Yassokke!

Ff ini special buat chingu  indah tukitukimochi yang suka banget sama hankyung, semoga kalian semua suka dengan ff ini,,,

Cast : Han saera ( indah hansung tukitukimochi), Hankyung

=========================================================

Saera pov

Hari ini umurku genap 17 tahun, dan aku mendapat kejutan yang tidak pernah aku inginkan dari seorang pengusaha yang mengaku bahwa anaknya adalah tunanganku. Ini semua gara-gara perjanjian konyol ayah dengan orang tua namja itu. Huft.. sebal.. iya kalau orang itu seganteng hangeng idolaku, kalau mirip monyet atau sudah beruban gimana nasibku nanti,,,

“Appa, kenapa nggak di tolak aja sih pemberian dari keluarga han itu?!!!” bentakku pada appa yang diam saja menerima box besar dari keluarga han.

“Dia kan tunanganmu” sergah appa saera.

“Rumah kita ini kecil appa, barang seperti ini mau di taruh dimana?” ucap saera sebal di depan box besar itu.

“Tapi saera,,” appa saera tidak bisa mneruskan kata-katanya.

Teman baik appa, adalah keluarga han yang sangat kaya raya dan pecinta barang luar negri. Aku adalah orang yang dijodohkan dengan anaknya karena ada janji antara mereka dengan appa. Wajah anaknya saja aku belum pernah lihat, tapi yang pasti hadiah dari mereka sangat mengganggu ku. Setiap aku ulang tahun hadiah dari mereka pasti aneh-aneh. ”kira-kira isinya apa box ini” ucap saera mengelilingi bo itu.

“Buka saja anakku, siapa tau isinya bagus” ucap appa penuh semangat.

Aku membuka box itu, dan keluarlah seseorang dari box itu.

“Perkenalkan noona, nama saya kim junsu kiriman dari keluarga han, noona bisa menggunakan saya semau noona” ucap namja itu.”ini ada kartu ucapan dari keluarga han”

Aku membuka dan membaca isi surat ucapan itu.

Aku menyudahi bacaku sambil memandangi dia lagi. Junsu orang yang aneh walau wajahnya tersirat kepolosan. Aku menutup box lagi sebelum dia masuk kerumahku.

“Noona, saya nggak bisa dikembalikan” teriak namja itu menepis mataku.

“Orang yang memakai baju aneh, memang mencurigakan. Sudah jangan cerewet! Lagipula aku nggak butuh bantuan dari orang lain”

“Biarkan dia masuk dirumah, lagipula kita nggak punya pembantu”

Hankyung pov

Aku menyamar menjadi seorang pembantu untuk mengenal dia lebih dekat, karena liburan semesterku dimajukan 1 bulan dari jadwalnya. Mumpung appa tidak tau aku bisa leluasa mengenal dia tapi bisa mendekatinya dengan nama junsu sebagai seorang penjaganya. Tapi ternyata saera bukan orang yang mudah di dekati, dia keras kepala sekali sampai aku susah meyakinkannya, untung appanya mudah dikelabuhi.

“Apa yang noona inginkan?!” tanyaku padanya.

“Panggil saja aku saera, tidak usah ada embel-embel noona” jawabnya ketus.

“Tapi anda tuan saya noona”

“Apa kau mau aku kembalikan”

“Baiklah saera, apa yang anda inginkan”

“Aku mau teh, tolong buatkan saya teh!! Cepat ya?” perintah appanya.

“Dengan senang hati” jawabku kemudian pergi kedapurnya, tapi aku tidak bisa menemukan teh nya malah menjatuhkan barang.

Autor pov

Di dapur Hankyung tidak menemukan tehnya, karena memang tidak terbiasa hidup mandiri, segala yang dibutuhkan selalu ada. Saera dan appanya yang mendengar jatuhnya sesuatu langsung berlari menuju dapur. “Suara apa itu junsu” Tanya saera melihat apa yang terjadi.

“Maafkan saya, saya tidak bisa menemukan tehnya” jawab hankyung sambil berlutut minta maaf dengan muka penuh tepung dan cangkir juga pecah.

“Sudahlah!! Sekarang kau keluar dari dapur biar aku yang buat” perintah saera dan hankyung menuruti perintah itu, dan pergi ke ruang makan bersama appa saera, tak lama kemudian saera keluar dari dapur dengan membawakan mereka teh.

“Nih untukmu?” ucap saera memberikan secangkir teh pada hankyung.

“Teh buatan noona enak sekali, beda dari yang lain” ucap hankyung yang membuat saera terpana.

Setelah itu saera mandi dan berendam air hangat, tiba-tiba hankyung muncul membawakannya handuk.”Kyaaaa~~ apa yang kau lakukan cepat keluar” teriak saera waktu hankyung masuk ke kamar mandi.

“Ini aku bawakan handuk untukmu”

“Gomawo, cepat keluar” teriak saera panic, hankyungpun menuruti perintah saera keluar dari kamar mandi itu.

“Aku merasa dia bukan orang yang jahat, wajahnya lucu kalau pas ketawa lepas, kenapa aku jadi mikirin dia sih?! Aishh,, aku pusing” ucap saera dalam hati.

Pada makan malam.

“Ini makanan apa?” Tanya hankyung yang tak mengerti dengan makanan itu.

“Nasi kepal, coba saja kau makan” jawab saera bingung melihat tingkah hankyung.

“Lezat!!! Semua ini buatan sendiri. Aku belum pernah makan makanan seenak ini” ucap hankyung berdecak kagum dengan makanan saera.

“Apa dia bukan orang sini appa” Tanya saera berbisik pada appanya.

“Mungkin saja” jawab appanya juga berbisik.

“Makannya jangan cepat-cepat nanti kau tersedak” ucap saera yang heran melihat lahapnya hankyung makan.

“Enak sekali saera”

“Mau tambah lagi tehnya?”

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Pagi ini saera pergi keluar rumahnya untuk aktifitas ke sekolahnya, diluar hankyung sudah menunggunya dengan sebuah mobil kuno di depan rumahnya.”Selamat pagi saera! Silahkan masuk” ucap hankyung membukakan pintu mobilnya.

“Gomawo! Padahal kau tidak perlu serepot ini” ucap saera yang duduk di kursi depan.

“Ini sudah kewajiban saya, mengantar jemput anda” ucap hankyung lagi sambil menjalankan mobilnya meninggalkan pekarangan rumah.

Hankyung mengantarkan saera sekolah, dan dia juga mengikuti saera yang melangkah memasuki pekarangan sekolah, semua orang menatap aneh kepada mereka tapi hankyung tetap cuek bebek. Saera yang merasa risih mempercepat langkahnya.

“Saera tunggu aku!”

“Sudah sana pulang saja, jangan ikuti aku” ucap saera mempercepat langkahnya.

“Tapi ini sudah menjadi tugas saya untuk selalu di dekat anda, jadi biarkan saja mereka”

“Tapi sungguh mengganggu tau! Lihat semua orang memandang junsu dengan tatapan aneh begitu!!” bentak saera yang sudah hilang kesabaran.

“Aku mengerti” ucap hankyung lesu, tapi dia tidak kehilangan akal.

Saera melangkahkan kakinya menuju kelasnya dengan perasaan lega karena pembantunya tidak mengikutinya lagi, dia dengan santai melangkahkan kakinya. “Akhirnya bisa terbebas dari junsu untuk sementara” ucap saera menghela nafas lega sambil melangkah kekelasnya, padahal hankyung sudah menunggunya.

“Junsu, kau,,,” ucap saera kaget.

“Sudah aku tunggu kedatanganmu, kalau dengan pakaian begini sudah tidak aneh” ucap hankyung sambil tersenyum manis.

“Siapa namja itu, apa kenalan saera. Kyaa~~ bikin iri saja” ucap para yeoja kelas saera. Saera sungguh bersemu merah karena malu.

“Apaan tuh, mirip kaya’ pembantu saera saja, yeoja seperti itu tidak pantas di layani namja begitu” sindir seorang namja di kelas saera.

“Orang brengsek macam kalian tidak pantas menghina saera seperti itu” ucap hankyung marah mendengar hinaan namja itu, langsung mencengkeram kerah baju namja itu.

“Junsu!!!” batin saera.

“Memangnya kau siapanya saera sih” ujar namja teman saera.

“Aku adalah penjaganya, yang akan slalu melindungi saera”

“Tindakan bodoh! Memang orang sepertimu bisa melindungi orang” ejeknya.

Hankyung menempelnya telpnya  ke telinga. “Tolong kirimkan pembunuh bayaran, disini ada 2 namja yang mengganggu pemandangan mata,,, kalau bisa bereskan mereka hari ini disaat mereka pulang malam nanti” ucap hankyung pada orang yang di telp itu, kedua teman saera langsung ketakutan.

Malam harinya.

“Ya ampun, aku tidak menyangka mereka menganggap serius ucapan tadi, ini pasti akan menjadi mimpi buruk buat mereka” ucap hankyung penuh sesal dan lesu berjalan disamping saera.

Saera hanya memandang wajah hankyung yang dikira junsu. “Kalau dilihat-lihat wajah junsu mirip gege, aishh aku ini mikir apa sih” ucap saera di hati sambil memandang lekat, sampai tidak memperhatikan jalan hingga dia terjatuh.

“Aduhhh,,,”

“Kau tak apa-apa” Tanya hankyung.

“Sepertinya kakiku terkilir”

Hankyung pov

Aku segera menggendongnya dan membawanya pulang kerumah. Sesampai dirumah aku mendudukkan saera diruang tamu dan langsung mengambil kotak P3K untuk mengobati lukanya.

“Maaf ya gara-gara aku kau jadi begini” ucap hankyung sambil membalut kaki saera.

“Kenapa?! Memangnya junsu salah apa?! Ini semua salahku karena aku kurang hati-hati berjalan”

“Nggak apa-apa, ini sudah menjadi kewajibanku untuk selalu melindungimu, kalau sampai terjadi apa-apa denganmu lebih baik aku mati”

“Heee,,  jangan bercanda”

“Aku tidak bercanda, aku ini serius”

“Junsu kita main ke atap yuk, aku ingin keatas melihat bintang”

Saera pov

Junsu menjagaku setiap waktu, hingga membuatku terpana dengannya. Dia menolongku waktu aku terjatuh dan sampai menyalahkan dirinya sendiri padahal aku kurang hati-hati makanya aku terjatuh hingga terkilir. Sekarang aku mengajaknya naik keatap rumahku untuk melihat bintang. “Wah tinggi!! Baru kali ini aku naik kesini” ucapku kagum dengan pemandangan malam.

“Makanan ini mau kau apain” seru hankyung tapi saera tidak bergeming.

“Eh,, Junsu bagaimana menurutmu tentang keluarga han itu” tanyaku tiba-tiba mungkin membuatnya kaget.”Kamikan ditunangkan dari kecil karena perjanjian konyol orangtua kami, aku saja belum pernah melihat wajahnya, pasti dia juga tidak suka denganku” lanjutku tanpa menunggu nya bicara.

“Tidak juga, padahal kalian sewaktu kecil juga pernah bertemu” jawabnya singkat tapi sulit dicerna.

“Maksudmu?”

“Kalau dia sudah pulang dari luar negri dia pasti akan segera menemuimu, tahun lalu dia menyelesaikan kuliahnya supaya bisa bertemu denganmu, dia itu sudah belajar keras untuk menjadi pria yang pantas untukmu” ucapannya membuatku terpana.

“hachi,,,”

Tiba-tiba saja junsu menarikku kedalam pelukkannya. “Apa sudah hangat saera”

Apakah hati junsu sudah lebih hangat mencintaiku, aku menyukainya tuhan,,,

Hankyung pov

Saera mengajakku duduk diatap rumahnya yang tidak begitu tinggi, dia bertanya tentang keluargaku, dan bertanya tentang aku apa dia tidak sadar ini adalah aku, orang yang ingin menepati janjiku padanya.

“Eh,, Junsu bagaimana menurutmu tentang keluarga han itu” tanyanya tiba-tiba membuatku kaget.”Kamikan ditunangkan dari kecil karena perjanjian konyol orangtua kami, aku saja belum pernah melihat wajahnya, pasti dia juga tidak suka denganku” lanjutnya.

“Tidak juga, padahal kalian sewaktu kecil juga pernah bertemu” jawabku.

“Maksudmu?”

“Kalau dia sudah pulang dari luar negri dia pasti akan segera menemuimu, tahun lalu dia menyelesaikan kuliahnya supaya bisa bertemu denganmu, dia itu sudah belajar keras untuk menjadi pria yang pantas untukmu” ucapku.

“hachi,,,”

Dia bersin dan aku langsung menariknya kedalam pelukkanku agar membuatnya hangat.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Autor pov

Pagi ini appa saera ribut mendengar bahwa keluarga hankyung dalam pelajaran ke korea. “Keluarga hankyung dalam perjalanan kesini” ucap appa saera.

“Aku belum mendengarnya” ucap hankyung sedikit kaget.

“Barusan appanya menelpon kesini, dia senang sekali anaknya pulang karena sudah 10 tahun anaknya sekolah diluar negri” seru appa saera.

“Aku tidak mau bertemu dengannya” teriak saera yang berdiri di pintu dapur.

“Tapi setiap kau ulang tahun dia selalu mengirimi hadiah untukmu karena kau tunangannya” ucap appa saera menegaskan.

“Memangnya kalau menikah aku akan bahagia” ucap saera dengan wajah sendu.

“Anda tidak boleh begitu, tuan muda pasti bisa membahagiakan anda karena dia mencintai anda” ucap hankyung yang terlihat menutupi gelisahnya.

“Kenapa kau bicara seperti itu” teriak saera yang kemudian meninggalkan ruangan itu, hankyung menyusulnya.

“Peluk aku, cium aku,, jangan katakan apa-apa, kau bisakan” ucap saera di depan hankyung sambil menundukkan mukanya dan memeluk hankyung.

“Mian, aku tidak bisa” ucap hankyung melepaskan pelukan saera. Kata-kata itu membuat saera lemas seketika.

Diluar terdengar suara mobil datang, hati saera makin tak menentu.

“Nah saera itu pasti hankyung, ayo kita sambut mereka” ucap appa saera mengajak mereka berdua dan yang bergegas menuju pintu. “Silahkan masuk?” ucap appa saera mempersilahkan masuk.

“Tuan muda! Kemana saja anda selama ini” ucap segerombolan orang yang merangkul hankyung.

“Loh, dia bukan junsu” ucap saera bingung tak mengerti dengan semua ini.

“Dia adalah penerus keluarga han berikutnya, hankyung atau gege” jelas salah satu dari mereka.

“Maaf kalau aku merahasiakan ini, aku tidak bermaksud membohongimu. Tapi aku ingin bertemu denganmu bukan sebagai hankyung” tutur hankyung menjelaskan.

“Jadi junsu adalah hankyung, bagaimana mungkin?” Tanya saera sambil mengguncang tubuh hankyung meminta penjelasan.

“Tapi kitakan sudah janji?!!” jawab hankyung ringan.

“Janji??!!!” ucap saera dengan wajah polosnya.

“Ternyata kau memang kabur ketempat ini gege, kami sudah susah payah menjemputmu ke bandara, tapi ternyata kepulanganmu dimajukan dari waktu yang sudah di tetapkan” ucap appa hankyung mendekati mereka.

“Appa?!!”

“Apa kabar saera, lama tidak jumpa, padahal waktu kecil kau sering datang kerumah dan bermain bersama gege” ucap appa hankyung.

“Eh,,, hankyung adalah gege”

““`flashback“““““““““““““““““““““

“Saera suatu saat nanti aku akan menjadikanmu pengantinku, jika kau sudah berumur 17 tahun. Aku akan datang untuk menjemputmu” ucap hankyung kecil pada saera kecil.

“Yassoke?!”

“Ne, yassoke?!”

““`flashback end““““““““““““““““““““`

“Loh,, loh,, jangan-jangan kau masih mempercayai janji yang kita buat pada waktu masih kecil” tukas saera, hankyung hanya tersenyum.

“Tapi kau harus menyelesaikan kuliahmu, agar kau cepat lulus dan bisa menikahinya” ucap appa hankyung yang berjalan keluar rumah bersama appa saera, hanya tinggal hankyung dan saera yang di dalam rumah.

“Jangan murung begitu, tidak apa-apa. Sekarang aku sudah dekat dengan saera dan aku tidak akan melepaskanmu lagi” ucap hankyung menenangkan hati saera, karena hankyung tau dari wajah gelisah saera.

“Tapi kenapa gege pulang lebih awal?” Tanya saera ingin tau.

“Itu karena aku lupa mengabarkannya pada appa!” jawabnya.

“Kenapa tadi kau tidak mau menciumku!!!”

“Karena saera tidak mengenalku sebagai hankyung”

“Kau akan kembali lagi ke luar negri lagi?”

“Tenanglah, aku akan kembali tahun depan dan saat itu kita akan menikah”

“Tapi,,,” belum sempat meneruskan kata-katanya, bibirnya sudah dibekap oleh mulut hankyung. Hankyung menciumnya penuh kelembutan. “Satu tahun lagi pasti saya akan datang untuk melamar”

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

1 tahun kemudian.

Pada saat hari natal hankyung dan saera melangsungkan pernikahan mereka. Saera tampak cantik dengan gaun putihnya yang menawan bahkan menunjukkan betapa cantiknya dia. Dan hankyung juga terlihat tampan dengan tuxedo yang terselip bunga lavender didadanya. Hari-hari yang mereka laluui sungguh indah dengn cinta dan kasih sayang, ditambah lagi mereka sekarang dikaruniai seorang putri cantik yang bernama hyungra.

Fin~~

Seperti biasa chingu jangan lupa commentnya yaw,,

Gomawo buat semua yang udah mendukung aku,,,

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s