan juga aneh. Apa yang sebenarnya terjadi pada mereka aku sungguh tidak mengerti, aku duduk dibangku samping soo hyun.

“Ada apa dengan mereka” tanyaku yang hanya dijawab dengan soo hyun yang mengangkat bahunya.

“Sang rang tolong nanti gantikan aku piket, aku dan teman-teman ada urusan” perintah hyunra sedikit memaksa.

“Tapi… kenapa aku sendiri. Hari ini aku harus membersihkan perpustakaan” elakku pada hyunra.

“Kau ingin kami membencimu” bentak saera.

“Bukan aku tidak mau tapi aku tidak sanggup kalau sendirian”

“Kami tidak mau tau! Pokok nanti kerjakan sendiri! Awas jika tidak kau bersihkan!” ancam hyunra.

***

Sepulang sekolah mereka benar-benar meninggalkanku sendirian untuk membersihkan kelas, mau tidak mau akhirnya aku membersihkan kelas dan kemudian membersihkan perpustakaan hingga petang menjelang.

Pukul 18.00 aku melangkahkan kakiku menuju jalanan untuk pulang kerumah, aku ingin menagis sepuasnya atas hari ini. Ketika aku sampai dihalaman rumah semua gelap apa eoma dan appa tidak dirumah sehingga lampu masih gelap, aku memasuki rumah dan mencari saklar lampu didinding samping pintu, saat lampu menyala.

‘SAENGIL CHUKA HAMNIDA’

Suara terompet dan gemuruh teman-teman dirumahku sungguh membuatku terharu, ada appa dan eoma yang langsung memelukku.

“Saengil cukhaeyo sang rang” ucap eoma dan appa bergantian sambil memelukku.

“Ne, kamsa hamnida appa, eoma dan teman-teman. Aku tidak menyangka” ucapku tak kuasa menahan tangis bahagiaku.

“Kenapa kau menangis?”

“Aku sangat bahagia sekali eomma, kamsa hamnida”

“Ini ide kibum dan temanmu”

“Gomawo bum-ah”

“Cheonma”

Aku langsung memeluknya, tuhan terima kasih banyak, shinra terima kasih kau sudah memberikan mereka padaku, aku sangat bahagia memiliki mereka.

Fin.

Eottokke chingudeul?!

Mian jika nggak bagus, ini terinspirasi dari prinsip hidupku (Lebih baik dibenci jadi diri sendiri, daripada disenangi tapi menjadi orang lain).

Jangan lupa dikomment?!

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s