menjnakkan inspirasi

Menjinakkan inspirasiini adalah pembelajaran kita kali ini, semoga sukses..

Menjinakkan imajinasi. Ya, ini adalah hal pertama yang terpikir oleh saya. Lengkapnya adalah, bagaimana memeras imajinasi menjadi sekumpulan ampas kata. Bagaimana, sulit mencerna arti menjinakkan imajinasi? Kalau begitu jangan pedulikan dahulu. Maksudnya, jangan terbebani menjadikan imajinasi sebagai patokan awal untuk menciptakan FF. Selamat bagi Anda yang mempunyai imajinasi kuat dan mampu mentranfernya ke dalam rangkaian kata. Itu adalah modal utama untuk membuat cerita. Tapi jangan khawatir bagi orang yang kesulitan menerjemahkan imajinasi. Ini ada kiat yang mungkin bisa dilakukan semua orang bila berkeinginan kuat memproduksi FF.

Ada dua garis start, Anda bisa memilih salah-satunya. Tapi nantinya dua garis start tersebut hanya mempunyai satu lintasan yang sama. Garis pertama berangkat dari menciptakan topik cerita sedangkan garis kedua mengandaikan Anda harus menulis lepas, tanpa beban “apa tema cerita saya”.

Setelah anda lepas dari garis start, katakanlah Anda memilih start menciptakan topik cerita, Anda harus memecah tema cerita menjadi rangkaian kata kunci dinamis. Apa itu kata kunci dinamis? Ini saya dapat dari Steve Manning, yaitu kata benda yang non-abstraks. Ya benda yang kelihatan oleh indera mata kita.

Mari perhatikan contohnya. Misal saya ingin menceritakan adegan peperangan zaman dahulu (ini adalah tema saya). Lalu pecah menjadi tiga kata kunci dinamis. Caranya bagaimana? (Inilah saatnya imajinasi kita mainkan, tetapi pelan-pelan) Bayangkan dan identifikasi, berbagai benda apa saja yang terdapat di dalam adegan peperangan zaman dahulu. Ambil terlebih dahulu tiga kata benda yang teridentifikasi, tulis di awal alinea (jangan lupa kalau cerita FF sudah sempurna, hapus🙂 ). Bisa membayangkan? Oke, kalau saya, misalnya, mengambil kata benda dinamis: <span>Gurun</span>, <span>kuda</span> dan <span>perang</span>.

Masih ingat dengan garis start kedua? Ya garis start kedua dimulai dari penciptaan rangkaian kata kunci dinamis ini. Bedanya, Anda tidak terbebani oleh tema. (saya jadi teringat saran Steve. Anda ingin produktif menulis?, ya katakanlah mengarang. Mengarang berarti menulis bebas, bukan? Begini, sebagian besar dari Anda memiliki Kamus Bahasa Inggris? Ya kamus bisa digunakan sebagai modal mengarang jika Anda kehabisan ide. Kumpulkan tiga kata kunci dinamis dari kamus itu. Buka asal-asalan saja berbagai halamannya. Lalu temukan ia, bisa di pojok kanan halaman atau di manapun, yang jelas harus non-abstraks. Setelah itu, mari ikuti penjelasan saya berikutnya).

Sudah terkumpul tiga kata bendanya? kalau sudah, perhatikan baik-baik tiga kata benda itu, lalu pejamkan mata Anda (ini tak harus lho🙂 ) kemudian ciptakan sebuah film imajinasi adegan peperangan zaman dahulu. Bayangkan, tiga kata benda yang terkumpul, mendominasi adegan peperangan zaman dahulu. Sudah terbayang? Kalau sudah, sim salabim, luar biasa bagi kerja unik imajinasi. Ya pasti setiap orang berbeda dalam mengimajinasikan sebuah benda yang sama. Contohnya <span>Gurun</span>, <span>kuda</span> dan <span>perang</span> yang saya bayangkan pasti berbeda dengan film imajinasi Anda. Maksud saya menuliskan kerja unik imajinasi ini, walaupun ada orang lain yang mengambil kata kunci <span>Gurun</span>, <span>kuda</span> dan <span>perang</span>, pasti akan berbeda ceritanya (entah itu alurnya, settingnya maupun para pelakunya) dengan cerita saya..

Langkah selanjutnya adalah menjinakkan film imajinasi Anda. Caranya, tulis langsung kata benda pertama yang terkumpul. Jadikanlah sebuah kalimat awal di alinea pertama FF Anda (Ingat, jangan diembel-embeli dengan kalimat keterangan atau kalimat apapun. Misal: “pada suatu hari”. Itu yang pertama. Kedua, ingat, jadikan terus film imajinasi Anda sebagai panduan menulis FF Anda). Contoh kata <span>Gurun </span>dalam film imajinasi beradegan peperangan zaman dahulu : Di gurun Gobi hari-hari ini muncul berbagai gumpalan awan yang jatuh ke tanah.

Oia, jangan terpaku pada gaya bahasa sastra atau pop. Misalnya anda hanya bisa bercerita dengan gaya bicara Anda, lakukanlah, jangan terbebani. Orang yang pandai bersastra-ria juga awalnya tidak bisa, Cuma karena dia latihan menulis terus-menerus, makanya dia lihai memper-umpama-kan peristiwa.

Masih kesulitan menceritakan? Kalau begitu pakai cara ini. Mari berandai-andai. Hubungkanlah masing-masing tiga kata kunci Anda. Misal, apa hubungannya <span>Gurun </span>dengan <span>kuda</span>? Jawablah dengan menggambarkan atau menunjukkan apa yang terjadi dengan hubungan ff itu..

hwaiting! good luck!

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s